Cek izin edar kosmetikmu sebelum beliLihat panduan

SkincareTutorial

Double Cleansing: Cara Melakukannya dengan Benar dan Siapa yang Butuh

Double cleansing adalah membersihkan wajah dua tahap: pembersih berbasis minyak lalu berbasis air. Simak urutan, contoh produk, dan siapa yang butuh.

Tim Redaksi CantikmuDiperbarui Baca 12 menit
Ilustrasi dua tahap double cleansing: botol minyak pembersih dan kapas di kiri, tabung sabun cuci muka berbusa di kanan
Ilustrasi konsep double cleansing: tahap pertama melarutkan minyak, tahap kedua membersihkan sisanya dengan pembersih berbasis air.
Jawaban singkat

Double cleansing adalah mencuci wajah dua tahap: pembersih berbasis minyak atau micellar water untuk melarutkan sunscreen dan makeup, lalu pembersih berbasis air yang lembut. Cara ini berguna di malam hari bila kamu memakai makeup atau sunscreen tahan air. Tanpa keduanya, satu pembersih lembut biasanya sudah cukup.

Double cleansing adalah cara membersihkan wajah dalam dua tahap: pertama dengan pembersih berbasis minyak atau micellar water untuk melarutkan sunscreen dan makeup, lalu dengan pembersih berbasis air untuk mengangkat sisanya. Cara ini paling berguna di malam hari, terutama kalau kamu memakai makeup atau sunscreen tahan air.

Yang jarang dibahas: double cleansing bukan kewajiban harian untuk semua orang. Di hari kamu tidak memakai makeup dan hanya memakai sunscreen biasa, satu kali cuci muka dengan pembersih lembut sering sudah cukup. Artikel ini membahas arti dan fungsinya, urutan yang benar, contoh pembersih untuk tiap tahap, penyesuaian untuk tiap jenis kulit, dan kesalahan yang paling sering membuat kulit justru kering.

Apa arti double cleansing?

Kalau diterjemahkan langsung, double cleansing berarti "pembersihan ganda". Dalam skincare, istilah ini merujuk ke dua kali membersihkan wajah secara berurutan dengan dua jenis pembersih yang cara kerjanya berbeda. Jadi, bukan sekadar mencuci muka dua kali dengan sabun yang sama.

Alasannya ada di sifat kotoran yang menempel di wajah. Tinjauan tentang pembersih kulit di Indian Journal of Dermatology (2011) menjelaskan bahwa banyak kotoran lingkungan dan produk kosmetik tidak larut dalam air, sehingga membasuh kulit dengan air saja tidak cukup untuk mengangkatnya. Dokter spesialis kulit Kathryn Anderson di Cleveland Clinic menyampaikan hal serupa dengan bahasa yang lebih sederhana: banyak partikel yang ingin kamu angkat dari wajah berbasis minyak, dan air tidak bercampur dengan minyak.

Di sinilah pembagian tugasnya:

  • Tahap pertama memakai pembersih yang "menangkap" minyak, misalnya cleansing oil, cleansing balm, cleansing milk, atau micellar water. Sasarannya sunscreen, alas bedak, maskara, dan minyak berlebih.
  • Tahap kedua memakai pembersih berbasis air seperti sabun cuci muka cair atau busa. Sasarannya sisa pembersih pertama, keringat, dan kotoran yang larut air.

DermNet menjelaskan mekanismenya lewat surfaktan, yaitu bahan pembersih yang punya satu bagian penarik minyak dan satu bagian penarik air. Bagian penarik minyak menempel ke kotoran, bagian penarik air membuatnya bisa dibilas. Menurut kami, memahami prinsip ini lebih berguna daripada menghafal merek: begitu kamu tahu tugas tiap tahap, kamu bisa menilai sendiri apakah malam ini perlu dua tahap atau cukup satu.

Fungsi double cleansing: kapan satu kali cuci belum cukup

Fungsi double cleansing yang paling jelas adalah mengangkat produk yang memang dirancang menempel lama di kulit, terutama sunscreen tahan air dan makeup tahan lama. Ada satu studi kecil yang menarik untuk dibaca dengan kepala dingin.

Chen dan rekan (2020) meminta 20 peserta membersihkan sunscreen dari wajahnya dengan tiga cara: air saja, sabun cuci muka berbusa, atau cleansing oil. Sisa sunscreen lalu diukur dari foto wajah. Hasilnya:

Cara membersihkanSisa sunscreen biasaSisa sunscreen tahan air
Air saja54,0%59,3%
Sabun cuci muka berbusa15,6%36,8%
Cleansing oil13,4%5,8%

Untuk sunscreen biasa, sabun cuci muka dan cleansing oil sama-sama bekerja baik, dan peneliti tidak menemukan perbedaan bermakna dengan kulit sebelum dioles sunscreen. Untuk sunscreen tahan air, ceritanya lain: setelah dicuci sabun berbusa, sisa sunscreen masih lebih dari sepertiga, sedangkan cleansing oil menurunkannya hingga mendekati kulit awal. Di studi yang sama, 8 peserta di kelompok sabun berbusa melaporkan kulit terasa kering setelah mencuci muka, dibanding 1 peserta di kelompok cleansing oil.

Tapi jujur saja, studi ini kecil, hanya menguji beberapa produk tertentu, dan penelitinya sendiri menyebut perlu penelitian lanjutan. Pelajaran yang aman ditarik bukan "semua orang wajib double cleansing", melainkan: sunscreen tahan air dan makeup yang tahan lama butuh pembersih yang melarutkan minyak, sedangkan sunscreen biasa umumnya bisa diangkat satu pembersih yang baik. Itu juga alasan kami menyebut double cleansing sebagai alat, bukan ritual wajib.

Fungsi keduanya sering terlupakan: pembersih yang cukup kuat membuat kamu tidak perlu menggosok. Hosokawa dan rekan (2021), tim yang sebagian besar penelitinya bekerja di produsen kosmetik Kao, menguji cleansing oil selama empat minggu pada 35 perempuan dengan dermatitis atopik ringan di wajah. Mereka menyimpulkan bahwa banyak pasien dermatitis atopik menggosok wajah terlalu keras saat menghapus makeup karena pembersihnya kurang mampu melarutkan makeup. Ingat konteksnya: studi ini kecil, didukung pendanaan Kao, dan pesertanya terbatas pada perempuan dengan kulit atopik ringan, jadi hasilnya belum tentu berlaku untuk semua orang. Meski begitu, logikanya mudah dipahami: tahap pertama yang mampu melarutkan makeup mengurangi godaan menggosok.

Kartu ringkasan dua studi: Chen dkk. 2020 dengan 20 peserta dan Hosokawa dkk. 2021 dengan 35 perempuan berdermatitis atopik ringan yang didanai Kao
Ukuran dan konteks dua studi yang dibahas di bagian ini. Keduanya kecil, jadi hasilnya dibaca sebagai petunjuk, bukan aturan untuk semua orang.

Urutan double cleansing yang benar

Urutan double cleansing selalu sama: pembersih yang melarutkan minyak dulu, baru pembersih berbasis air. Kalau dibalik, sabun cuci muka harus bekerja keras melawan lapisan sunscreen dan makeup, lalu pembersih minyak yang datang belakangan meninggalkan lapisan licin di kulit.

Diagram urutan double cleansing malam hari: pembersih berbasis minyak, pembersih berbasis air, lalu pelembap
Urutan double cleansing di malam hari. Pagi hari cukup satu pembersih lembut.

Beberapa aturan dasar yang berlaku di kedua tahap datang dari panduan Face washing 101 milik American Academy of Dermatology: pakai pembersih yang lembut, tidak abrasif, dan tanpa alkohol; basahi wajah dengan air suam-suam kuku; aplikasikan dengan ujung jari karena waslap atau spons bisa membuat kulit iritasi; jangan menggosok; lalu tepuk kering dengan handuk lembut. Cleveland Clinic menambahkan alasan menghindari air panas: air panas bisa mengikis lapisan pelindung kulit dan membuatnya lebih kering.

Langkah lengkapnya bisa kamu ikuti di bawah ini.

  1. Langkah 1: Pakai pembersih tahap pertama

    Ambil pembersih berbasis minyak (cleansing oil atau cleansing balm) atau micellar water, lalu ikuti petunjuk pakai di kemasannya. Micellar water dituang ke kapas atau telapak tangan.

  2. Langkah 2: Pijat lembut tanpa menggosok

    Ratakan pembersih ke seluruh wajah dengan ujung jari, termasuk area rahang dan leher bila kamu memakai sunscreen atau makeup di sana. Gerakannya lembut, bukan menggosok, karena menggosok membuat kulit iritasi.

  3. Langkah 3: Bilas dengan air suam-suam kuku

    Bilas sisa pembersih dengan air suam-suam kuku, bukan air panas. Kalau tahap pertamamu micellar water, langkah bilas ini boleh langsung diganti tahap kedua.

  4. Langkah 4: Lanjutkan dengan pembersih berbasis air yang lembut

    Basahi wajah, lalu pakai sabun cuci muka yang lembut, tidak abrasif, dan tanpa alkohol. Aplikasikan dengan ujung jari, bukan waslap atau spons, lalu pijat sebentar.

  5. Langkah 5: Bilas lalu tepuk kering

    Bilas sampai tidak ada busa atau rasa licin yang tersisa, lalu tepuk wajah sampai kering dengan handuk bersih yang lembut. Jangan digosok.

  6. Langkah 6: Langsung pakai pelembap

    Pakai pelembap saat kulit masih sedikit lembap, idealnya dalam beberapa menit setelah mencuci muka. Kalau kamu memakai produk perawatan malam, pakai sesuai urutan rutinitasmu.

Satu catatan soal waktu pelembap. Cleveland Clinic, dalam artikelnya tentang ceramide, menyarankan memakai pelembap dalam tiga menit setelah mandi atau mencuci muka. Kalau rutinitas malammu memuat produk perawatan khusus, panduan urutan skincare malam membahas posisi tiap produk sesudah tahap pembersih ini. Kamu juga bisa menyusun urutan sendiri lewat pembuat urutan skincare, yang otomatis menaruh pembersih di langkah pertama.

Contoh double cleansing: pilihan pembersih untuk tiap tahap

Contoh double cleansing yang paling umum adalah cleansing oil diikuti sabun cuci muka cair. Tapi pilihannya lebih luas dari itu, dan tiap jenis punya kelebihan masing-masing. Tabel berikut merangkum pilihan tahap pertama berdasarkan sumber yang kami baca.

Pilihan untuk tahap pertama

Pembersih tahap pertamaCara kerjaCocok untukCatatan
Cleansing oilMinyak melarutkan sunscreen dan makeupMakeup tebal, sunscreen tahan airPada studi Chen dkk., paling efektif mengangkat sunscreen tahan air
Cleansing balmSeperti cleansing oil, tetapi teksturnya padatSama dengan cleansing oilIkuti petunjuk pakai di kemasan
Cleansing milk atau cold creamGabungan pelarut lemak (lilin atau minyak mineral) dengan bahan pembersihKulit keringCara kerjanya dijelaskan di tinjauan Indian Journal of Dermatology
Micellar waterGugus kecil molekul pembersih (micelle) yang menarik kotoran dan minyakHampir semua jenis kulit, termasuk kering dan sensitifUntuk makeup sangat tebal atau tahan air, mungkin perlu pembersih tambahan

Soal micellar water, dokter residen dermatologi Sadia Tahir di Cleveland Clinic menjelaskan bahwa ia membersihkan tanpa banyak mengangkat minyak alami kulit, jadi cocok untuk kulit kering dan sensitif. Cleveland Clinic juga menyarankan menyusulkan pembersih berbasis minyak atau air yang lembut bila kamu sedang mengangkat sunscreen atau kosmetik. Artinya, micellar water plus sabun cuci muka lembut adalah bentuk double cleansing yang sah.

Pilihan untuk tahap kedua

Untuk tahap kedua, kuncinya kelembutan, bukan kekuatan. Menurut dr. Anderson di Cleveland Clinic, sabun cair umumnya lebih lembut daripada sabun batang, dan pembersih tanpa pewangi lebih lembut lagi. Ia juga mencatat bahwa label "gentle cleanser" bukan istilah yang diatur, jadi jangan hanya percaya label depan kemasan. Baca daftar bahannya, atau cek kombinasinya dengan produk lain lewat pengecek kecocokan bahan.

Diagram empat langkah memilih pembersih tahap kedua: bentuk cair, tanpa pewangi, baca daftar bahan, dan pastikan terdaftar BPOM
Patokan memilih pembersih tahap kedua, diringkas dari penjelasan dermatolog Cleveland Clinic dan panduan cek BPOM.

Apa pun yang kamu pilih, pastikan produknya terdaftar di BPOM. Caranya langkah demi langkah ada di panduan cek BPOM, dan pengecekannya langsung di situs cek produk BPOM. Kami sengaja tidak merekomendasikan merek di artikel ini: tiap jenis pembersih di atas tersedia dari banyak merek dengan harga beragam, dan yang menentukan cocok atau tidak adalah jenis dan kebiasaan kulitmu.

Double cleansing untuk kulit berminyak dan berjerawat

Banyak yang mengira kulit berminyak paling wajib double cleansing dan sebaiknya mencuci muka sesering mungkin. Kenyataannya, mencuci berlebihan justru masalah. Tinjauan Indian Journal of Dermatology menyebut anggapan bahwa menggosok kulit kuat-kuat dengan sabun beberapa kali sehari akan mengurangi minyak sebagai mitos, karena kebiasaan itu malah memperburuk jerawat.

Untuk kulit berjerawat yang memakai makeup, American Academy of Dermatology punya saran yang pada dasarnya adalah double cleansing versi aman. Di halaman tentang makeup dan jerawat, AAD menyarankan menghapus makeup sebelum tidur, termasuk makeup mata, dengan penghapus makeup bebas minyak (oil-free), lalu mencuci muka dengan pembersih lembut, tanpa menggosok. AAD juga menyarankan memilih pembersih berlabel "oil-free", "won't clog pores", atau "non-comedogenic", dan mencuci muka dua kali sehari serta setelah berkeringat.

Diagram empat langkah membersihkan makeup pada kulit berjerawat menurut AAD: penghapus makeup oil-free, pembersih lembut tanpa menggosok, label non-comedogenic, dua kali sehari
Versi aman double cleansing untuk kulit berjerawat, diringkas dari saran American Academy of Dermatology tentang makeup dan jerawat.

Perhatikan bedanya dengan saran populer di media sosial. AAD tidak menyarankan cleansing oil untuk kulit berjerawat, melainkan penghapus makeup bebas minyak. Bukan berarti semua cleansing oil pasti membuat jerawat kambuh; belum ada bukti yang berlaku untuk semua orang. Tapi kalau kulitmu mudah berjerawat dan kamu ragu, micellar water atau penghapus makeup berlabel non-comedogenic adalah titik awal yang lebih aman.

Untuk tahap kedua, sebagian orang dengan kulit berjerawat terbantu oleh pembersih yang mengandung bahan aktif. Dr. Anderson menyebut pembersih ber-salicylic acid sebagai salah satu pilihan untuk kulit berjerawat, dan menyarankan membiarkannya satu sampai dua menit agar bahan aktifnya bekerja. Pembersih benzoyl peroxide yang juga sering disebut di artikel luar negeri berbeda statusnya di sini: Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025 hanya mencantumkan benzoyl peroxide dalam kosmetik untuk kuku artifisial yang diaplikasikan tenaga profesional. Jadi produk jerawat berbahan ini bukan skincare biasa; tanyakan ke dokter atau apoteker sebelum memakainya. Ada rambu yang perlu diingat: DermNet mengingatkan agar pembersih khusus jerawat dipakai hati-hati bila kamu juga memakai produk jerawat yang didiamkan di kulit, karena perawatan yang menumpuk bisa membuat kulit sangat kering dan iritasi. Pilih satu tempat untuk bahan aktif, jangan semuanya sekaligus.

Kalau yang kamu lawan adalah komedo, baca juga cara menghilangkan komedo dengan aman. Dan kalau jerawatmu besar, nyeri, meradang, atau meninggalkan bekas, double cleansing tidak akan cukup. Itu saatnya ke dokter spesialis kulit, yang bisa kamu cari lewat direktori dokter PERDOSKI. Artikel tentang jerawat batu membahas tanda-tanda kapan sebaiknya tidak ditunda.

Double cleansing untuk kulit kering, sensitif, dan normal

Untuk kulit kering dan sensitif, risikonya bukan kurang bersih, melainkan terlalu bersih. DermNet menjelaskan bahwa mencuci berlebihan bisa mengangkat lapisan minyak alami (sebum) sehingga air lebih mudah menguap dari kulit, dan kulit yang kehilangan lemaknya bisa menjadi sangat kering. DermNet juga menggambarkan kulit sensitif sebagai kulit yang mudah perih, terutama saat atau sesaat setelah dibersihkan. PERDOSKI menyampaikan pesan senada: membersihkan kulit secara teratur itu penting, tetapi pembersihan berlebihan perlu dihindari karena bisa mengganggu lapisan pelindung alami kulit.

Lalu bagaimana menyesuaikannya?

Diagram tiga kolom penyesuaian double cleansing untuk kulit kering, kulit sensitif, dan kulit normal
Penyesuaian double cleansing per jenis kulit. Ringkasan redaksi dari DermNet, AAD, Cleveland Clinic, dan PERDOSKI yang ditautkan di bagian ini.

  • Kulit kering: pilih cleansing milk, cleansing balm, atau micellar water untuk tahap pertama, lalu sabun cuci muka yang lembut dengan busa tipis. Panduan AAD untuk kulit kering menyarankan memakai pembersih secukupnya untuk mengangkat kotoran dan minyak, tetapi tidak sampai berbusa tebal. Saran itu ditulis untuk mandi, bukan khusus untuk wajah, jadi anggap sebagai prinsip umum: pembersih dipakai secukupnya, bukan sebanyak-banyaknya. Tutup dengan pelembap, misalnya yang mengandung ceramide.
  • Kulit sensitif: sederhanakan. Micellar water lalu satu pembersih tanpa pewangi sudah cukup. Hindari pembersih ber-asam di tahap kedua, karena Cleveland Clinic mengingatkan bahwa pembersih dengan asam seperti AHA atau BHA bisa memicu iritasi pada kulit sensitif. Coba produk baru di area kecil dulu.
  • Kulit normal: kamu punya ruang paling luas. Pakai dua tahap di malam ber-makeup, satu tahap di malam lainnya.

Menurut kami, sinyal yang paling bisa dipercaya adalah rasa kulitmu sendiri. Kalau setelah double cleansing kulit terasa ketarik, perih, atau mengelupas, itu tanda pembersihnya terlalu keras atau frekuensinya terlalu sering, bukan tanda "kulit sedang bersih maksimal". Gejala seperti ini sering berkaitan dengan skin barrier yang terganggu. Belum yakin jenis kulitmu? Coba kuis jenis kulit sebelum memilih produk.

Siapa yang sebenarnya tidak butuh double cleansing?

Ini bagian yang sering dilewatkan artikel lain. Double cleansing populer, tetapi tidak semua orang memerlukannya setiap hari.

Bagan keputusan apakah kamu perlu double cleansing malam ini berdasarkan makeup dan jenis sunscreen yang dipakai
Bagan cepat: double cleansing paling berguna saat ada makeup atau sunscreen tahan air yang perlu dilarutkan.

Kamu kemungkinan cukup dengan satu pembersih bila:

  1. Hari itu tidak memakai makeup dan sunscreen-mu bukan jenis tahan air. Studi Chen dkk. di atas menunjukkan sunscreen biasa bisa diangkat satu sabun cuci muka yang baik.
  2. Sedang pagi hari. Saat bangun tidur tidak ada makeup atau sunscreen yang perlu dilarutkan. AAD menyarankan mencuci muka sekali di pagi hari dan sekali di malam hari, jadi satu pembersih lembut sudah cukup untuk pagi.
  3. Kulit sedang iritasi atau sangat kering. Mengurangi jumlah langkah pembersihan biasanya lebih menolong daripada menambahnya.

Perlu kamu tahu juga, tidak semua sumber yang kami pakai mendukung double cleansing. Di artikel Cleveland Clinic tentang urutan skincare, dokter kulit Sean McGregor menyarankan membersihkan wajah cukup satu kali di setiap sesi, dan artikel itu menyebut double cleansing lebih banyak merugikan daripada menguntungkan. Di sisi lain, studi Chen dkk. menemukan cleansing oil jauh lebih efektif mengangkat sunscreen tahan air dibanding sabun berbusa. Menurut kami, kedua pandangan ini bertemu di satu titik: satu pembersih lembut adalah titik awal, dan tahap kedua baru ditambahkan bila memang ada lapisan yang sulit diangkat.

Sebaliknya, double cleansing paling masuk akal bila kamu memakai makeup tahan lama, alas bedak tebal, maskara tahan air, atau sunscreen tahan air yang kamu oles ulang seharian. Pertanyaan sederhananya: "Apakah ada lapisan berbasis minyak di wajahku malam ini?" Kalau ya, dua tahap. Kalau tidak, satu tahap.

Satu hal lagi yang perlu diluruskan: double cleansing tidak sama dengan mencuci muka lebih sering. AAD menyarankan membatasi cuci muka dua kali sehari, ditambah setelah berkeringat. Dua tahap di satu sesi malam tetap dihitung satu sesi.

Kesalahan yang sering terjadi saat double cleansing

Teknik yang salah bisa membuat double cleansing lebih banyak merugikan daripada membantu. Berikut kesalahan yang paling sering muncul, dan cara memperbaikinya.

KesalahanKenapa bermasalahYang sebaiknya dilakukan
Menggosok wajah kuat-kuatAAD menyebut menggosok membuat kulit iritasiPijat lembut dengan ujung jari
Memakai air panasCleveland Clinic menyebut air panas bisa mengikis pelindung kulitPakai air suam-suam kuku
Memakai waslap atau spons kasarAAD menyebut alat selain ujung jari bisa mengiritasiCukup ujung jari
Dua pembersih yang sama-sama kerasMencuci berlebihan mengangkat minyak alami kulit (DermNet)Satu tahap pelarut minyak, satu pembersih lembut
Melewatkan pelembapPembersih ikut mengangkat sebagian minyak alami kulit (Cleveland Clinic)Pakai pelembap segera setelah mencuci muka
Menumpuk bahan aktifPembersih jerawat plus produk jerawat bisa terlalu mengeringkan (DermNet)Pilih satu tempat untuk bahan aktif

Kesalahan yang paling kami waspadai adalah anggapan "makin banyak tahap, makin bersih". Sebagian orang menambah tahap ketiga atau lebih (triple cleansing). Kami tidak menemukan sumber dermatologi yang menyarankannya, sementara sumber yang ada, dari AAD sampai PERDOSKI, justru mengingatkan bahaya pembersihan berlebihan. Bahkan salah satu sumber kami, Cleveland Clinic, sudah menilai double cleansing lebih banyak merugikan daripada menguntungkan, seperti dibahas di bagian sebelumnya.

Memasukkan double cleansing ke rutinitas skincare malam

Double cleansing hanyalah langkah pertama dari rutinitas malam. Cleveland Clinic menempatkan pembersih sebagai langkah pertama pagi dan malam, dan AAD menyarankan obat atau produk perawatan khusus dipakai tepat setelah membersihkan wajah. Setelah itu baru pelembap.

Kalau kamu baru mulai, jangan langsung membeli banyak produk. Rutinitas paling dasar, seperti dibahas di basic skincare untuk pemula, cukup berisi pembersih, pelembap, dan sunscreen. Tambahkan pembersih tahap pertama hanya ketika kamu memang mulai rutin memakai makeup atau sunscreen tahan air. Kalau kamu sedang mencari sunscreen, panduan memilih sunscreen yang bagus membantu menimbang tekstur dan ketahanannya terhadap air, yang nantinya juga menentukan perlu tidaknya double cleansing. Pemakai make up natural dengan produk ringan pun sering sudah cukup dengan micellar water lalu satu sabun cuci muka.

Untuk pembaca laki-laki, prinsipnya sama persis. Panduan sabun cuci muka pria membahas cara memilih pembersih sesuai jenis kulit untuk rutinitas yang lebih simpel. Semua artikel perawatan dasar lain ada di pilar skincare.

Pada akhirnya, double cleansing paling baik dipakai sesuai kebutuhan malam itu, bukan sebagai aturan kaku. Dua tahap untuk malam ber-makeup atau ber-sunscreen tahan air, satu tahap untuk malam biasa, dan selalu tutup dengan pelembap.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah double cleansing wajib dilakukan setiap hari?

Tidak wajib. Double cleansing paling berguna di malam hari yang kamu lewati dengan makeup atau sunscreen tahan air. Di hari tanpa keduanya, satu kali mencuci muka dengan pembersih lembut biasanya sudah cukup, dan itu lebih ramah untuk lapisan pelindung kulit.

Apakah double cleansing perlu dilakukan di pagi hari?

Umumnya tidak. Saat bangun tidur, wajahmu tidak membawa makeup atau sunscreen yang perlu dilarutkan. American Academy of Dermatology menyarankan mencuci muka pagi dan malam, ditambah setelah berkeringat, dan satu pembersih lembut sudah memenuhi kebutuhan pagi.

Boleh pakai micellar water sebagai tahap pertama?

Boleh. Cleveland Clinic menyebut micellar water efektif sebagai langkah pertama, tetapi untuk makeup yang sangat tebal atau tahan air kamu mungkin butuh pembersih tambahan. Micellar water juga cocok untuk kulit kering dan sensitif karena tidak banyak mengangkat minyak alami kulit.

Apakah cleansing oil membuat kulit berjerawat makin parah?

Belum ada jawaban yang berlaku untuk semua orang. Untuk kulit berjerawat yang memakai makeup, American Academy of Dermatology menyarankan penghapus makeup bebas minyak, lalu mencuci muka dengan pembersih lembut. Kalau kamu ragu, pilih micellar water atau penghapus makeup berlabel oil-free atau non-comedogenic sebagai tahap pertama.

Apakah toner termasuk bagian dari double cleansing?

Tidak. Double cleansing hanya berisi dua pembersih. Toner adalah langkah terpisah yang sifatnya opsional, dan untuk kulit berjerawat American Academy of Dermatology justru menyarankan menghindari astringent dan toner yang bisa membuat kulit kering.

Apakah laki-laki juga perlu double cleansing?

Perlu kalau kebutuhannya sama, misalnya memakai sunscreen tahan air seharian di luar ruangan. Kalau rutinitasmu hanya sunscreen biasa tanpa makeup, satu sabun cuci muka yang cocok dengan jenis kulitmu sudah cukup. Panduan memilihnya ada di artikel sabun cuci muka pria.

Apakah double cleansing bisa membuat kulit kering?

Bisa, kalau pembersihnya terlalu keras atau terlalu sering. DermNet menjelaskan bahwa mencuci berlebihan mengangkat lapisan minyak alami kulit sehingga air lebih mudah menguap. Kalau setelah double cleansing kulit terasa ketarik, perih, atau mengelupas, ganti ke pembersih yang lebih lembut atau kembali ke satu tahap.

Perlukah triple cleansing atau tahap pembersihan ketiga?

Tidak perlu. Redaksi Cantikmu tidak menemukan sumber dermatologi yang menyarankan tahap ketiga, sedangkan AAD, DermNet, dan PERDOSKI justru mengingatkan bahaya pembersihan berlebihan. Dua tahap di satu sesi malam sudah cukup, dan di malam tanpa makeup atau sunscreen tahan air, satu tahap biasanya sudah memadai.

Sumber

Rujukan yang dipakai untuk menyusun artikel ini. Semua tautan dibuka di tab baru.

  1. Face washing 101American Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  2. I have acne! Is it okay to wear makeup?American Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  3. Acne: Tips for managingAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  4. Dermatologists' top tips for relieving dry skinAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  5. A Guide on How to Wash Your FaceCleveland Clinic (health.clevelandclinic.org), diakses
  6. Micellar Water: What It Is and How To Use ItCleveland Clinic (health.clevelandclinic.org), diakses
  7. What Do Ceramides Do for Your Skin?Cleveland Clinic (health.clevelandclinic.org), diakses
  8. How To Order Your Skin Care RoutineCleveland Clinic (health.clevelandclinic.org), diakses
  9. Should I apply my skin care products in a certain order?American Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  10. Soaps and cleansersDermNet (dermnetnz.org), diakses
  11. Cleansers and their role in various dermatological disorders (Mukhopadhyay, Indian Journal of Dermatology, 2011)PubMed Central (PMC) (pmc.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
  12. The optimal cleansing method for the removal of sunscreen: Water, cleanser or cleansing oil? (Chen dkk., J Cosmet Dermatol, 2020)PubMed (pubmed.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
  13. Rubbing the skin when removing makeup cosmetics is a major factor that worsens skin conditions in atopic dermatitis patients (Hosokawa dkk., J Cosmet Dermatol, 2021)PubMed (pubmed.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
  14. Menjaga Kesehatan Kulit melalui Kebiasaan Sehari-hariPerhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin dan Estetik Indonesia (PERDOSKI) (perdoski.id), diakses

Ditulis oleh

Tim Redaksi Cantikmu

Tim redaksi

Tim Redaksi Cantikmu adalah nama bersama untuk artikel skincare, makeup, rambut, dan kuku di blog ini. Draf disusun dengan bantuan AI, dan setiap klaim dicocokkan ke sumber yang ditautkan. Penerbit dan penanggung jawab situs: Ahmad Thariq Syauqi.

Lihat pedoman redaksi. Diperbarui .