Masalah KulitPanduan
Jerawat Batu: Ciri, Pemicu, Perawatan Harian, dan Kapan Harus ke Dokter Kulit
Jerawat batu adalah jerawat besar yang tumbuh jauh di bawah kulit. Kenali ciri, pemicu, perawatan harian yang aman, dan tanda kamu perlu ke dokter kulit.
Belum ditinjau tenaga kesehatan. Untuk keluhan kulit yang berat atau tidak membaik, periksakan ke dokter kulit. Cari dokter spesialis kulit (PERDOSKI) (tab baru)

Jerawat batu adalah jerawat meradang yang tumbuh jauh di bawah kulit, berupa benjolan keras (nodul) atau benjolan berisi nanah (kista), dan biasanya terasa nyeri. Perawatan harian yang lembut dan kompres dingin membantu kamu lebih nyaman, tetapi benjolannya jangan dipencet. Produk oles biasa umumnya tidak cukup untuk jenis jerawat ini, jadi periksakan ke dokter spesialis kulit supaya risiko bekasnya lebih kecil.
Jerawat batu adalah sebutan sehari-hari untuk jerawat nodul dan kista: benjolan meradang yang tumbuh jauh di bawah kulit, teraba keras atau berisi nanah, dan sering nyeri. Jangan dipencet. Rawat kulit dengan lembut, kompres dingin saat nyeri, lalu periksakan ke dokter spesialis kulit, karena produk oles biasa umumnya tidak cukup.
Panduan ini membahas cara mengenalinya, pemicu yang bisa kamu cek sendiri, perawatan harian yang aman untuk kulit berminyak dan kombinasi, serta tanda yang berarti kamu sudah perlu bantuan dokter. Kami sengaja tidak menulis "cara mengeluarkan jerawat batu di rumah", dan alasannya ada di bagian keempat.
Apa itu jerawat batu dan apa bedanya dengan jerawat biasa
Semua jerawat berawal dari pori yang tersumbat. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), nodul atau kista terbentuk ketika pori terisi minyak, sel kulit mati, dan bakteri sampai peradangannya masuk jauh ke dalam kulit. Karena letaknya dalam, benjolan ini terasa nyeri saat disentuh.
AAD juga menjelaskan bedanya: kista berisi nanah, sedangkan nodul tidak, sehingga nodul teraba lebih keras. Di Indonesia, keduanya biasa disebut jerawat batu. DermNet menggolongkan jerawat nodulokistik sebagai bentuk jerawat yang parah, yang umumnya meninggalkan bekas ketika mereda.

| Jenis | Letak | Yang kamu rasakan | Bisa dirawat sendiri? |
|---|---|---|---|
| Komedo putih | Permukaan, pori tertutup | Bintik kecil putih atau sewarna kulit, tidak nyeri | Umumnya bisa, tanpa dipencet |
| Komedo hitam | Permukaan, pori terbuka | Titik hitam di pori, tidak nyeri | Umumnya bisa, tanpa dipencet |
| Papul | Agak dalam | Bintik merah, sedikit nyeri | Umumnya bisa bila jumlahnya sedikit |
| Pustul | Agak dalam | Bintik merah dengan nanah putih di tengah | Umumnya bisa bila jumlahnya sedikit |
| Nodul (jerawat batu) | Dalam | Benjolan keras, besar, nyeri, tanpa nanah | Sebaiknya diperiksa dokter |
| Kista (jerawat batu) | Dalam | Benjolan lebih lunak berisi nanah, nyeri | Sebaiknya diperiksa dokter |
Tabel di atas dirangkum dari penjelasan AAD dan Cleveland Clinic. Kalau yang kamu hadapi lebih banyak titik hitam dan putih, panduan cara merawat komedo tanpa melukai kulit lebih cocok untukmu.
Jerawat mendem, apakah sama dengan jerawat batu?
"Jerawat mendem" biasanya dipakai untuk benjolan di bawah kulit yang tidak punya mata. Kalau benjolannya besar, keras, dan nyeri, itu cocok dengan gambaran nodul. Tapi tidak semua benjolan tanpa mata adalah nodul. Benjolan kecil yang tidak nyeri bisa saja komedo tertutup. Yang membedakan adalah ukuran, kedalaman, dan rasa nyerinya.
Ciri-ciri jerawat batu yang perlu kamu kenali
Ciri jerawat batu bisa kamu cek sendiri di depan cermin, tanpa memencet apa pun:
- Terasa sebagai benjolan di bawah kulit, bukan bintik di permukaan, karena peradangannya berada di lapisan dalam.
- Nyeri atau terasa sakit saat disentuh, seperti yang dijelaskan AAD.
- Keras seperti ada "batu" kecil (nodul) atau sedikit lunak karena berisi nanah (kista).
- Berisiko meninggalkan bekas. DermNet menyebut nodul dan kista umumnya meninggalkan bekas ketika mereda.
- Bisa muncul di luar wajah. AAD menyebut jerawat parah bisa menutupi wajah, dada, dan punggung, juga di sepanjang rahang dan leher.
Yang jarang dibahas: bangun tidur lalu menemukan beberapa jerawat besar di wajah yang biasanya bersih belum tentu masuk kategori jerawat parah. Halaman jerawat parah AAD sendiri membuka dengan contoh itu, lalu menjelaskan bahwa yang dimaksud jerawat parah adalah banyak jerawat yang masuk jauh ke dalam kulit, berupa kista dan nodul yang nyeri, dan sering meninggalkan bekas setelah mereda. Menurut kami, membedakan dua keadaan ini penting supaya kamu tidak panik, tetapi juga tidak menunda ke dokter ketika polanya memang berulang.
Jerawat batu di pipi, dagu, dan rahang: lokasinya memberi petunjuk
PERDOSKI menyebut jerawat hormonal pada orang dewasa, terutama perempuan, sering muncul di rahang bawah dan dagu. Jerawat yang hanya muncul di dahi dan pelipis, menurut AAD, bisa dipicu minyak rambut.
Untuk jerawat batu di pipi, tidak ada satu penyebab tunggal. Cek hal yang paling sering menempel ke pipi: kebiasaan menyentuh wajah, makeup atau skincare yang tidak berlabel non-comedogenic, dan kuas makeup yang dipakai bergantian. Ketiganya disebut AAD sebagai kebiasaan yang bisa memperparah jerawat.
Pemicu jerawat batu yang bisa kamu cek
Penyebab dasarnya sama dengan jerawat lain, yaitu pori tersumbat yang meradang. Yang berbeda adalah seberapa dalam peradangannya. Beberapa hal membuat seseorang lebih mudah mengalaminya:
- Hormon. AAD menjelaskan hormon androgen membesarkan kelenjar minyak saat pubertas. PERDOSKI menambahkan, siklus menstruasi, kehamilan, dan PCOS bisa memengaruhi hormon ini.
- Riwayat keluarga. Menurut AAD, kalau orang tua atau kerabat dekatmu pernah punya jerawat dalam yang nyeri, risikomu untuk jenis jerawat ini lebih besar.
- Obat dan suplemen tertentu. DermNet mencatat steroid anabolik dan suplemen seperti whey sebagai faktor risiko jerawat nodulokistik. AAD juga menyarankan ke dokter kulit bila jerawat muncul setelah kamu mulai minum obat baru dalam 6 bulan terakhir. Jangan menghentikan obat sendiri, bicarakan dulu dengan doktermu.
- Produk berminyak. Makeup, skincare, dan produk rambut yang berminyak (misalnya pomade) disebut AAD bisa memperburuk jerawat.
- Kurang tidur dan stres. AAD menulis stres tidak menyebabkan jerawat, tetapi bisa memperparah jerawat yang sudah ada. Kurang tidur juga masuk daftar pemicu yang memperburuk.
Banyak yang mengira jerawat batu muncul karena wajah kotor, lalu mencuci muka lima kali sehari. Kenyataannya terbalik. AAD menyebut mencuci muka berkali-kali justru bisa mengiritasi kulit dan memicu jerawat baru. Kebersihan tetap penting, tetapi cukup dua kali sehari dan setelah berkeringat.
Kenapa jerawat batu jangan dipencet atau dikeluarkan sendiri
Banyak orang mencari cara mengeluarkan jerawat batu. Jawaban jujurnya: jangan dilakukan di rumah. Menurut AAD, memencet jerawat sering mendorong isinya makin dalam ke kulit, sehingga peradangan bertambah. Hasilnya bisa berupa jerawat yang lebih terlihat, lebih nyeri, infeksi dari bakteri di tangan, dan bekas permanen.
Untuk nodul dan kista, risikonya lebih besar lagi karena isinya memang berada jauh di bawah permukaan. Jarum, peniti, atau alat ekstraksi komedo tidak dirancang untuk menjangkau kedalaman itu. Di halaman jerawat parah, AAD bahkan menulis secara khusus bahwa kamu tidak boleh mencoba mengeluarkan isi kista atau nodul di rumah, karena risiko infeksinya besar bila dilakukan di luar ruang praktik dokter.
Catatan redaksi: Tutorial "mengeluarkan jerawat batu" dengan jarum atau kompres lalu dipencet termasuk saran paling berisiko yang banyak beredar di internet. Benjolan yang sudah kempis di permukaan bisa saja masih meradang di dalam.
Kalau benjolannya sangat nyeri atau besar, dokter kulit punya cara yang aman. AAD menjelaskan dokter bisa menyuntikkan obat langsung ke benjolan untuk mengurangi nyeri dan ukurannya, atau membuka dan mengeluarkan isinya dengan alat steril. Tindakan ini hanya boleh dilakukan dokter.
Cara mengatasi jerawat batu di rumah: perawatan harian yang aman
Perawatan di rumah tidak menggantikan dokter untuk jerawat batu, tetapi kebiasaan yang tepat membantu kulit tidak makin teriritasi dan mencegah jerawat baru. Rutinitas ini dirangkum dari 6 kebiasaan perawatan jerawat AAD dan 10 kebiasaan yang memperparah jerawat:
- Cuci muka dua kali sehari dan setelah berkeringat dengan pembersih yang lembut dan tidak kasar. Pakai ujung jari, bukan waslap atau spons.
- Tepuk kering dengan handuk bersih, jangan digosok.
- Lewati astringent, toner beralkohol, dan scrub. AAD menyebut produk ini bisa membuat kulit kering dan jerawat terlihat lebih parah.
- Tetap pakai pelembap untuk kulit berjerawat, dua kali sehari setelah cuci muka. Kulit kering adalah kulit yang teriritasi.
- Kompres dingin saat nyeri. AAD menulis es membantu meredakan peradangan, terutama pada nodul dan kista. Bungkus es dengan kain tipis.
- Jauhkan tangan dari wajah. Menyentuh, mengorek, dan memencet bisa memperparah jerawat.
- Pakai sunscreen setiap keluar rumah. AAD menyarankan sunscreen spektrum luas, tahan air, SPF 30 atau lebih, berlabel non-comedogenic.
PERDOSKI menekankan hal yang sama dari sisi lain: pembersihan yang berlebihan perlu dihindari karena bisa mengganggu lapisan pelindung alami kulit, dan pelembap sebaiknya dipilih sesuai jenis kulit. Kalau kulitmu terasa perih dan ketarik setelah memakai banyak produk jerawat, baca juga tanda skin barrier yang sedang terganggu.
| Lakukan | Hindari |
|---|---|
| Pembersih lembut, berlabel non-comedogenic | Scrub, sikat wajah, sabun yang terasa kesat |
| Pelembap ringan untuk kulit berjerawat | Membiarkan kulit kering karena takut berminyak |
| Kompres es yang dibungkus kain | Memencet, menusuk, atau mengorek benjolan |
| Sunscreen SPF 30 atau lebih setiap hari | Berjemur tanpa perlindungan |
| Satu produk jerawat dipakai rutin beberapa minggu | Ganti produk baru setiap minggu |
Belum yakin jenis kulitmu berminyak atau kombinasi? Coba kuis jenis kulit, lalu susun langkahnya di pembuat urutan skincare. Untuk dasar rutinitasnya, panduan basic skincare untuk pemula dan cara memilih sunscreen yang bagus bisa jadi titik awal.
Makeup saat ada jerawat batu
Menutupi benjolan dengan makeup boleh saja. AAD mengingatkan tiga hal: pilih produk berlabel non-comedogenic, jangan memakai makeup atau kuas bergantian dengan orang lain, dan bersihkan makeup sebelum tidur tanpa pengecualian. Makeup non-comedogenic pun bisa memicu jerawat bila dipakai tidur.
Bahan skincare untuk jerawat batu: apa yang realistis diharapkan
Bagian ini mungkin tidak sesuai harapanmu, tetapi penting. DermNet menulis bahwa pengobatan oles biasanya tidak efektif untuk jerawat nodulokistik. AAD juga menyatakan jerawat parah tidak bisa dibersihkan dengan produk jerawat yang dijual di toko. Jadi, kalau kamu mencari cara menghilangkan jerawat batu hanya dengan serum, kemungkinan besar kamu akan kecewa.
Lalu apa gunanya bahan aktif? Bahan-bahan berikut lebih berperan untuk komedo dan jerawat ringan, serta membantu mencegah pori tersumbat:
- Salicylic acid (BHA). AAD menyebut bahan ini membuka pori yang tersumbat dan mengeksfoliasi kulit. DermNet mengingatkan salicylic acid bisa mengiritasi kulit sehat, jadi oleskan hanya di area yang perlu.
- Niacinamide. DermNet menulis bahan ini bisa membantu jerawat lewat efek antiperadangan dan pengurangan sebum.
- Tea tree oil. Datanya masih terbatas. Sebuah tinjauan sistematis di PMC menyimpulkan bukti tambahan masih dibutuhkan untuk memastikan manfaatnya bagi jerawat.
Perlu diketahui juga, tinjauan Cochrane di PMC menyimpulkan bahwa untuk sebagian besar perbandingan, bukti tentang salicylic acid, nicotinamide, sulfur, zinc, dan AHA sebagai pengobatan jerawat oles masih berkualitas rendah atau sangat rendah. Itu bukan berarti bahan ini tidak berguna, tetapi klaim produk yang berlebihan patut kamu ragukan. Lihat juga ringkasan bahan lain di halaman bahan aktif.
Hati-hati menumpuk bahan. DermNet menyarankan tidak memakai produk pengelupas atau sabun yang mengeringkan di area yang sama dengan salicylic acid, kecuali atas arahan dokter. Cek kombinasi produkmu di pengecek kecocokan bahan sebelum menambah langkah baru.
Bagaimana dengan benzoyl peroxide?
DermNet menyebut benzoyl peroxide sebagai pengobatan oles yang umum untuk jerawat ringan. Di Indonesia, Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025 hanya mencantumkan benzoyl peroxide dalam kosmetik untuk kuku artifisial yang diaplikasikan tenaga profesional. Jadi produk jerawat berbahan ini bukan skincare biasa. Tanyakan ke dokter atau apoteker sebelum memakainya, dan pastikan izin edarnya lewat panduan cek BPOM.
Kapan harus ke dokter kulit
Kotak rujukan di halaman ini bukan formalitas. Untuk jerawat batu, ke dokter justru langkah utama, bukan pilihan terakhir. Cleveland Clinic menyarankan menemui tenaga kesehatan begitu jerawat muncul supaya pengobatan bisa dimulai sebelum terbentuk bekas.

Dari daftar pertanyaan AAD, tanda-tanda ini layak dibawa ke dokter kulit:
- Kamu punya jerawat yang dalam dan nyeri seperti nodul atau kista.
- Sudah mencoba banyak produk, tetapi jerawat tidak membaik atau terus muncul jerawat baru.
- Jerawat mulai meninggalkan bekas atau noda gelap.
- Jerawat di dada atau punggung tidak membaik walau wajah sudah lebih bersih.
- Jerawat muncul setelah kamu mulai minum obat baru.
- Kamu merasa sedih, cemas, atau ingin menyembunyikan wajah karena jerawat.
PERDOSKI juga menyarankan segera berkonsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin bila muncul benjolan yang tidak kunjung membaik. Kamu bisa mencari dokter terdekat lewat direktori dokter PERDOSKI.
Apa yang mungkin dilakukan dokter? Bergantung pada pemeriksaan, dokter bisa memberi obat oles atau obat minum dengan resep, menyuntikkan obat ke benjolan yang sangat nyeri, atau mengeluarkan isinya secara steril. Pilihan obat dan dosisnya hanya bisa ditentukan dokter, karena itu kami tidak menyebut nama obat resep di sini.
Setelah jerawat batu kempis: mencegah bekas dan noda gelap
Jerawat batu sering meninggalkan dua jenis jejak, dan keduanya berbeda. AAD menjelaskan noda datar berwarna merah muda, merah, ungu, cokelat, atau hitam disebut hiperpigmentasi pascainflamasi. Noda ini akhirnya memudar, walau ada yang bertahan setahun atau lebih. Sementara itu, bekas yang berupa cekungan atau tonjolan pada tekstur kulit bersifat permanen.
Ini relevan untuk kulit orang Indonesia. AAD memasukkan keturunan Asia dalam kelompok kulit berwarna (skin of color). Menurut AAD, bila jerawat dibiarkan memburuk sebelum diobati, kulit berwarna punya risiko lebih tinggi mengalami noda gelap dan keloid. DermNet juga mencatat noda gelap dan keloid sebagai komplikasi yang umum pada jerawat nodulokistik di kulit berwarna.
Menurut kami, ini alasan terkuat untuk tidak menunda. Merawat jerawat batu lebih awal sekaligus menjadi cara terbaik mencegah bekasnya. Setelah peradangan mereda, sunscreen harian membantu melindungi kulit dari sinar matahari yang bisa memperburuk jerawat. Untuk pilihan perawatan noda dan bopeng, lanjutkan ke panduan cara menghilangkan bekas jerawat sesuai jenisnya.
Catatan redaksi: Noda gelap sering dikira bekas permanen, lalu dikejar dengan produk keras yang justru mengiritasi. Pastikan dulu jenis bekasnya, baru pilih perawatan.
Kesalahan yang sering membuat jerawat batu makin parah
Dari daftar kebiasaan yang disusun AAD, beberapa kesalahan ini paling sering terjadi pada orang yang sedang berjuang dengan jerawat dalam:
- Ganti produk setiap minggu. AAD menyarankan memakai satu produk jerawat selama 6 sampai 8 minggu sebelum menilai hasilnya. Ganti-ganti produk justru bisa mengiritasi kulit.
- Mengoles produk jerawat hanya di benjolan. Untuk mencegah jerawat baru, AAD menyarankan mengoles tipis merata di area yang rawan berjerawat, tentu dengan memperhatikan iritasi.
- Mengeringkan kulit sampai ketarik. Kulit yang kering adalah kulit yang teriritasi, dan iritasi memicu jerawat baru.
- Menggosok wajah dengan scrub. Scrub bisa mengiritasi dan membuat jerawat kambuh.
- Tidur dengan makeup. Bahkan makeup non-comedogenic bisa memicu jerawat bila tidak dibersihkan. Panduan double cleansing membantu kalau kamu memakai makeup atau sunscreen tebal.
Jujur saja, godaan terbesar saat jerawat batu muncul adalah ingin segera menghilangkannya, entah dengan memencet atau menumpuk produk. Keduanya sama-sama memperpanjang masalah. Yang lebih masuk akal: rawat kulit dengan lembut, catat kapan dan di mana benjolan muncul, lalu bawa catatan itu ke dokter kulit. Lihat juga artikel lain tentang masalah kulit wajah dan jerawat di Cantikmu.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah jerawat batu bisa kempis sendiri?
Bisa saja satu benjolan mereda tanpa tindakan, tetapi waktunya tidak bisa ditebak dan risikonya meninggalkan bekas lebih tinggi daripada jerawat biasa. American Academy of Dermatology menyebut jerawat parah yang berupa nodul dan kista tidak bisa dibersihkan dengan produk jerawat yang dijual bebas, dan menunggunya reda sendiri bisa memakan waktu bertahun-tahun. Kalau benjolan terus muncul, periksakan ke dokter kulit.
Apa yang aman dilakukan saat jerawat batu terasa nyeri?
Kompres dengan es yang dibungkus kain tipis selama beberapa menit. American Academy of Dermatology menyebut es membantu meredakan peradangan pada jerawat yang nyeri, terutama nodul dan kista. Jangan menempelkan es langsung ke kulit, dan jangan memencet atau menusuk benjolannya.
Kenapa jerawat batu sering muncul di dagu dan rahang?
PERDOSKI menyebut jerawat hormonal pada orang dewasa, terutama perempuan, sering muncul di rahang bawah dan dagu, karena hormon androgen memicu produksi minyak berlebih. Siklus menstruasi, kehamilan, dan kondisi seperti PCOS bisa memengaruhi hormon ini. Penanganan jerawat hormonal adalah wilayah dokter, jadi periksakan bila polanya berulang.
Jerawat mendem itu sama dengan jerawat batu?
Jerawat mendem adalah sebutan sehari-hari untuk benjolan di bawah kulit yang tidak punya mata atau kepala. Bentuk ini bisa berupa nodul, yaitu salah satu jenis jerawat batu, terutama bila besar, keras, dan nyeri. Benjolan kecil yang tidak nyeri belum tentu jerawat batu, jadi perhatikan ukuran, rasa nyeri, dan berapa lama benjolan itu bertahan.
Bolehkah memakai makeup saat ada jerawat batu?
Boleh, asal produknya berlabel non-comedogenic atau tidak menyumbat pori, tidak dipakai bersama orang lain, dan selalu dibersihkan sebelum tidur. American Academy of Dermatology mengingatkan bahwa makeup non-comedogenic pun bisa memicu jerawat bila dipakai tidur. Hindari menekan-nekan benjolan dengan spons atau jari saat merias.
Apakah noda gelap setelah jerawat batu itu bekas permanen?
Belum tentu. Noda datar berwarna merah muda, ungu, cokelat, atau hitam yang tertinggal setelah jerawat disebut hiperpigmentasi pascainflamasi, dan menurut American Academy of Dermatology noda ini akhirnya memudar, walau ada yang bertahan setahun atau lebih. Yang permanen adalah bopeng atau tonjolan pada tekstur kulit, dan itu perlu dikonsultasikan ke dokter kulit.
Kenapa jerawat batu tidak boleh dipencet atau dikeluarkan sendiri?
American Academy of Dermatology menjelaskan memencet jerawat sering mendorong isinya makin dalam ke kulit, sehingga peradangan bertambah, nyeri makin terasa, risiko infeksi naik, dan bekas permanen lebih mungkin terbentuk. Untuk kista dan nodul, AAD secara khusus menulis isinya tidak boleh dikeluarkan di rumah. Bila sangat nyeri, dokter kulit bisa menanganinya dengan alat steril.
Berapa lama sebaiknya mencoba satu produk jerawat sebelum menggantinya?
American Academy of Dermatology menyarankan memakai satu produk jerawat selama 6 sampai 8 minggu sebelum menilai hasilnya, karena ganti-ganti produk justru bisa mengiritasi kulit. Ingat juga, produk oles biasa umumnya tidak cukup untuk nodul dan kista, jadi jerawat batu yang terus muncul sebaiknya diperiksakan ke dokter kulit tanpa menunggu.
Sumber
Klaim kesehatan kulit di artikel ini bersandar pada sumber dermatologi dan regulator berikut. Semua tautan dibuka di tab baru.
- Acne: Signs and symptomsAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- Severe acne: Diagnosis and treatmentAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- Acne: Who gets and causesAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- Pimple popping: Why only a dermatologist should do itAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- 6 skin care habits that can clear acneAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- 10 skin care habits that can worsen acneAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- Acne: When to see a dermatologistAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- How to treat acne in skin of colorAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- Acne: Diagnosis and treatmentAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- Nodulocystic acneDermNet (dermnetnz.org), diakses
- AcneCleveland Clinic (my.clevelandclinic.org), diakses
- Jerawat Hormonal pada Dewasa: Mengapa Muncul dan Bagaimana MengatasinyaPERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin dan Estetik Indonesia) (perdoski.id), diakses
- Menjaga Kesehatan Kulit Melalui Kebiasaan Sehari-hariPERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin dan Estetik Indonesia) (perdoski.id), diakses
- Pentingnya Menjaga Kesehatan Kulit untuk Mendukung Kualitas Hidup yang Lebih BaikPERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin dan Estetik Indonesia) (perdoski.id), diakses
- Salicylic acidDermNet (dermnetnz.org), diakses
- Benzoyl peroxideDermNet (dermnetnz.org), diakses
- Topical azelaic acid, salicylic acid, nicotinamide, sulphur, zinc and fruit acid (alpha-hydroxy acid) for acneCochrane Database of Systematic Reviews, via PubMed Central (PMC) (pmc.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
- Efficacy and safety of Melaleuca alternifolia (tea tree) oil for human health: A systematic review of randomized controlled trialsFrontiers in Pharmacology, via PubMed Central (PMC) (pmc.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
- Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), via peraturan.go.id, diakses



