Cek izin edar kosmetikmu sebelum beliLihat panduan

Bahan AktifPanduan

Retinol untuk Pemula: Cara Memulai, Frekuensi, dan Efek yang Wajar

Panduan retinol untuk pemula: cara memulai, frekuensi yang dinaikkan pelan-pelan, urutan pakai di skincare malam, efek yang wajar, dan kapan harus berhenti.

Tim Redaksi CantikmuDiperbarui Baca 12 menit

Belum ditinjau tenaga kesehatan. Untuk keluhan kulit yang berat atau tidak membaik, periksakan ke dokter kulit. Cari dokter spesialis kulit (PERDOSKI) (tab baru)

Ringkasan empat aturan awal memakai retinol: malam hari, selang satu malam, satu bahan aktif dulu, serta pelembap dan sunscreen
Empat aturan awal retinol, diringkas dari saran dermatolog AAD dan DermNet.
Jawaban singkat

Retinol untuk pemula sebaiknya dimulai dengan satu produk berkadar paling rendah, dipakai malam hari selang satu malam, lalu frekuensinya dinaikkan pelan-pelan bila kulit nyaman. Kulit kering, kemerahan ringan, dan sedikit mengelupas termasuk efek yang wajar, jadi imbangi dengan pelembap dan sunscreen setiap pagi. Perih, terbakar, atau ruam yang tidak mereda adalah tanda untuk berhenti dan berkonsultasi ke dokter kulit.

Retinol untuk pemula paling aman dimulai dengan satu produk berkadar rendah, dipakai malam hari selang satu malam, lalu frekuensinya dinaikkan pelan-pelan selama kulit terasa nyaman. Kulit sedikit kering atau mengelupas itu wajar. Perih, terbakar, atau ruam yang tidak mereda adalah tanda untuk berhenti.

Retinol sering dijual sebagai bahan "wajib punya", padahal cara memakainya justru yang paling menentukan. Panduan ini membahas apa itu retinol, siapa yang sebaiknya menunda, langkah memulainya, urutan pakai retinol di skincare malam, efek yang wajar, dan cara memilih produk pertama. Semua klaim bahan di sini kami tautkan ke sumbernya, dan daftar lengkapnya ada di bagian Sumber.

Apa itu retinol, dan apa bedanya dengan retinoid resep?

Retinol adalah bentuk vitamin A. Dalam tinjauan di PubMed Central, keluarga retinoid mencakup retinol, retinaldehyde (retinal), retinoic acid, dan retinyl ester. Di kulit, retinol diubah dulu menjadi retinaldehyde, lalu menjadi retinoic acid, yaitu bentuk yang aktif bekerja.

DermNet menulis bahwa retinol dan retinaldehyde umum ditambahkan ke kosmetik. Sementara itu tretinoin, tazarotene, dan trifarotene termasuk retinoid yang diresepkan dokter. Tinjauan PubMed Central yang sama mencatat bahwa retinaldehyde dan retinol jauh lebih jarang mengiritasi dibanding dua retinoid resep dokter, tretinoin dan tazarotene.

Untuk pembaca di Indonesia, perbedaan ini bukan sekadar istilah. Tretinoin (retinoic acid dan garamnya) tercantum di Lampiran V Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025, yaitu daftar bahan yang dilarang dalam kosmetik. Artinya krim kecantikan yang beredar sebagai kosmetik tidak boleh memuat tretinoin; bila kamu butuh tretinoin, jalurnya lewat resep dokter. Dalam siaran pers BPOM Juli 2026, asam retinoat masih ditemukan di kosmetik berbahaya, dan BPOM menyebut bahan ini dapat memicu kulit kering, rasa terbakar, serta gangguan pada janin bagi perempuan hamil.

Jadi kalau ada krim "racikan" yang menjanjikan kulit berubah drastis tanpa nomor notifikasi jelas, curigai dulu. Cek nomornya lewat panduan cek BPOM sebelum dipakai.

JenisContohStatus
Retinoid kosmetikRetinol, retinaldehyde, retinyl esterUmum ada di skincare, pilihan untuk pemula
Retinoid resepTretinoin, tazarotene, trifaroteneHanya lewat resep dokter, tretinoin dilarang dalam kosmetik menurut BPOM

Profil lengkap bahannya, termasuk keamanan dan waktu pakai, ada di halaman retinol. Bahan aktif lain dengan cara pakai dan keamanannya bisa kamu telusuri di kamus bahan aktif skincare.

Siapa yang cocok, dan siapa yang sebaiknya menunda?

Menurut dermatolog di AAD, produk dengan retinoid cocok untuk orang dengan jerawat ringan, warna kulit tidak rata yang ringan, atau garis halus yang ringan. Halaman AAD tentang jerawat di kulit berwarna juga menyebut retinol dapat membantu membuka pori tersumbat dan memudarkan noda gelap.

Yang sering terlewat, AAD juga menulis siapa yang kurang cocok. Orang dengan alergi kulit atau kulit kering cenderung bukan kandidat yang baik. Kulit yang banyak kemerahan atau meradang sebaiknya menghindari retinoid dan membicarakan kemungkinan rosacea dengan dokter kulit. Lalu ada kehamilan: AAD menulis retinoid tidak boleh dipakai selama hamil, dan DermNet menyebut sebagian retinoid topikal dikontraindikasikan untuk kehamilan.

Menurut kami, daftar "sebaiknya menunda" ini justru lebih penting daripada daftar manfaatnya. Banyak orang mulai retinol karena ikut tren, padahal kulitnya sedang kemerahan atau barrier-nya sedang terganggu. Kalau kulitmu terasa perih bahkan saat memakai pelembap biasa, rapikan dulu dasarnya dengan panduan skin barrier.

Tiga kondisi berikut sebaiknya dibawa ke dokter kulit sebelum mencoba retinoid, sesuai saran AAD:

  • bekas jerawat tingkat sedang sampai berat,
  • jerawat yang mengikuti siklus haid atau perubahan hormon,
  • kulit yang sering merah dan meradang.

Diagram dua kolom: retinol cocok dicoba untuk jerawat ringan, warna kulit tidak rata ringan, dan garis halus ringan; ditunda atau ditanyakan ke dokter saat hamil, kulit kering atau alergi, sering meradang, bekas jerawat sedang sampai berat, dan jerawat hormonal
Siapa yang cocok mencoba retinol dan siapa yang sebaiknya menunda, diringkas dari saran dermatolog AAD dan DermNet yang ditautkan di bagian ini.

Belum yakin jenis kulitmu? Isi kuis jenis kulit dulu. Hasilnya membantu kamu menilai apakah kulitmu cenderung kering atau sensitif, dua kondisi yang perlu mulai lebih pelan.

Cara memulai retinol untuk pemula, langkah demi langkah

Prinsip dasarnya datang dari satu kalimat dermatolog AAD: pakai formula retinoid yang paling ringan, gunakan selang satu malam di awal, lalu naikkan pelan-pelan. Kalau tidak, kulit mudah teriritasi. Berikut cara menerapkannya.

  1. Uji tempel dulu. AAD menyarankan mengoleskan produk baru di area kecil, misalnya lipatan siku atau bagian dalam lengan, dua kali sehari selama tujuh sampai sepuluh hari. Kalau tidak ada reaksi, baru pindah ke wajah.
  2. Mulai dari satu produk aktif. AAD mengingatkan bahwa memakai beberapa produk antipenuaan sekaligus bisa mengiritasi kulit. Selama masa awal, jangan menambah eksfolian atau serum aktif baru.
  3. Pakai di malam hari. AAD dan Cleveland Clinic sama-sama menempatkan retinoid di rutinitas malam.
  4. Beri jeda setelah cuci muka. Dermatolog yang dikutip AAD di panduan skincare usia 20-an menyarankan menunggu 20 sampai 30 menit setelah mencuci muka sebelum mengoleskan retinoid. Kalau retinoid terasa terlalu mengeringkan, sarannya: oleskan pelembap yang tidak menyumbat pori segera setelah cuci muka, lalu retinoid 20 sampai 30 menit kemudian.
  5. Jauhi area dekat mata dan bibir. DermNet menulis retinoid bisa mengiritasi bila dioleskan terlalu dekat ke mata atau bibir.
  6. Lindungi kulit di pagi hari. DermNet menyarankan kombinasi sunscreen dan pelembap rutin di siang hari untuk menghadapi kulit kering dan lebih sensitif matahari.

Catatan redaksi: jangan memulai retinol bersamaan dengan produk baru lain. Kalau kulit bereaksi, kamu tidak akan tahu mana penyebabnya.

Frekuensi: contoh jadwal naik bertahap

AAD tidak memberi kalender baku, dan kami juga tidak akan mengarangnya. Yang ada adalah prinsip dari dermatolog di halaman retinoid AAD: pakai formula paling ringan, mulai selang satu malam, lalu naikkan pelan-pelan, karena tanpa itu kulit mudah teriritasi. Tabel di bawah menerjemahkan prinsip itu menjadi tahapan pemakaian retinol untuk pemula, dengan patokan respons kulit, bukan tanggal atau jumlah malam tertentu.

Diagram tiga tahap memulai retinol: mulai selang satu malam, naikkan pelan-pelan tanpa angka baku, jangan naik dulu bila kulit perih
Contoh pola naik bertahap. Kecepatan naiknya mengikuti respons kulitmu, bukan kalender.

TahapFrekuensiNaik ke tahap berikut bilaMundur bila
AwalSelang satu malam, atau lebih jarang bila kulitmu kering atau sensitifKulit terasa nyaman beberapa kali pemakaian berturut-turutPerih, kering berat, atau mengelupas lebar
MenyesuaikanNaikkan pelan-pelan; seberapa cepat mengikuti kulitmu, tidak ada angka bakuTetap nyaman, tidak ada rasa terbakarMuncul kemerahan yang tidak mereda keesokan harinya
RutinFrekuensi yang kulitmu terima, tidak harus setiap malamTidak perlu naik lagiKembali ke frekuensi sebelumnya dan pakai pelembap dulu

Kolom "mundur bila" adalah saran redaksi yang mengikuti logika prinsip AAD tadi: kalau naik terlalu cepat membuat kulit iritasi, jangan memaksa naik. Untuk rasa perih yang menyengat, aturannya lebih tegas, yaitu berhenti (lihat bagian efek di bawah).

Kami sengaja menulis "tidak harus setiap malam". Jangan menganggap pemakaian setiap malam sebagai garis finis. Kulit yang nyaman dengan frekuensi lebih jarang pun sudah memakai retinol dengan benar. Target sebenarnya adalah konsisten tanpa iritasi.

Urutan pakai retinol di skincare malam

Urutan pemakaian skincare malam dengan retinol sebenarnya pendek. Cleveland Clinic menulis bahwa di malam hari, retinol dan retinoid dipakai menggantikan serum, dan pelembap tetap dipakai dua kali sehari. Panduan skincare usia 20-an dari AAD menambahkan urutannya: setelah cuci muka, tunggu 20 sampai 30 menit lalu oleskan retinoid. Bila retinoid terasa terlalu mengeringkan, oleskan pelembap segera setelah cuci muka, lalu retinoid 20 sampai 30 menit kemudian. Halaman retinoid AAD juga menyebut memulai pelan-pelan dengan pelembap membantu kulit berwarna terhindar dari noda gelap akibat iritasi.

Diagram urutan skincare malam dengan retinol: pembersih, pelembap opsional, tunggu 20 sampai 30 menit, retinol, pelembap
Urutan pakai retinol di malam hari. Pelembap sebelum retinol adalah opsi bila retinol terasa terlalu mengeringkan.

Urutan pemakaian retinol untuk pemula:

  1. Pembersih. Cuci muka dengan pembersih yang lembut.
  2. Pelembap (opsional). Bila retinol terasa terlalu mengeringkan, oleskan pelembap yang tidak menyumbat pori segera setelah cuci muka.
  3. Tunggu 20 sampai 30 menit. Ini jeda yang disarankan dermatolog di AAD sebelum mengoleskan retinoid, baik dengan maupun tanpa pelembap di langkah 2.
  4. Retinol. Ratakan, hindari sudut mata dan bibir.
  5. Pelembap. Cleveland Clinic menulis pelembap tetap dipakai pagi dan malam.

Pagi harinya, pakai pembersih, pelembap, lalu sunscreen sebagai langkah terakhir. Cleveland Clinic menyebut tiga langkah itu, pembersih, pelembap, dan sunscreen, sebagai rutinitas minimum. Mau menyusun urutan pagi dan malam versimu sendiri lengkap dengan peringatan bahan yang bentrok? Coba pembuat urutan skincare, lalu bandingkan dengan panduan urutan skincare malam.

Tip: di malam retinol, makin sedikit produk makin mudah memantau reaksi kulit. AAD mengingatkan bahwa terlalu banyak produk bisa mengiritasi, terutama bila memakai lebih dari satu produk antipenuaan.

Efek yang wajar vs tanda harus berhenti

Inilah bagian yang paling membingungkan pemula. DermNet mencatat efek samping retinoid topikal berupa dermatitis retinoid, yaitu kemerahan, mengelupas, dan kulit kering, ditambah kulit yang lebih sensitif terhadap matahari.

Soal cara meredamnya, perhatikan konteks sumbernya. Di halaman terapi jerawat AAD, saran memakai jumlah lebih sedikit, pemakaian lebih jarang, dan pelembap lebih dulu ditujukan untuk retinoid resep, dan AAD menegaskan perubahan itu hanya dilakukan dengan bantuan dokter kulit. Untuk retinol yang kamu beli sendiri, saran AAD yang berlaku umum adalah mulai pelan-pelan dengan pelembap, dan bila retinoid terasa terlalu mengeringkan, oleskan pelembap segera setelah cuci muka sebelum retinoid.

Lain cerita dengan rasa perih yang menyengat. AAD menyarankan berhenti memakai produk yang terasa menyengat, panas terbakar, atau kesemutan, karena itu tanda kulitmu teriritasi. Untuk produk resep, AAD meminta kamu bertanya ke dokter dulu sebelum berhenti, tapi retinol yang kamu beli sendiri tidak masuk kategori itu.

Yang kamu rasakanWajar?Yang dilakukan
Kulit lebih kering, sedikit kakuYa, efek yang tercatatPakai pelembap sebelum dan sesudah retinol
Kemerahan ringan yang meredaYa, efek yang tercatatJangan naik tahap dulu, pakai pelembap sebelum retinol
Mengelupas halusYa, efek yang tercatatJangan naik tahap dulu, pakai pelembap sebelum retinol
Mudah gosong atau merah setelah kena matahariEfek yang diketahuiSunscreen setiap pagi, ulangi saat di luar ruangan
Perih menyengat, panas terbakar, kesemutanTidakHentikan pemakaian
Bengkak, melepuh, atau ruam meluasTidakHentikan dan periksakan ke dokter kulit

Bagaimana dengan "purging"? Istilah ini populer di media sosial untuk menyebut jerawat yang muncul di awal pemakaian. Terus terang, sumber dermatologi yang kami buka untuk artikel ini tidak membahas istilah itu. Yang jelas tercatat adalah iritasi dan dermatitis. Jadi jangan memakai label "purging" sebagai alasan untuk bertahan saat kulit jelas teriritasi.

PERDOSKI menyarankan segera berkonsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin bila muncul gatal berkepanjangan, ruam, perubahan warna kulit, atau benjolan yang tidak kunjung membaik.

Retinol dan bahan aktif lain: mana yang boleh dipadukan

Pemula paling aman memakai retinol sendirian dulu. Setelah kulit stabil, barulah pertimbangkan bahan lain. Berikut ringkasan berdasarkan sumber yang kami buka.

Diagram tiga kolom pemakaian retinol bersama bahan lain: niacinamide boleh dipadukan, vitamin C, AHA, dan BHA dipisahkan waktunya, benzoyl peroxide ditanyakan ke dokter dulu
Ringkasan padu padan retinol dengan bahan aktif lain, dari Cleveland Clinic, DermNet, dan AAD. Untuk pemula, retinol tetap paling aman dipakai sendirian dulu.

  • Niacinamide: aman dipadukan. Cleveland Clinic menyebut niacinamide bermanfaat bila dipakai bersama retinol dan dapat menenangkan iritasi akibat eksfolian kuat seperti retinol. Detailnya di halaman niacinamide dan retinol.
  • Vitamin C: pakai di waktu berbeda. Sumber yang kami pakai tidak menyebut adanya reaksi kimia berbahaya antara keduanya. Pembagian waktunya mengikuti saran sumber dermatologi: dermatolog yang dikutip Cleveland Clinic menyarankan vitamin C dipakai pagi hari karena perannya sebagai cadangan perlindungan sunscreen, sedangkan retinoid dipakai malam hari. Baca retinol dan vitamin C.
  • AHA (glycolic acid): pisahkan malamnya. Dermatolog yang dikutip Cleveland Clinic menyarankan, saat baru mulai, sebaiknya hindari memakai glycolic acid bersamaan dengan retinol. Alasannya, mengurangi jumlah bahan aktif saat mencoba produk baru membantu kamu mengetahui bahan mana yang memicu masalah bila kulit bereaksi, dan memakai terlalu banyak bisa memicu iritasi, kulit kering, serta kulit lebih sensitif. Lihat AHA dan retinol.
  • BHA (salicylic acid): pisahkan juga. DermNet menulis, saat memakai salicylic acid, jangan memakai retinoid topikal di area yang sama kecuali atas arahan dokter.
  • Benzoyl peroxide: tanyakan dokter. AAD mencantumkan produk kombinasi retinoid dan benzoyl peroxide sebagai terapi yang diresepkan dokter. Tanpa arahan dokter, jangan menumpuknya sendiri di malam yang sama.

Mau mengecek kombinasi bahan dari produk yang sudah ada di rakmu? Masukkan bahannya ke pengecek kecocokan bahan. Kombinasi yang belum punya data bersumber akan ditandai jelas, bukan ditebak.

Memilih serum retinol untuk pemula

Kami tidak akan menyebut merek tertentu di sini. Saat memilih serum retinol untuk pemula, yang lebih berguna adalah cara membaca produknya, karena label retinol sering tidak seterang yang kamu kira.

Pertama, soal kadar. Dermatolog yang dikutip AAD mengingatkan bahwa untuk produk bebas di Amerika Serikat, tidak ada kewajiban mencantumkan persentase retinol di label. Sarannya: pakai formulasi paling rendah yang bisa kamu temukan. Kalau kadarnya tidak tertulis, anggap saja produk itu belum tentu lembut, lalu mulai lebih jarang.

Kedua, soal bentuk. DermNet menulis bahwa sediaan gel paling tidak kentara di kulit, sedangkan krim paling jarang mengiritasi. Untuk kulit kering atau sensitif, menurut kami krim lebih masuk akal sebagai titik awal daripada gel.

Ketiga, soal jenis retinoidnya. Retinyl ester dan retinol termasuk keluarga yang sama, dan tinjauan PubMed Central mencatat retinol serta retinaldehyde jauh lebih jarang mengiritasi dibanding dua retinoid resep dokter, tretinoin dan tazarotene. Kalau kulitmu tidak cocok dengan retinol sama sekali, Cleveland Clinic menyebut bakuchiol sering dipakai sebagai alternatif yang lebih lembut, meski Cleveland Clinic juga menulis masih perlu riset lanjutan untuk membandingkannya dengan retinoid resep.

Keempat, legalitas. Produk retinol yang kamu beli wajib punya nomor notifikasi BPOM. Cocokkan nama produk dan nomornya di situs BPOM, caranya ada di panduan cek BPOM. Ingat juga peringatan BPOM soal krim berbahaya di artikel skincare merkuri.

Pendapat redaksi: harga mahal tidak membuat retinol lebih cocok untuk pemula. AAD sendiri menulis produk antipenuaan yang efektif ada di semua rentang harga.

Retinol untuk kulit sawo matang dan iklim tropis

Bagian ini penting untuk kamu yang berkulit sawo matang. Dermatolog yang dikutip AAD menulis bahwa pada kulit berwarna, iritasi bisa memicu noda gelap atau hiperpigmentasi. Ironis, karena banyak orang memakai retinol justru untuk memudarkan noda gelap.

Jalan keluarnya sama dengan saran AAD: mulai pelan-pelan dan pakai pelembap. Dengan kata lain, untuk kulit sawo matang, kesabaran di tahap awal bukan pilihan, melainkan bagian dari hasil.

Matahari tropis menambah satu lapis risiko. DermNet menyebut retinoid topikal dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari, dan AAD menyarankan perlindungan matahari setiap hari selama memakai retinoid: mencari tempat teduh, memakai topi lebar, dan sunscreen di kulit yang tidak tertutup. Untuk kulit sensitif, AAD menyarankan sunscreen fisik dengan titanium dioxide atau zinc oxide. Cara memilihnya kami bahas di panduan sunscreen yang bagus.

Kalau tujuanmu memudarkan bekas jerawat, DermNet menulis retinoid topikal berguna untuk hiperpigmentasi pascaperadangan dan sangat direkomendasikan untuk jerawat di kulit berwarna. Pembahasan bekas jerawat secara lebih luas ada di panduan cara menghilangkan bekas jerawat.

Ekspektasi yang realistis

Retinol bukan bahan instan. AAD menulis bahwa kebanyakan produk antipenuaan butuh paling sedikit enam minggu untuk bekerja, terkadang sampai tiga bulan. AAD juga mengingatkan bahwa hasilnya hanya bertahan selama produknya terus dipakai.

Di halaman memilih produk antipenuaan, AAD bahkan lebih lugas: produk antipenuaan memberi hasil yang moderat, dan janji yang berlebihan terlalu bagus untuk jadi kenyataan. Menurut kami, kalimat ini layak ditempel di kaca kamar mandi siapa pun yang baru membeli retinol.

Ada satu hal lagi yang sering terlupa. AAD menyebut sunscreen dan pelembap sebagai dua produk antipenuaan paling efektif yang bisa kamu beli. Jadi kalau rutinitas dasarmu belum rapi, retinol bukan langkah pertama. Mulai dari basic skincare, lalu tambahkan retinol untuk pemula setelah kulitmu terbiasa dengan pembersih, pelembap, dan sunscreen.

Kesimpulan

Intinya, retinol untuk pemula bisa menjadi tambahan yang berguna, asalkan dimulai dengan tenang: satu produk, kadar rendah, malam hari, selang satu malam, dan selalu ditemani pelembap serta sunscreen. Naikkan frekuensinya mengikuti respons kulit, bukan mengikuti target orang lain. Kering ringan itu wajar, perih menyengat tidak.

Ingin melihat bahan aktif lain dengan cara yang sama? Jelajahi pilar bahan aktif skincare, atau mulai dari kuis jenis kulit bila kamu belum tahu titik awalmu.

Pertanyaan yang sering diajukan

Retinol untuk pemula sebaiknya dipakai berapa kali seminggu?

Dermatolog AAD menyarankan memakai retinoid berkadar paling rendah selang satu malam di awal, lalu menaikkan frekuensinya pelan-pelan. Tidak ada angka baku untuk kecepatan naiknya. Bila retinoid terasa terlalu mengeringkan, AAD menyarankan pelembap segera setelah cuci muka, lalu retinoid 20 sampai 30 menit kemudian.

Bolehkah retinol dipakai pagi hari?

Sumber dermatologi yang kami rujuk menempatkan retinoid di malam hari, karena retinoid bisa membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari. Pagi harinya tetap pakai pelembap dan sunscreen.

Apakah retinol aman untuk ibu hamil?

Tidak disarankan. AAD menulis retinoid tidak boleh dipakai selama kehamilan, dan DermNet menyebut sebagian retinoid topikal dikontraindikasikan saat hamil. Tanyakan alternatifnya ke dokter kandungan atau dokter kulit.

Bolehkah retinol dipakai bersama niacinamide?

Boleh. Cleveland Clinic menyebut niacinamide bermanfaat bila dipakai bersama retinol dan dapat menenangkan iritasi akibat eksfolian kuat seperti retinol. Yang sebaiknya dipisah malamnya adalah retinol dengan AHA atau BHA.

Kenapa kulit jadi kering dan mengelupas setelah pakai retinol?

DermNet mencatat efek samping retinoid berupa kemerahan, mengelupas, dan kulit kering. Bila kulit terasa terlalu kering, AAD menyarankan pelembap segera setelah cuci muka sebelum retinoid. Hentikan bila muncul rasa terbakar atau ruam yang tidak mereda.

Berapa lama efek retinol mulai terlihat?

AAD menulis kebanyakan produk perawatan antipenuaan butuh paling sedikit enam minggu untuk bekerja, kadang sampai tiga bulan, dan hasilnya tidak bertahan bila pemakaian dihentikan. Anggap angka itu gambaran umum, bukan janji.

Bagaimana urutan pakai retinol di skincare malam?

Cuci muka dengan pembersih lembut, tunggu 20 sampai 30 menit sesuai saran dermatolog di AAD, lalu oleskan retinol dan hindari sudut mata serta bibir. Tutup dengan pelembap. Bila retinol terasa terlalu mengeringkan, oleskan pelembap segera setelah cuci muka, lalu retinol 20 sampai 30 menit kemudian.

Apakah retinol cocok untuk kulit sawo matang?

Bisa, asal dimulai pelan. Dermatolog yang dikutip AAD menulis bahwa pada kulit berwarna, iritasi bisa memicu noda gelap, jadi mulai dengan frekuensi rendah dan pakai pelembap. DermNet menyebut retinoid topikal berguna untuk noda gelap setelah peradangan. Karena kulit jadi lebih sensitif matahari, pakai sunscreen setiap pagi.

Sumber

Klaim kesehatan kulit di artikel ini bersandar pada sumber dermatologi dan regulator berikut. Semua tautan dibuka di tab baru.

  1. Retinoid or retinol? Tips for when to use these skin care powerhousesAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  2. How to maximize results from anti-aging skin care productsAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  3. How to select anti-aging skin care productsAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  4. Acne: Diagnosis and treatmentAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  5. Acne in skin of color: Dermatologists' tipsAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  6. Dermatologist-recommended skin care for your 20sAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  7. How to test skin care productsAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  8. Should I apply my skin care products in a certain order?American Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  9. Topical retinoids (vitamin A creams)DermNet (dermnetnz.org), diakses
  10. Salicylic acidDermNet (dermnetnz.org), diakses
  11. How To Order Your Skin Care RoutineCleveland Clinic (health.clevelandclinic.org), diakses
  12. What Can Vitamin C Do for Your Skin?Cleveland Clinic (health.clevelandclinic.org), diakses
  13. How Should You Use Glycolic Acid?Cleveland Clinic (health.clevelandclinic.org), diakses
  14. Top 6 Benefits of NiacinamideCleveland Clinic (health.clevelandclinic.org), diakses
  15. Bakuchiol: What It Is and How It Compares to RetinolCleveland Clinic (health.clevelandclinic.org), diakses
  16. Retinoids in the treatment of skin aging: an overview of clinical efficacy and safety (Mukherjee dkk., 2006)PubMed Central (pmc.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
  17. Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025 tentang Persyaratan Teknis Bahan KosmetikBadan Pengawas Obat dan Makanan RI (salinan peraturan.go.id), diakses
  18. BPOM Temukan Kembali 14 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya dan Bahan Dilarang pada Triwulan II Tahun 2026Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (pom.go.id), diakses
  19. Pentingnya Menjaga Kesehatan Kulit untuk Mendukung Kualitas Hidup yang Lebih BaikPERDOSKI (perdoski.id), diakses

Ditulis oleh

Tim Redaksi Cantikmu

Tim redaksi

Tim Redaksi Cantikmu adalah nama bersama untuk artikel skincare, makeup, rambut, dan kuku di blog ini. Draf disusun dengan bantuan AI, dan setiap klaim dicocokkan ke sumber yang ditautkan. Penerbit dan penanggung jawab situs: Ahmad Thariq Syauqi.

Lihat pedoman redaksi. Diperbarui .