SunscreenPanduan
Sunscreen yang Bagus: Cara Memilih SPF, PA, dan Tekstur Sesuai Jenis Kulit
Cara memilih sunscreen yang bagus: arti SPF dan PA, tekstur untuk kulit berminyak, kering, sensitif, kombinasi, flek hitam, sawo matang, plus cara cek BPOM.

Sunscreen yang bagus melindungi dari sinar UVA dan UVB (tertulis broad spectrum atau ada tanda PA), punya SPF 30 atau lebih, tahan air bila kamu berkeringat, dan terdaftar di BPOM. Setelah syarat label itu terpenuhi, pilih tekstur yang cocok dengan jenis kulitmu: gel untuk kulit berminyak, krim untuk kulit kering, dan sunscreen mineral untuk kulit sensitif. Perlindungannya baru sesuai angka di label bila dioleskan cukup banyak dan diulang kira-kira setiap dua jam saat di luar ruangan.
Sunscreen yang bagus adalah sunscreen yang melindungi dari sinar UVA dan UVB, punya SPF 30 atau lebih, tahan air bila kamu banyak berkeringat, terdaftar di BPOM, dan teksturnya cocok dengan jenis kulitmu. Syarat terakhir sering diremehkan, padahal sunscreen yang nyaman di kulit adalah sunscreen yang kamu pakai cukup banyak setiap hari.
Banyak orang mencari "sunscreen terbagus", tetapi jawabannya tidak bisa satu merek untuk semua orang. Kulit berminyak, kering, sensitif, dan kulit dengan flek hitam butuh tekstur dan fitur yang berbeda. Panduan ini membahas cara membaca label, memilih tekstur per jenis kulit, takaran yang benar, dan cara memastikan produknya legal. Cantikmu tidak memberi peringkat merek karena belum ada uji pemakaian yang kami lakukan, jadi yang kamu dapat di sini adalah kriteria yang bisa kamu pakai di rak toko mana pun.
Empat syarat sunscreen yang bagus di label
Sebelum melihat tekstur atau harga, cek empat hal ini di kemasan. Semuanya bisa dibaca dalam semenit.
| Yang dicari di label | Artinya | Patokan |
|---|---|---|
| SPF | Seberapa baik sunscreen melindungi dari UVB, sinar penyebab kulit terbakar | SPF 30 atau lebih |
| Broad spectrum atau PA | Ada perlindungan dari UVA, sinar yang berkaitan dengan penuaan kulit | Tertulis broad spectrum, atau ada tanda PA+ sampai PA++++ |
| Water resistant | Lapisan sunscreen bertahan di kulit basah atau berkeringat | 40 atau 80 menit |
| Nomor notifikasi BPOM | Produk kosmetik ini terdaftar resmi di Indonesia | Bisa ditemukan di cekbpom.pom.go.id |
Patokan SPF 30, spektrum luas, dan tahan air berasal dari American Academy of Dermatology (AAD), yang juga mencatat ketahanan air bertahan 40 atau 80 menit dan tidak semua sunscreen memilikinya. Definisi SPF dan PA dijelaskan PERDOSKI: SPF mengukur perlindungan dari UVB, sedangkan PA mengukur perlindungan dari UVA, dengan PA+ sampai PA++++ sebagai tingkatnya. FDA menyebut sunscreen broad spectrum membantu melindungi dari kedua jenis sinar UV itu.

Syarat keempat paling khas Indonesia. BPOM menegaskan kosmetik tabir surya dengan klaim SPF wajib dinotifikasi dan dievaluasi dari sisi keamanan, manfaat, dan mutu. Cara mengeceknya langkah demi langkah ada di panduan cek BPOM.
Apakah SPF 50 selalu lebih bagus dari SPF 30?
Tidak selalu, dan ini bagian yang paling sering disalahpahami. Menurut panduan label AAD, SPF 15 menyaring 93% sinar UVB dan SPF 30 menyaring 97%. PERDOSKI menambahkan SPF 50 memblokir 98%. Jadi lompatan dari 30 ke 50 hanya sekitar satu persen, dan tidak ada sunscreen yang menyaring 100%. Artinya, sunscreen yang bagus bukan otomatis yang angkanya paling besar.
AAD juga menegaskan dua hal penting di halaman tanya jawab sunscreen. Pertama, SPF tinggi bertahan sama lamanya dengan SPF rendah, jadi tidak memberi izin untuk berada di luar lebih lama tanpa mengulang. Kedua, banyak orang hanya memakai sekitar 20 sampai 50% dari jumlah yang dibutuhkan untuk mencapai angka SPF di label. Di sinilah SPF tinggi berguna: ia membantu menutup kekurangan takaran.
Pendapat redaksi Cantikmu: kalau harus memilih antara SPF 50 yang dipakai tipis-tipis dan SPF 30 yang dipakai cukup banyak serta diulang, pilih yang kedua. Angka besar di kemasan tidak menolong bila takarannya kurang.
Ada satu catatan khusus Indonesia. Dalam penjelasan yang sama, BPOM melaporkan audit dokumen produk tabir surya yang dilakukan berbasis risiko pada 2020 sampai 2023 menemukan produk tidak memenuhi ketentuan sebesar 100% (2020), 100% (2021), 53% (2022), dan 100% (2023), antara lain karena pemilik izin edar tidak bisa memberikan data pendukung nilai SPF. Audit itu dilakukan berbasis risiko, bukan sampel acak, jadi menurut redaksi angkanya tidak bisa dibaca sebagai gambaran semua sunscreen di pasaran. Tetap saja, itu alasan kuat untuk tidak memilih sunscreen hanya karena angka SPF paling tinggi di iklan.
Physical, chemical, atau hybrid: mana yang lebih bagus?
AAD membedakannya dari bahan aktif. Kalau bahan aktifnya titanium dioxide, zinc oxide, atau keduanya, itu sunscreen physical (mineral). Kalau tidak mengandung keduanya, itu sunscreen chemical. Hybrid memadukan bahan aktif dari kedua kelompok. Kamu bisa mempelajari bahan mineral ini lebih jauh di halaman zinc oxide dan titanium dioxide.
Yang jarang dibahas: AAD menyebut semua jenis itu bisa melindungi dengan efektif selama memenuhi syarat spektrum luas, tahan air, dan SPF 30 atau lebih. Jadi pertanyaan "mana yang lebih bagus" lebih tepat diganti "mana yang cocok untuk kulitku". Dokter kulit menyarankan sunscreen mineral untuk kulit sensitif, dan itu dibahas di bagian kulit sensitif di bawah.
Di Indonesia, Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025 memuat lampiran bahan tabir surya yang diizinkan dalam kosmetik, termasuk zinc oxide dan titanium dioxide dengan kadar maksimum masing-masing 25%. Artinya, sunscreen yang terdaftar resmi sudah dibatasi bahan dan kadarnya.
Tekstur sunscreen: krim, gel, lotion, stick, atau spray
BPOM mengingatkan tekstur dan kekentalan tabir surya tidak berhubungan dengan nilai SPF. Tekstur menentukan kenyamanan, sedangkan efektivitasnya bergantung pada jumlah yang dioleskan dan jenis kulit masing-masing. Ringkasan dari AAD dan BPOM:
| Tekstur | Paling cocok untuk | Catatan |
|---|---|---|
| Krim (berbasis minyak) | Kulit kering dan pemakaian di wajah | AAD dan BPOM sama-sama menyarankannya untuk kulit kering |
| Gel (berbasis air) | Kulit berminyak dan area berambut | Terasa lebih ringan |
| Stick | Sekitar mata | Praktis untuk area kecil |
| Spray | Area luas yang sulit dijangkau | Sulit memastikan jumlahnya cukup; jangan disemprotkan di dekat wajah |
Untuk spray, AAD menyarankan menyemprot sampai kulit tampak berkilau lalu meratakannya dengan tangan, dan tidak menyemprot di dekat wajah, mulut, atau api. Untuk wajah, redaksi Cantikmu lebih menyarankan krim, gel, atau lotion yang dioleskan, karena takarannya lebih mudah dikontrol.
Sunscreen untuk kulit berminyak dan berjerawat
Untuk kulit berminyak, BPOM menyarankan tabir surya berbasis air atau gel, dan AAD juga menyebut gel cocok untuk kulit berminyak. Untuk kulit berjerawat, cari tulisan "non-comedogenic" atau "won't clog pores" (tidak menyumbat pori), sesuai tips perawatan jerawat AAD.
AAD juga mengingatkan sebagian obat jerawat membuat kulit jauh lebih sensitif terhadap sinar UV. Hal serupa berlaku untuk bahan aktif skincare. FDA menyarankan perlindungan matahari bagi pengguna AHA, dan DermNet menyebut pemakaian sunscreen dan pelembap rutin di siang hari membantu melindungi dari sensitivitas matahari akibat retinoid. Jadi kalau kamu sedang memakai retinol untuk pemula atau eksfolian, sunscreen pagi bukan pilihan lagi, tetapi keharusan.
Satu kesalahan yang sering terjadi pada kulit berjerawat adalah melewatkan sunscreen karena takut berjerawat. Padahal AAD menyebut noda gelap sering muncul setelah jerawat mereda, dan perawatan noda gelap yang efektif dimulai dari sunscreen. Kalau masalahmu sudah sampai bekas jerawat, baca juga cara menghilangkan bekas jerawat.
Sunscreen untuk kulit kering
Untuk kulit kering, AAD menyebut krim paling cocok, dan BPOM menyarankan tabir surya berbasis minyak atau krim. Di tips kulit kering AAD, dokter kulit menyarankan produk berlabel "fragrance-free" (tanpa pewangi) dan pelembap yang mengandung bahan seperti gliserin, dimethicone, atau hyaluronic acid.
Urutannya sederhana: pelembap lebih dulu, sunscreen sesudahnya. AAD menulis sunscreen selalu dipakai setelah produk skincare lain dan di bawah makeup. Kalau kamu masih menyusun rutinitas dari nol, mulai dari basic skincare untuk pemula, lalu susun urutan pagi dan malammu di alat urutan skincare.
Menurut redaksi, kulit kering paling sering "kalah" bukan karena salah memilih sunscreen, tetapi karena sunscreen dipakai di atas kulit yang belum dilembapkan. Hasilnya terasa ketat dan bersisik, lalu sunscreen ditinggalkan.
Sunscreen untuk kulit sensitif
AAD menulis dokter kulit menyarankan sunscreen physical atau mineral (zinc oxide dan titanium dioxide) untuk kulit sensitif. Label "sensitive skin" sendiri tidak didefinisikan resmi oleh FDA. Menurut AAD, label itu biasanya berarti sunscreen memakai zinc oxide atau titanium dioxide, tidak mengandung pewangi, minyak, PABA, atau bahan aktif chemical yang bisa mengiritasi, dan bersifat hipoalergenik.
Karena labelnya tidak baku, baca daftar bahannya sendiri. Kamu bisa memeriksa bahan yang belum kamu kenal di alat cek bahan. Untuk produk baru, AAD menyarankan uji tempel: oleskan di area kecil seperti lengan bagian dalam atau lipatan siku, dua kali sehari selama 7 sampai 10 hari.
Kalau kulitmu gampang perih setelah memakai produk baru, baca juga artikel skin barrier rusak untuk mengenali tandanya. BPOM juga mengingatkan untuk segera menghentikan pemakaian bila timbul efek yang tidak diinginkan atau reaksi alergi berat, lalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Sunscreen untuk kulit kombinasi, normal, dan "semua jenis kulit"
Sumber yang kami pakai tidak memberi aturan khusus untuk kulit kombinasi. Logika paling aman adalah menggabungkan dua panduan di atas: kalau zona T (dahi, hidung, dagu) lebih dominan berminyak, mulai dari gel atau lotion ringan; kalau pipi lebih dominan kering, pilih krim yang tidak terlalu berat. Belum yakin jenis kulitmu yang mana? Coba kuis jenis kulit lebih dulu.
Untuk kulit normal, patokannya cukup empat syarat label. Bagaimana dengan klaim "untuk semua jenis kulit"? Klaim itu milik produsen, bukan standar resmi. Jadi tetap cek empat syarat label, lalu nilai sendiri teksturnya setelah uji tempel.
Sunscreen untuk flek hitam, kulit kusam, dan kulit sawo matang
Flek hitam dan melasma
Menurut AAD, perawatan noda gelap yang efektif dimulai dari sunscreen. AAD menyarankan sunscreen tinted (berwarna) yang mengandung iron oxide, karena iron oxide membantu melindungi kulit dari cahaya tampak matahari, salah satu penyebab noda gelap. Syarat lainnya tetap sama: SPF 30 atau lebih, spektrum luas, tahan air, non-comedogenic bila kulitmu berminyak, dan warnanya menyatu dengan kulit.
Tips praktis dari AAD: iron oxide biasanya tercantum di daftar bahan tidak aktif (inactive ingredients), bukan bahan aktif. Ini karena bahan aktif hanya yang melindungi dari sinar UV, sedangkan iron oxide melindungi dari cahaya tampak.
Untuk melasma, AAD menyebut perlindungan matahari setiap hari sebagai salah satu perawatan paling umum, termasuk saat mendung, karena sinar matahari memicu melasma. Kalau melasmamu tidak kunjung hilang, AAD menyarankan memeriksakannya ke dokter spesialis kulit untuk membahas pilihan perawatannya. Redaksi Cantikmu menambahkan satu kehati-hatian: noda atau bintik yang berubah bentuk, ukuran, atau warna juga sebaiknya diperiksa dokter, bukan ditutup dengan produk baru. Kamu bisa mencari dokter lewat direktori PERDOSKI.
Sunscreen untuk kulit kusam
"Kusam" bukan istilah medis, dan sumber yang kami pakai tidak memberi patokan sunscreen khusus untuk kulit kusam. Yang dijelaskan AAD: tanpa perlindungan matahari, kerusakan kulit menumpuk seiring waktu dan bisa memunculkan bintik, noda penuaan (age spots), dan kerutan. Dalam rilis yang sama, AAD menyebut sunscreen membantu mencegah noda gelap dan penuaan dini, dan dokter kulit yang dikutip menyarankan sunscreen spektrum luas, tahan air, SPF 30 atau lebih sebagai langkah terakhir skincare pagi, setelah pelembap.
Jadi, kalau yang kamu sebut kusam adalah warna kulit yang mulai tidak rata atau bernoda, sunscreen untuk kulit kusam tidak punya syarat tambahan: cukup empat syarat label di atas, dipakai setiap hari termasuk saat mendung. Pendapat redaksi: jangan berharap sunscreen membuat kulit langsung tampak cerah. Perannya mencegah noda baru, bukan memudarkan noda lama. Kalau kusammu lebih terasa kasar atau kering, mulai dengan memastikan pelembapmu cukup, lalu cari penyebab lainnya di pilar Masalah Kulit.
Kulit sawo matang
AAD menjelaskan cahaya tampak dari matahari bisa meningkatkan penggelapan kulit (hiperpigmentasi), terutama pada orang dengan warna kulit lebih gelap. Banyak kulit sawo matang masuk kelompok warna kulit sedang sampai gelap, jadi saran ini relevan. Untuk melindungi diri dari cahaya tampak, AAD menyarankan mencari tempat teduh, memakai pakaian pelindung, dan sunscreen spektrum luas berlabel "tinted" dengan SPF 30 atau lebih.
Bonusnya, menurut AAD sunscreen tinted juga membantu menghindari sisa putih atau white cast yang ditinggalkan sebagian sunscreen. Tips dari redaksi, bukan dari AAD: saat mencoba sunscreen tinted, oleskan sedikit di rahang, lihat hasilnya di cahaya alami, lalu pilih warna yang paling menyatu. Kalau kamu juga merias wajah, lanjutkan dengan make up natural di atas sunscreen yang sudah meresap.
Cara memakai sunscreen supaya perlindungannya sesuai label
Sunscreen yang bagus pun gagal melindungi kalau dipakai terlalu sedikit. Ini aturan dari AAD dan BPOM yang paling layak diingat:
- Takaran wajah: minimal satu sendok teh, kira-kira sepanjang jari telunjuk dan jari tengah. Untuk seluruh tubuh orang dewasa, sekitar satu ons atau satu gelas sloki.
- Waktu: oleskan di kulit kering sekitar 15 menit sebelum keluar. BPOM menulis 15 sampai 30 menit sebelum terpapar matahari.
- Area: semua kulit yang tidak tertutup pakaian, termasuk leher, telinga, dan punggung kaki. Untuk bibir, pakai lip balm dengan SPF 30 atau lebih.
- Ulangi: kira-kira setiap dua jam saat di luar, dan segera setelah berenang, berkeringat, atau mengeringkan badan dengan handuk.
- Urutan: sunscreen adalah langkah terakhir skincare pagi, sebelum makeup. Saran redaksi: sunscreen adalah perlindungan untuk siang hari, jadi rutinitas malammu tidak perlu ditutup dengan sunscreen. Cukup bersihkan wajah sebelum tidur.

Foto di atas memperlihatkan masalah yang tidak terlihat oleh mata biasa: olesan yang tidak rata. Area yang terlewat tidak mendapat perlindungan dari sunscreen. Cara yang redaksi sarankan: bagi takaran ke beberapa titik di dahi, pipi, hidung, dan dagu, lalu ratakan pelan sampai ke garis rambut, rahang, dan leher.
Jangan lupa hari mendung. AAD menyebut hingga 80% sinar UV berbahaya bisa menembus awan, dan sinar UVA bisa melewati kaca jendela. BPOM juga mengingatkan tabir surya tidak melindungi 100%, jadi hindari terlalu lama di bawah matahari sekitar pukul 10 pagi sampai 2 siang. PERDOSKI menambahkan topi atau pakaian yang sesuai sebagai perlindungan tambahan saat beraktivitas di luar ruangan.
Kesalahan yang membuat sunscreen bagus jadi percuma
Menurut AAD, orang yang tetap terbakar matahari biasanya tidak mengulang sunscreen, memakai terlalu sedikit, atau memakai sunscreen kedaluwarsa. Beberapa kebiasaan lain yang patut dihindari:
- Mengandalkan makeup ber-SPF saja. AAD mencatat sebagian pelembap dan kosmetik memang mengandung SPF, tetapi tetap perlu diulang kira-kira setiap dua jam saat di luar. Di panduan skincare usia 20-an AAD, dokter kulit menjelaskan makeup baru memberi manfaat SPF bila SPF-nya 30 atau lebih dan dipakai ulang setiap dua jam. Menurut redaksi, takaran cushion atau bedak juga jarang mendekati satu sendok teh untuk wajah, jadi anggap makeup ber-SPF sebagai lapisan tambahan.
- Menyimpan sunscreen di tempat panas. BPOM menyarankan menghindari tempat panas atau sinar matahari langsung karena bisa merusak bahan tabir surya. Jok motor dan dasbor mobil yang terjemur termasuk.
- Mengabaikan tanggal kedaluwarsa. Buang sunscreen yang sudah lewat tanggalnya.
- Tergiur klaim iklan berlebihan. BPOM mengimbau konsumen bijak menilai manfaat yang ditawarkan iklan tabir surya.
Checklist sebelum membeli sunscreen
BPOM mengenalkan Cek KLIK: cek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli dan memakai kosmetik, terutama tabir surya. Gabungkan dengan kriteria di atas:
- Kemasan utuh, tidak penyok atau bocor.
- Label menyebut SPF 30 atau lebih dan broad spectrum atau PA.
- Tahan air bila kamu berkeringat atau berenang.
- Nomor notifikasi BPOM ada dan cocok saat dicek di situs BPOM.
- Tanggal kedaluwarsa masih jauh.
- Tekstur sesuai jenis kulitmu, dan tinted bila kamu punya flek atau ingin menghindari white cast.
Kalau semua poin itu terpenuhi, kamu sudah memegang sunscreen yang bagus untuk kulitmu, apa pun mereknya.
Belanja di marketplace? Waspadai produk tanpa nomor BPOM atau dengan klaim yang terdengar terlalu bagus. Ciri kosmetik berbahaya dibahas di artikel ciri skincare bermerkuri, dan ulasan bahan produk yang sudah kami cek status BPOM-nya bisa kamu temukan di pilar Ulasan. Untuk topik sunscreen lainnya, buka pilar Sunscreen.
Pertanyaan yang sering diajukan
SPF berapa yang cukup untuk dipakai sehari-hari?
American Academy of Dermatology menyarankan SPF 30 atau lebih, dengan perlindungan spektrum luas dan tahan air. SPF 30 menyaring sekitar 97% sinar UVB. SPF 50 menyaring sedikit lebih banyak, tetapi tidak membuatmu boleh berada di luar lebih lama tanpa mengulang.
Apa arti PA+ sampai PA++++ di kemasan sunscreen?
Menurut PERDOSKI, PA mengukur perlindungan terhadap sinar UVA, yaitu sinar yang berkaitan dengan penuaan kulit. Jumlah tanda plus, dari PA+ sampai PA++++, menunjukkan tingkat perlindungannya. Angka SPF sendiri hanya menggambarkan perlindungan dari UVB.
Apakah sunscreen ber-SPF tinggi tidak perlu diulang?
Tetap perlu. AAD menjelaskan SPF tinggi bertahan sama lamanya dengan SPF rendah. Ulangi kira-kira setiap dua jam saat di luar ruangan, dan segera setelah berenang, berkeringat, atau mengeringkan badan dengan handuk.
Sunscreen apa yang cocok untuk kulit sawo matang?
Sunscreen yang memenuhi syarat dasar (spektrum luas, SPF 30 atau lebih, tahan air) dan berlabel tinted. Sunscreen tinted mengandung iron oxide yang membantu melindungi dari cahaya tampak, yang menurut AAD bisa memperparah noda gelap terutama pada warna kulit lebih gelap, sekaligus mengurangi kesan putih atau white cast.
Kalau sudah pakai cushion atau bedak ber-SPF, apakah masih perlu sunscreen?
AAD mencatat sebagian pelembap dan kosmetik memang mengandung SPF. Masalahnya, perlindungan di label hanya tercapai bila jumlahnya cukup, dan jarang ada orang yang memakai cushion sebanyak satu sendok teh untuk wajah. Karena itu redaksi Cantikmu menyarankan sunscreen tetap dipakai sebagai langkah terakhir skincare, lalu makeup ber-SPF dianggap tambahan.
Apakah tekstur sunscreen memengaruhi angka SPF?
Tidak. BPOM mengingatkan tekstur dan kekentalan tabir surya tidak berhubungan dengan nilai SPF. Tekstur menentukan kenyamanan, sedangkan perlindungannya bergantung pada jumlah yang dioleskan. Pilih gel untuk kulit berminyak dan krim untuk kulit kering supaya kamu mau memakainya cukup banyak.
Berapa banyak sunscreen yang dipakai untuk wajah?
AAD menyarankan minimal satu sendok teh untuk wajah, kira-kira sepanjang jari telunjuk dan jari tengah. Oleskan di kulit kering sekitar 15 menit sebelum keluar, dan BPOM menulis 15 sampai 30 menit sebelum terpapar matahari.
Apakah sunscreen tetap perlu saat mendung atau di dalam ruangan dekat jendela?
Tetap perlu. AAD menyebut hingga 80% sinar UV berbahaya bisa menembus awan, dan sinar UVA bisa melewati kaca jendela. Pakai sunscreen setiap pagi bila kamu beraktivitas di luar atau duduk dekat jendela, termasuk saat cuaca mendung.
Sumber
Rujukan yang dipakai untuk menyusun artikel ini. Semua tautan dibuka di tab baru.
- How to select a sunscreenAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- How to apply sunscreenAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- Sunscreen FAQsAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- How to decode a sunscreen labelAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- American Academy of Dermatology survey: half of Americans worry about skin aging, but many still skip sunscreenAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- How to fade dark spots in darker skin tonesAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- Melasma: Self-careAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- Acne: Tips for managingAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- Dermatologists' top tips for relieving dry skinAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- How to test skin care productsAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- Skin care in your 20sAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- Memahami SPF: Panduan Lengkap Memilih Sunscreen yang TepatPERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin dan Estetik Indonesia) (perdoski.id), diakses
- Menjaga Kesehatan Kulit Melalui Kebiasaan Sehari-hariPERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin dan Estetik Indonesia) (perdoski.id), diakses
- Penjelasan BPOM RI Nomor HM.01.1.2.08.23.33 tentang Informasi Kosmetik Tabir Surya (Sunscreen) dengan Klaim SPFBadan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) (pom.go.id), diakses
- Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025 (Lampiran bahan tabir surya yang diizinkan dalam kosmetik)Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui JDIH peraturan.go.id, diakses
- Sunscreen: How to Help Protect Your Skin from the SunU.S. Food and Drug Administration (FDA) (fda.gov), diakses
- Alpha Hydroxy AcidsU.S. Food and Drug Administration (FDA) (fda.gov), diakses
- Topical retinoidsDermNet (dermnetnz.org), diakses



