Cek izin edar kosmetikmu sebelum beliLihat panduan

Masalah KulitPanduan

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat: Kenali Jenisnya Dulu, Lalu Pilih Perawatan

Cara menghilangkan bekas jerawat dimulai dari mengenali jenisnya: noda merah, noda hitam, atau bopeng. Ini pilihan perawatan dan kapan perlu ke dokter kulit.

Tim Redaksi CantikmuDiperbarui Baca 12 menit

Belum ditinjau tenaga kesehatan. Untuk keluhan kulit yang berat atau tidak membaik, periksakan ke dokter kulit. Cari dokter spesialis kulit (PERDOSKI) (tab baru)

Ilustrasi kaca pembesar di atas permukaan kulit dengan noda merah, noda cokelat, dan cekungan kecil, di samping botol serum dan tabung sunscreen polos
Ilustrasi Cantikmu: noda merah, noda gelap, dan cekungan kecil adalah tiga bentuk bekas jerawat yang paling sering ditanyakan.
Jawaban singkat

Cara menghilangkan bekas jerawat bergantung pada jenisnya: noda merah atau gelap yang datar biasanya memudar seiring waktu dan bisa dibantu sunscreen harian serta bahan seperti niacinamide, vitamin C, retinol, atau AHA. Bekas cekung (bopeng) dan bekas menonjol adalah bekas luka yang jarang lenyap sendiri, jadi penanganannya lewat dokter spesialis kulit. Langkah pertama untuk semua jenis sama: hentikan jerawat baru dan jangan memencetnya.

Cara menghilangkan bekas jerawat yang tepat bergantung pada jenis bekasnya. Noda merah atau gelap yang datar bukan bekas luka dan bisa memudar dengan sunscreen serta bahan pemudar noda. Bekas cekung (bopeng) dan bekas menonjol adalah bekas luka, jadi perlu bantuan dokter kulit. Apa pun jenisnya, hentikan dulu jerawat baru.

Banyak orang langsung membeli serum "penghilang bekas jerawat" tanpa tahu bekasnya termasuk jenis apa. Padahal satu produk tidak bisa menjawab semua jenis. Panduan ini membantumu mengenali bekasmu dalam beberapa menit di depan cermin, memilih bahan yang punya dasar, dan tahu kapan saatnya berhenti mencoba sendiri.

Bekas jerawat ada beberapa macam, dan caranya berbeda

Istilah "bekas jerawat" di percakapan sehari-hari sebenarnya mencakup dua kelompok yang sangat berbeda. Kelompok pertama adalah perubahan warna yang datar. Kelompok kedua adalah bekas luka (scar) yang mengubah tekstur kulit.

Diagram penampang kulit yang membandingkan noda merah, noda gelap, bekas cekung jenis ice pick, boxcar, dan rolling, serta bekas menonjol
Empat bentuk bekas jerawat. Noda merah dan noda gelap berada di permukaan dan bukan bekas luka, sedangkan bekas cekung dan menonjol mengubah tekstur kulit. Diolah dari AAD dan DermNet.

Menurut AAD, noda datar yang muncul setelah jerawat mereda biasanya bukan bekas luka. Jenis yang paling umum disebut hiperpigmentasi pascaperadangan (PIH). Warnanya mengikuti warna kulitmu: di kulit terang cenderung merah atau merah muda, di kulit sedang sampai gelap cenderung cokelat, kadang abu kebiruan. Inilah yang sehari-hari disebut bekas jerawat hitam.

DermNet membedakan dua perubahan warna ini lebih jauh. Kemerahan pascaperadangan lebih sering di kulit terang dan berkaitan dengan perubahan pembuluh darah kecil. Hiperpigmentasi pascaperadangan lebih sering di kulit gelap karena pigmen melanin menumpuk di area yang baru meradang. DermNet juga mencatat bahwa pada kulit yang lebih gelap, warnanya cenderung lebih pekat dan bertahan lebih lama. Itu sebabnya noda cokelat di kulit sawo matang sering terasa "tidak pergi-pergi".

Bekas luka lain cerita. AAD menjelaskan bahwa saat jerawat pulih, kulit membuat kolagen. Kalau kolagennya terlalu sedikit, terbentuk cekungan. Kalau terlalu banyak, terbentuk tonjolan.

Jenis bekasCiri saat dilihat dan dirabaLebih sering padaJalur perawatan
Noda merahDatar, merah atau merah mudaKulit terangSunscreen, perawatan lembut, waktu
Noda gelap (bekas jerawat hitam)Datar, cokelat sampai abu kebiruanKulit sawo matang dan gelapSunscreen, bahan pemudar noda
Bekas cekung (bopeng)Lekukan kecil, kotak, atau bergelombangSiapa saja dengan jerawat dalamDokter kulit (prosedur)
Bekas menonjolTimbul, padat, bisa gatal atau nyeriKulit gelap, area rahang dan dadaDokter kulit

Cara membedakan bekas jerawatmu di depan cermin

Sebelum memilih cara menghilangkan bekas jerawat, pastikan dulu jenisnya. Kamu tidak perlu alat khusus. Cuci tangan, lalu raba bekasnya dengan ujung jari di bawah cahaya yang cukup.

  • Rata dengan kulit sekitarnya? Kemungkinan besar itu noda warna (merah atau gelap). Kabar baiknya, AAD menyebut noda jenis ini biasanya memudar tanpa meninggalkan jejak.
  • Ada lekukan? Itu bekas cekung. AAD membaginya menjadi tiga: ice pick (kecil tapi dalam, jenis paling umum), boxcar (lekukan bulat atau oval bertepi tegas), dan rolling (lebar dan dangkal sehingga kulit tampak bergelombang). DermNet menyebut ice pick mencakup sekitar 60 sampai 70 persen bekas cekung.
  • Timbul dan terasa padat? Itu bekas menonjol. AAD mencatat bekas hipertrofik biasanya muncul 1 sampai 2 bulan setelah jerawat mereda, sedangkan keloid bisa baru tampak 3 sampai 12 bulan kemudian dan tumbuh lebih besar dari jerawat asalnya.

Banyak wajah punya lebih dari satu jenis sekaligus. Itu normal. Yang penting, kamu tahu mana yang bisa dirawat di rumah dan mana yang tidak.

Diagram alur memilih perawatan bekas jerawat: atasi jerawat aktif, raba bekasnya, lalu pilih jalur noda datar atau jalur bekas luka
Satu pertanyaan sederhana, rata atau tidak saat diraba, sudah memisahkan bekas yang bisa kamu rawat sendiri dari bekas yang perlu dokter kulit.

Satu catatan jujur: tes raba ini membantu memilah, bukan mendiagnosis. Kalau kamu ragu, misalnya ada benjolan yang terus membesar, biarkan dokter yang memastikan.

Langkah nol: hentikan jerawat baru dulu

Bagian ini sering dilewati dalam pembahasan cara menghilangkan bekas jerawat, padahal paling menentukan. Setiap jerawat baru yang meradang berpeluang meninggalkan noda atau bekas baru. Merawat bekas sambil membiarkan jerawat aktif terus muncul ibarat mengepel lantai saat keran masih bocor.

AAD menyarankan jerawat ditangani sejak awal karena jerawat ringan yang terkendali tidak sempat berkembang menjadi jerawat dalam yang lebih mungkin meninggalkan bekas. Menurut halaman penyebab bekas jerawat AAD, risiko bekas luka naik bila jerawatnya dalam dan nyeri (kista atau nodul), bila jerawat dipencet atau digaruk, dan bila ada keluarga dekat yang punya bekas jerawat.

Soal memencet, AAD tegas: jangan memencet, menusuk, menggaruk, atau mengorek jerawat. Tindakan itu menambah peradangan, dan makin meradang kulitmu, makin besar peluang bekas luka. Risiko infeksi dan perubahan warna ikut naik.

Kalau jerawatmu masih aktif, mulai dari panduan cara menghilangkan jerawat yang aman. Jerawat yang besar dan nyeri dibahas tersendiri di panduan jerawat batu, dan sumbatan pori di cara menghilangkan komedo. Jerawat dalam yang terus muncul sebaiknya langsung ke dokter kulit, bukan ditunggu.

Cara menghilangkan bekas jerawat hitam dan merah

Untuk noda datar, kabarnya paling melegakan: kulitmu sebenarnya sedang memudarkannya sendiri. Tugasmu adalah tidak menambah pemicu baru dan memberi sedikit bantuan. Ada tiga hal yang bekerja, dan urutannya penting.

Sunscreen adalah perawatan utamanya, bukan pelengkap

AAD menulis bahwa perawatan noda gelap yang efektif dimulai dari sunscreen. Rekomendasinya: sunscreen berwarna (tinted) yang mengandung iron oxide, karena iron oxide membantu melindungi dari cahaya tampak yang juga memicu noda gelap. Selain itu, pilih yang broad spectrum, minimal SPF 30, tahan air, tidak menyumbat pori bila kulitmu berminyak, dan warnanya menyatu dengan kulit.

DermNet menambahkan bahwa noda pascaperadangan bisa makin gelap bila terkena sinar UV, dan menyarankan sunscreen broad spectrum SPF 50+ setiap hari untuk noda di area yang terbuka.

Supaya label di kemasan tidak membingungkan: PERDOSKI menjelaskan SPF mengukur perlindungan dari sinar UVB penyebab kulit terbakar (SPF 30 memblokir 97 persen UVB, SPF 50 memblokir 98 persen), sedangkan PA mengukur perlindungan dari sinar UVA, dari PA+ sampai PA++++.

Diagram empat kartu cara membaca sunscreen untuk noda bekas jerawat: broad spectrum minimal SPF 30, berwarna dengan iron oxide, SPF 30 memblokir 97 persen UVB, dan tanda PA untuk UVA
Empat hal yang dicari di label sunscreen untuk noda bekas jerawat, dirangkum dari AAD dan PERDOSKI. Diagram: Cantikmu.

Menurut kami, inilah bagian yang paling sering diremehkan. Banyak orang rela membeli serum mahal, lalu memakai sunscreen hanya saat ke luar rumah. Untuk noda di pipi yang setiap hari terkena matahari, sunscreen yang dipakai konsisten sering lebih berpengaruh daripada serum mahal yang dipakai tanpa perlindungan. Bingung memilih produknya? Baca panduan memilih sunscreen yang bagus.

Bahan yang punya dasar untuk memudarkan noda

Setelah pemicunya berhenti dan kulit terlindungi, barulah bahan pemudar noda bekerja lebih efektif. AAD menyebut bahan yang bisa memudarkan noda gelap yang sudah ada: azelaic acid, glycolic acid, kojic acid, retinoid (termasuk retinol), dan vitamin C. DermNet juga mencantumkan niacinamide dan arbutin di antara pilihan topikal. Satu catatan untuk Indonesia: azelaic acid tercantum di Lampiran V Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025, jadi produk berbahan ini tanyakan dulu ke dokter atau apoteker.

BahanYang perlu kamu tahuCara pakai umum
NiacinamideUmumnya lembut, membantu fungsi skin barrier dan mengatur minyak (Cleveland Clinic)Sekali atau dua kali sehari setelah cuci muka
Vitamin CAntioksidan; kulit sensitif sebaiknya mulai dari kadar rendah, di atas 20 persen berisiko iritasi (Cleveland Clinic)Pagi hari, sebelum sunscreen
AHA (glycolic acid)Meluruhkan lapisan kulit teratas dan menambah kepekaan terhadap matahariMalam hari, mulai 1 sampai 2 kali seminggu
RetinolDermNet menyebut retinoid topikal berguna untuk noda pascaperadangan; hindari saat hamilMalam hari, mulai jarang

Dua catatan yang jarang dibahas. Pertama, azelaic acid memang ada di daftar AAD, tetapi di Indonesia bahan ini masuk Lampiran V Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025, yaitu daftar bahan yang tidak diizinkan dalam kosmetik. Artinya, azelaic acid bukan bahan skincare bebas di sini, melainkan wilayah dokter.

Kedua, lebih banyak bahan bukan berarti lebih cepat. AHA dan retinol sama-sama bisa mengiritasi, jadi pakai di malam yang berbeda (penjelasannya di halaman AHA dan retinol). Untuk pemula, mulai dari satu bahan saja. Panduan retinol untuk pemula membahas cara memulainya pelan-pelan, dan daftar lengkap bahan ada di kamus bahan aktif.

Ganti produk yang membuat kulit perih

Ini sisi yang paling relevan untuk kulit sawo matang. AAD menjelaskan bahwa produk perawatan kulit atau rambut yang mengiritasi bisa memicu noda gelap baru. Begitu iritasinya berhenti, noda baru cenderung berhenti muncul. Saran mereka: pilih produk yang lebih lembut, misalnya yang berlabel untuk kulit sensitif atau tanpa pewangi, dan hentikan produk yang terasa panas atau perih.

Jadi, scrub kasar atau eksfoliasi setiap hari demi "mengangkat noda" justru bisa menambah noda. Bila kulitmu terasa perih dan kering sesudah memakai banyak bahan aktif, rawat dulu skin barrier kamu.

Berapa lama noda bisa memudar?

Jujur saja, ini butuh kesabaran. AAD menyebut noda yang hanya beberapa tingkat lebih gelap dari warna kulitmu biasanya memudar dalam rentang 6 sampai 12 bulan setelah penyebabnya berhenti. Bila warnanya terletak lebih dalam, sering tampak abu kebiruan atau cokelat yang jauh lebih gelap, prosesnya bisa bertahun-tahun. DermNet juga menyebut perubahan warna akibat jerawat umumnya membaik seiring waktu, tetapi bisa memakan waktu berbulan-bulan atau lebih.

Perawatan bisa mempercepat proses itu, tetapi tidak ada produk yang jujur bisa menjanjikan tanggal pasti. Produk yang menjanjikan hasil kilat justru patut dicurigai, seperti dibahas di bawah.

Bekas jerawat bopeng: kenapa skincare saja jarang cukup

Kulit bopeng atau bopeng muka adalah bekas luka sungguhan. AAD menulis bahwa bekas jerawat bisa memudar, tetapi jarang lenyap sepenuhnya dengan sendirinya. DermNet bahkan menyebut bekas jerawat umumnya permanen, walau bisa membaik seiring waktu atau dengan perawatan. Jadi, cara menghilangkan bekas jerawat bopeng yang realistis adalah membuatnya jauh kurang terlihat, bukan menghapusnya tanpa sisa.

Apa yang bisa dilakukan sendiri? Untuk bekas ringan, AAD menyebut retinoid atau salicylic acid bisa membuat bekas kurang terlihat. DermNet juga mencatat makeup bisa membantu menyamarkan bekas di wajah. Itu pilihan yang sah, bukan tanda menyerah.

Untuk bopeng yang lebih dalam, penanganannya ada di dokter kulit. Dokter akan memeriksa jenis, jumlah, dan letak bekas, lalu menyusun rencana. Contohnya, menurut AAD, ice pick butuh perawatan yang berbeda dari rolling. Jerawat aktif juga ditangani lebih dulu, karena perawatan bekas biasanya dimulai setelah jerawat terkendali.

Prosedur di dokter kulitGambaran menurut AAD
Chemical peelMembantu kulit membentuk kolagen dan elastin; peel ringan biasanya perlu beberapa sesi
LaserMeratakan permukaan kulit, lalu kulit membentuk kolagen baru saat pulih
MicroneedlingTusukan jarum halus memicu kolagen baru; aman untuk semua warna kulit
FillerMengisi volume bekas cekung; kebanyakan hasilnya sementara dan perlu sentuhan ulang
Bedah kecil (termasuk subcision)Mengangkat atau melepas bekas dari jaringan di bawahnya

AAD juga mengingatkan beberapa hal sebelum perawatan: ceritakan semua perawatan jerawat yang kamu pakai dalam dua tahun terakhir, karena sebagian perawatan bekas bisa memicu efek samping bila dimulai terlalu dekat. Hasilnya butuh waktu karena kolagen terbentuk perlahan, dan sering perlu tiga sesi atau lebih. Sesudahnya, sunscreen setiap hari wajib, karena matahari bisa menggelapkan kulit yang baru dirawat.

Bekas menonjol dan keloid

Bekas menonjol terbentuk saat kulit membuat kolagen berlebih. AAD menyebut jenis ini lebih sering pada kulit gelap dan cenderung muncul di rahang, dada, atau punggung. Bekas menonjol juga lebih mungkin terasa gatal atau nyeri.

Untuk bekas hipertrofik, AAD menyebut dokter bisa memakai laser, suntikan kortikosteroid atau obat lain ke dalam bekas, atau obat oles resep. Keloid termasuk yang paling sulit karena bisa muncul lagi setelah ditangani, sehingga dokter sering menggabungkan lebih dari satu cara. Semua ini tindakan dokter. Jangan mencoba mengikis atau menekan bekas menonjol sendiri, karena luka baru bisa memicu bekas baru.

Contoh rutinitas untuk mengurangi bekas jerawat sesuai jenis kulit

Rutinitas untuk mengurangi bekas jerawat tidak harus panjang. Prinsipnya sederhana: bersihkan, satu bahan pemudar noda, lembapkan, dan sunscreen setiap pagi. AAD mengingatkan bahwa terlalu banyak produk sekaligus bisa mengiritasi kulit.

Pagi: pembersih lembut, vitamin C atau niacinamide, pelembap, lalu sunscreen sebagai langkah terakhir.

Malam: pembersih, satu bahan aktif (retinol atau AHA, bergantian, tidak di malam yang sama), lalu pelembap. Detailnya ada di panduan urutan skincare malam.

Diagram tiga kolom rutinitas noda bekas jerawat: langkah pagi, langkah malam dengan satu bahan aktif, dan kebiasaan yang dihindari
Rutinitas pagi dan malam yang sederhana, plus tiga kebiasaan yang justru memperlama noda memudar. Diagram: Cantikmu, dirangkum dari AAD dan Cleveland Clinic.

Penyesuaian menurut jenis kulit:

  • Berminyak: pilih sunscreen yang tidak menyumbat pori, saran yang juga ditulis AAD. Cleveland Clinic menyebut niacinamide bisa membantu mengatur minyak, jadi bahan ini cocok sebagai langkah pertama.
  • Kombinasi: pakai pelembap yang lebih ringan di area T bila perlu. Mulai bahan aktif di malam yang jarang, lalu naikkan bertahap kalau kulit nyaman.
  • Sensitif: AAD menyarankan sunscreen mineral (berbahan zinc oxide atau titanium dioxide) untuk kulit sensitif. Cleveland Clinic menyarankan berhati-hati dengan glycolic acid bila kulitmu sensitif atau kering, jadi niacinamide sering jadi titik awal yang lebih aman.

Setiap produk baru sebaiknya diuji tempel dulu. AAD menyarankan mengoleskan produk di area kecil seperti lengan bagian dalam dua kali sehari selama 7 sampai 10 hari sebelum memakainya di wajah.

Belum yakin jenis kulitmu? Coba kuis jenis kulit. Lalu susun rutinitasmu dengan pembuat urutan skincare, dan cek apakah bahan-bahan di produkmu boleh dipakai bersamaan lewat pengecek bahan.

Hati-hati dengan "penghilang bekas jerawat" yang dijual bebas

Pencarian "penghilang bekas jerawat" membawa kamu ke banyak krim racikan dengan janji yang terdengar terlalu indah. Di sinilah risikonya. AAD melaporkan bahwa peneliti pernah menemukan steroid atau merkuri yang tidak tercantum di label produk pemudar noda impor. Steroid seperti itu bisa memicu jerawat dan ruam, dan pemakaian lama bisa membuat kulit tipis, rapuh, atau berubah warna permanen.

Di Indonesia, Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025 mencantumkan merkuri dan senyawanya di daftar bahan yang tidak diizinkan dalam kosmetik. Hydroquinone juga masuk daftar itu, dengan pengecualian sangat terbatas yang tidak berlaku untuk krim wajah, jadi krim wajah yang mengandungnya dilarang beredar sebagai kosmetik menurut aturan BPOM.

Sebelum membeli, cek nomor notifikasinya di panduan cek BPOM, lalu cocokkan sendiri di situs resmi cekbpom.pom.go.id. Tanda bahaya lain dibahas di artikel skincare bermerkuri. Prinsip kami sederhana: produk yang tidak terdaftar tidak layak dioleskan ke wajah, semurah atau seviral apa pun.

Kesalahan yang membuat bekas jerawat makin lama memudar

Banyak orang sudah tahu cara menghilangkan bekas jerawat, tetapi beberapa kebiasaan kecil ini sering jadi alasan noda tidak kunjung pudar:

  1. Memencet atau mengorek jerawat. AAD menyebut ini menambah peradangan, dan peradangan adalah pemicu noda serta bekas luka.
  2. Bolong memakai sunscreen. DermNet menyebut noda pascaperadangan bisa makin gelap bila terkena sinar UV, jadi hari tanpa sunscreen bisa memundurkan noda yang sedang memudar.
  3. Menumpuk banyak bahan aktif sekaligus. Iritasi bisa memicu noda gelap baru, terutama di kulit sawo matang dan gelap.
  4. Berganti produk setiap minggu. Noda butuh waktu berbulan-bulan, jadi produk yang baru dipakai beberapa hari belum bisa dinilai.
  5. Mengikis bekas menonjol atau mengeluarkan isi jerawat dalam. Luka baru hanya menambah bekas baru.
  6. Membeli krim tanpa nomor BPOM. Risikonya jauh lebih besar dari manfaat yang dijanjikan.

Kapan perlu ke dokter kulit

Perawatan rumahan cocok untuk noda datar dan bopeng yang ringan. Di luar itu, dokter spesialis kulit punya pilihan yang tidak tersedia di rak toko. AAD menyarankan konsultasi bila bekas jerawat terus mengganggu pikiranmu, membatasi kesempatanmu di sekolah, pekerjaan, atau pergaulan, atau membuatmu menarik diri. Itu alasan yang sah untuk berobat, bukan sekadar urusan penampilan.

Segera periksakan diri bila jerawat dalam terus muncul, bekas menonjol makin besar, gatal, atau nyeri, atau noda tidak membaik setelah beberapa bulan perawatan rumahan yang konsisten. PERDOSKI juga menyarankan konsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin bila ada perubahan warna kulit atau benjolan yang tidak kunjung membaik.

Ringkasnya, cara menghilangkan bekas jerawat yang paling aman adalah berurutan: hentikan jerawat baru, kenali jenis bekasnya, lindungi kulit dari matahari setiap hari, tambahkan satu bahan pemudar noda untuk noda datar, dan serahkan bopeng atau bekas menonjol ke dokter kulit.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah bekas jerawat bisa hilang total?

Tergantung jenisnya. Noda merah dan noda gelap yang datar bukan bekas luka dan menurut AAD biasanya memudar tanpa meninggalkan jejak, meski butuh waktu. Bekas cekung (bopeng) dan bekas menonjol adalah bekas luka yang bisa memudar tetapi jarang lenyap sendiri. Dokter kulit bisa membuatnya jauh kurang terlihat.

Berapa lama bekas jerawat hitam memudar?

AAD menyebut noda yang hanya beberapa tingkat lebih gelap dari warna kulitmu biasanya memudar dalam rentang 6 sampai 12 bulan setelah penyebabnya berhenti. Noda yang warnanya terletak lebih dalam, sering tampak abu kebiruan atau cokelat sangat gelap, bisa bertahun-tahun. Sunscreen dan bahan pemudar noda membantu mempercepatnya.

Apakah bopeng bisa diratakan dengan skincare saja?

Untuk bopeng ringan, AAD menyebut retinoid atau salicylic acid bisa membuatnya kurang terlihat. Bopeng yang dalam atau banyak biasanya butuh prosedur di dokter kulit, seperti chemical peel, laser, microneedling, filler, atau tindakan bedah kecil, yang dipilih sesuai jenis bekasnya.

Kenapa bekas jerawatku makin gelap setelah kena matahari?

DermNet menjelaskan noda gelap setelah peradangan bisa bertambah gelap bila terpapar sinar UV. AAD juga menyebut cahaya tampak ikut memicu noda gelap. Karena itu sunscreen broad spectrum minimal SPF 30, idealnya yang berwarna dan mengandung iron oxide, adalah langkah paling penting.

Bahan apa yang cocok untuk bekas jerawat di kulit sensitif?

Mulai dari yang lembut. Cleveland Clinic menyebut niacinamide umumnya lembut dan aman, dan DermNet menyebutnya sering bisa dipakai orang yang tidak tahan retinoid atau asam buah. Pakai sunscreen mineral, uji tempel tiap produk baru, dan hentikan produk yang terasa perih.

Bolehkah memakai azelaic acid untuk bekas jerawat?

Di luar negeri azelaic acid termasuk bahan pemudar noda yang disebut AAD. Di Indonesia, Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025 mencantumkannya di daftar bahan yang tidak diizinkan dalam kosmetik, jadi bahan ini adalah wilayah dokter. Tanyakan ke dokter kulit bila kamu ingin memakainya.

Bolehkah memencet jerawat supaya cepat kempis dan tidak berbekas?

Sebaiknya jangan. AAD menyarankan tidak memencet, menusuk, menggaruk, atau mengorek jerawat, karena tindakan itu menambah peradangan. Makin meradang kulitmu, makin besar peluang bekas luka, dan risiko infeksi serta perubahan warna ikut naik. Jerawat dalam yang terus muncul sebaiknya langsung diperiksakan ke dokter kulit.

Apakah krim penghilang bekas jerawat yang dijual bebas aman?

Hanya bila terdaftar dan isinya jelas. AAD melaporkan peneliti pernah menemukan steroid atau merkuri yang tidak tercantum di label produk pemudar noda impor. Di Indonesia, merkuri dan hydroquinone masuk daftar bahan yang tidak diizinkan dalam kosmetik menurut Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025. Cek nomor notifikasinya di cekbpom.pom.go.id sebelum membeli.

Sumber

Klaim kesehatan kulit di artikel ini bersandar pada sumber dermatologi dan regulator berikut. Semua tautan dibuka di tab baru.

  1. Acne scars: OverviewAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  2. Acne scars: Signs and symptomsAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  3. Acne scars: CausesAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  4. Acne scars: Consultation and treatmentAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  5. How to fade dark spots in darker skin tonesAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  6. Acne scarringDermNet (dermnetnz.org), diakses
  7. Postinflammatory hyperpigmentationDermNet (dermnetnz.org), diakses
  8. Topical retinoids (vitamin A creams)DermNet (dermnetnz.org), diakses
  9. Niacinamide: What It Is and Skin BenefitsCleveland Clinic (health.clevelandclinic.org), diakses
  10. Vitamin C Serum: Benefits, How to ApplyCleveland Clinic (health.clevelandclinic.org), diakses
  11. Glycolic Acid: Benefits for Skin and How To UseCleveland Clinic (health.clevelandclinic.org), diakses
  12. Sunscreen FAQsAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  13. Should I apply my skin care products in a certain order?American Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  14. How to test skin care productsAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  15. Memahami SPF: Panduan Lengkap Memilih Sunscreen yang TepatPERDOSKI (perdoski.id), diakses
  16. Pentingnya Menjaga Kesehatan Kulit untuk Mendukung Kualitas Hidup yang Lebih BaikPERDOSKI (perdoski.id), diakses
  17. Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025 tentang Persyaratan Teknis Bahan KosmetikBadan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) (peraturan.go.id), diakses

Ditulis oleh

Tim Redaksi Cantikmu

Tim redaksi

Tim Redaksi Cantikmu adalah nama bersama untuk artikel skincare, makeup, rambut, dan kuku di blog ini. Draf disusun dengan bantuan AI, dan setiap klaim dicocokkan ke sumber yang ditautkan. Penerbit dan penanggung jawab situs: Ahmad Thariq Syauqi.

Lihat pedoman redaksi. Diperbarui .