SkincarePanduan
Masker Wajah: Jenis, Manfaat, dan Cara Memilih Sesuai Jenis Kulit
Masker wajah bisa melembapkan atau menyerap minyak, tergantung bahannya. Kenali clay, sheet mask, peel-off, dan cara memilihnya sesuai jenis kulitmu.

Masker wajah adalah perawatan tambahan yang didiamkan beberapa menit di kulit supaya bahannya punya waktu lebih lama untuk meresap, dan manfaatnya ditentukan oleh bahan di dalamnya. Pilih clay berbahan kaolin atau bentonite untuk kulit berminyak, sheet mask atau masker berbahan pelembap untuk kulit kering dan sensitif. Ikuti lama pemakaian di label, lalu tutup dengan pelembap.
Masker wajah adalah produk perawatan yang dioleskan atau ditempel di wajah selama beberapa menit, supaya bahan di dalamnya punya waktu lebih lama untuk meresap ke kulit. Pilih jenisnya dari kebutuhan kulitmu: clay untuk kulit berminyak, sheet mask atau masker pelembap untuk kulit kering dan sensitif, lalu pakai sesuai label.
Masker bukan langkah wajib. Rutinitas dasarnya tetap membersihkan wajah, memakai pelembap, dan sunscreen. Panduan ini membahas jenis-jenis masker muka, apa yang benar-benar bisa dan tidak bisa dilakukannya, cara memilih masker wajah yang bagus untuk tiap jenis kulit, dan cara memakainya tanpa membuat kulit iritasi.
Apa itu masker wajah, dan apakah benar bekerja?
Jawaban singkatnya: bisa membantu, tapi perannya kecil. American Academy of Dermatology (AAD) menulis bahwa dermatolog menemukan masker wajah bisa membantu melembapkan, memperkuat lapisan pelindung kulit (skin barrier), dan membantu menyamarkan tanda penuaan. Alasannya sederhana. Masker menutup kulit dan tidak langsung dibilas, jadi bahan aktifnya punya waktu untuk meresap.
Di halaman yang sama, AAD juga menegaskan hal yang jarang disebut iklan: masker tidak bisa menggantikan perawatan untuk penyakit kulit seperti eksim atau jerawat. Masker hanya memberi dorongan tambahan bila dipakai dengan benar, di samping rutinitas harianmu.
Dermatolog di Cleveland Clinic menyampaikan hal serupa. Prioritas perawatan kulit menurutnya adalah membersihkan wajah, sunscreen setiap hari, dan pelembap setiap hari. Masker bersifat pelengkap, dan efeknya yang langsung terasa itu sementara.
Menurut kami, ini kabar baik untuk dompetmu. Kalau anggaran terbatas, belanjakan dulu untuk pembersih, pelembap, dan sunscreen yang cocok. Kalau ketiganya belum ada, masker semahal apa pun tidak akan menutup kekurangan itu. Kamu bisa menyusun tiga langkah dasar itu dengan pembuat urutan skincare kami, lalu baru memikirkan masker sebagai tambahan.
Jenis-jenis masker wajah dan cara kerjanya
Bentuk masker menentukan cara pakainya, tetapi bahan di dalamnya yang menentukan manfaatnya. Dua masker clay bisa terasa sangat berbeda di kulit karena isi formulanya berbeda. Berikut bentuk yang paling sering kamu temui.
Clay masker (kaolin dan bentonite)
Clay masker memakai tanah liat kosmetik, biasanya kaolin atau bentonite. AAD memasukkan clay ke daftar bahan masker untuk kulit berminyak atau berjerawat, karena membantu menyerap minyak dan meredakan iritasi.
Data klinisnya masih sedikit. Salah satu uji yang terbuka untuk umum, dimuat di Skin Research and Technology (2023), memberi 75 orang dewasa berkulit berminyak atau kombinasi sebuah masker clay untuk dipakai dua kali per minggu selama empat minggu. Peneliti mencatat perbaikan kadar minyak, hidrasi, dan keluhan jerawat. Catatan pentingnya, penelitinya berasal dari perusahaan pembuat masker itu sendiri, jadi anggap hasilnya sebagai petunjuk awal, bukan bukti akhir.

Kesalahan paling umum dengan clay masker adalah membiarkannya sampai kering kerontang dan retak. Banyak orang mengira rasa "ketarik" itu tanda masker sedang bekerja. AAD justru mengingatkan bahwa masker yang didiamkan lebih lama dari petunjuk label bisa memicu iritasi. Jadi, bilas sesuai waktu di kemasan, bukan menunggu sampai wajah terasa kaku.
Sheet mask
Sheet mask adalah lembaran kain atau serat yang dibasahi serum. Menurut dermatolog Cleveland Clinic, sheet mask cocok untuk menenangkan kulit yang sensitif atau meradang, misalnya setelah tindakan perawatan atau terbakar matahari. Lembarannya juga cenderung lebih melembapkan karena menahan cairan pelembap langsung di permukaan kulit.
Soal durasi, ada data yang menarik. Uji acak Wang dan rekan (2024) membandingkan beberapa jenis sheet mask dan lama pemakaian 5 sampai 40 menit. Pemakaian di bawah 25 menit memberi hasil lebih baik. Pemakaian lebih lama malah menambah keluhan kulit kering dan kemerahan, terutama pada masker yang hanya berisi air. Artinya, tidur sambil memakai sheet mask bukan ide bagus.
Masker peel-off
Masker peel-off dioleskan sebagai gel, lalu mengering menjadi lapisan film yang dikelupas. Dalam formulasi yang diteliti di Journal of Cosmetic Dermatology, lapisan itu dibentuk oleh polivinil alkohol (PVA), dan kadar PVA memengaruhi seberapa cepat masker mengering. Lapisan film yang menutup kulit ini disebut bisa memperkuat kerja bahan aktif yang ditambahkan.
Jujur saja, kami tidak menyarankan masker peel-off untuk kulit yang sedang kemerahan, perih, atau terkelupas. Mengelupas lapisan film dari kulit yang sedang tidak nyaman hanya menambah gesekan. Untuk kondisi seperti itu, pilih masker yang dibilas atau sheet mask berbahan menenangkan.
Masker krim, gel, dan sleeping mask
Masker krim, menurut Cleveland Clinic, biasanya diarahkan untuk keluhan tertentu seperti jerawat atau kerutan. Masker gel dan sleeping mask (masker yang labelnya meminta didiamkan sampai pagi) perlu dinilai dari daftar bahannya. Bentuk gel tidak otomatis menenangkan, dan sleeping mask tetap harus cocok dengan jenis kulitmu.
| Bentuk masker | Cara pakai umum | Paling masuk akal untuk |
|---|---|---|
| Clay (kaolin, bentonite) | Dioles, dibilas sesuai label | Kulit berminyak, berjerawat, area T kulit kombinasi |
| Sheet mask | Ditempel, sisa serum ditepuk | Kulit kering, kulit yang butuh ditenangkan |
| Peel-off | Dioles, dikelupas setelah kering | Kulit normal yang tidak sedang iritasi |
| Krim dan gel | Dioles, dibilas atau didiamkan sesuai label | Tergantung bahan aktifnya |
Cara memilih masker wajah sesuai jenis kulit
Langkah pertama adalah tahu jenis kulitmu. Kalau masih ragu, coba kuis jenis kulit dulu, karena memilih masker untuk kulit berminyak padahal kulitmu kombinasi bisa membuat pipi terasa kering.
Setelah itu, baca daftar bahan. AAD menyusun daftar bahan masker per kebutuhan kulit, dan daftar itulah dasar ringkasan di bawah ini.
Kulit berminyak atau berjerawat. Cari clay (kaolin atau bentonite), eksfolian kimia seperti AHA (asam laktat, asam glikolat) atau BHA berupa salicylic acid, dan niacinamide untuk membantu mengurangi kilap. AAD juga menyarankan bahan pelembap ringan seperti lidah buaya atau hyaluronic acid supaya bahan pengontrol minyak tidak membuat kulit terlalu kering.
Kulit kering. Cari hyaluronic acid yang membantu mengikat air, ceramide yang membantu memperkuat skin barrier, dan gliserin yang membantu melembutkan kulit.
Kulit sensitif. Pilih masker berbahan menenangkan seperti colloidal oatmeal (oat koloid) dan ekstrak teh hijau. Hindari pewangi, minyak atsiri, alkohol yang mengeringkan, butiran scrub kasar, dan AHA atau BHA berkadar kuat.
Kulit kombinasi. Kebutuhannya berbeda per area. Trik yang masuk akal adalah memakai clay hanya di dahi, hidung, dan dagu, lalu masker pelembap di pipi. Kamu tidak harus memilih satu masker untuk seluruh wajah.
Kulit normal. Pilih berdasarkan tujuanmu saat itu, misalnya hidrasi sebelum acara atau masker berbahan antioksidan.
Satu aturan dari AAD yang sering terlewat: jangan memilih masker dengan bahan aktif yang sudah ada di produk lain dalam rutinitasmu. Kalau kamu sudah memakai retinol atau produk berbahan asam, masker eksfoliasi di atasnya justru berisiko memicu kering dan iritasi. Cek kombinasinya di pengecek kecocokan bahan sebelum menambah produk baru.
Masker wajah yang bagus untuk mencerahkan kulit kusam
Kalau tujuanmu kulit tampak lebih cerah dan rata, bahan yang disebut dermatolog antara lain vitamin C, antioksidan yang menurut AAD membantu kulit tampak lebih cerah dan kencang. Untuk noda gelap, dermatolog Cleveland Clinic menyebut bahan seperti kedelai, kojic acid, tranexamic acid, dan ekstrak akar licorice. Niacinamide juga sering ada di label masker, tetapi kedua sumber itu menyebutnya untuk tujuan lain: Cleveland Clinic untuk kemerahan pada rosacea, dan AAD untuk membantu mengurangi kilap dan jerawat.
Yang perlu kamu tahu, masker dipakai sesekali dan hanya beberapa menit. Perubahan warna kulit lebih banyak ditentukan produk yang dipakai rutin, terutama sunscreen. Jadi, jangan berharap satu masker mengubah warna kulit, dan curigai produk yang menjanjikan hasil instan.
Kecurigaan itu beralasan. Pada siaran pers 13 Juli 2026, BPOM melaporkan 14 kosmetik yang mengandung bahan berbahaya atau dilarang, termasuk merkuri dan hidrokinon yang dilarang BPOM dalam kosmetik. Menurut BPOM, merkuri bisa mengakibatkan bintik hitam pada kulit, iritasi, hingga kerusakan ginjal. BPOM mengajak konsumen menerapkan Cek KLIK: cek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli.
Cara praktisnya, cari nomor notifikasi di kemasan. Menurut Balai Besar POM di Denpasar, nomor itu diawali NA, NB, NC, ND, atau NE lalu diikuti 11 digit angka. Ikuti langkah lengkapnya di panduan cek BPOM.
Cara memakai masker wajah yang benar
Urutan di bawah ini merangkum saran AAD dan Cleveland Clinic. Tidak rumit, tapi tiap langkah punya alasan.
- Uji dulu di area kecil. AAD menyarankan menguji produk baru di area kecil, misalnya lengan bagian dalam. Untuk produk yang dibilas, diamkan sekitar lima menit atau selama petunjuk label, lalu ulangi dua kali sehari selama 7 sampai 10 hari. Kalau tidak muncul merah, gatal, atau bengkak, produk itu bisa kamu pakai. Panduan lengkapnya ada di halaman uji produk AAD.
- Bersihkan wajah. Cleveland Clinic menyarankan mencuci muka dengan pembersih lembut dan air hangat untuk mengangkat riasan dan kotoran. Kalau kamu memakai makeup tebal atau sunscreen tahan air, teknik double cleansing membantu.
- Oleskan dengan ujung jari. AAD menyarankan mengoleskan masker dengan lembut memakai ujung jari, bukan digosok. Jangan oleskan di kulit sekitar mata yang tipis.
- Patuhi waktu di label. Pasang pengingat di ponsel. Lebih lama tidak berarti lebih baik.
- Bilas segera bila terasa gatal, panas, atau perih. Menurut AAD, itu bisa tanda iritasi atau alergi.
- Lanjutkan dengan pelembap. AAD menyarankan pelembap dipakai setelah masker dibersihkan. Untuk posisi lengkapnya di rutinitas malam, lihat urutan skincare malam.
- Pakai sunscreen keesokan paginya. Ini wajib bila maskermu mengandung AHA, karena FDA menyebut AHA bisa membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari. Belum punya yang cocok? Baca panduan memilih sunscreen.
Seberapa sering memakai masker wajah?
Di banyak artikel, kamu akan menemukan angka "dua kali seminggu" untuk semua masker. Kami tidak menemukan sumber dermatologi yang menetapkan satu angka untuk semua jenis masker, dan menurut kami itu masuk akal. Masker clay berbahan asam dan sheet mask berisi pelembap jelas tidak bisa disamakan.
Yang disepakati sumber-sumber di atas justru arahnya. AAD menulis bahwa masker yang dipakai terlalu sering bisa membuat kulit terasa lebih buruk, terutama masker eksfoliasi. Panduan rutinitas Korea dari Cleveland Clinic menulis sheet mask sebagai langkah yang tidak dipakai setiap hari.
Patokan kami: mulai sekali per minggu untuk masker apa pun. Kalau setelah beberapa kali kulit tetap nyaman, masker pelembap boleh ditambah frekuensinya. Masker eksfoliasi dan clay tetap kami batasi, apalagi bila kamu sudah memakai produk eksfoliasi lain. Tanda kamu berlebihan cukup jelas: kulit terasa ketarik setelah cuci muka, perih saat memakai pelembap, atau mulai mengelupas. Kalau itu terjadi, berhenti dulu dan fokus merawat skin barrier.
Masker alami buatan sendiri: aman atau tidak?
Masker dari bahan dapur memang menggoda karena murah. Dermatolog Cleveland Clinic menyebut masker buatan sendiri bisa aman, tergantung bahannya. Contoh yang ia sebut: susu dan yogurt mengandung asam laktat yang membantu eksfoliasi, dan lidah buaya. Madu juga sering dipakai. Dalam ulasan di Journal of Cosmetic Dermatology, madu di formulasi kosmetik disebut bersifat emolien, humektan (menarik air), dan menenangkan.
Bahan yang sebaiknya kamu jauhi adalah air lemon, air jeruk nipis, dan cuka apel. Cleveland Clinic menyebut pH-nya yang rendah bisa mengiritasi kulit. Risiko jeruk nipis lebih serius lagi. DermNet menjelaskan reaksi bernama fitofotodermatitis: getah atau air tanaman tertentu, termasuk jeruk nipis, yang menempel di kulit lalu terkena matahari bisa membuat kulit merah dan melepuh. Setelah reda, sering tertinggal noda gelap yang bisa bertahan bertahun-tahun, dan noda ini bisa lebih pekat pada kulit berwarna.
Minyak atsiri juga perlu hati-hati. AAD menyebutnya bisa terlalu kuat untuk dioles langsung, dan DermNet mencatat minyak tea tree sebagai salah satu pemicu dermatitis kontak alergi yang umum.
Kalau tetap ingin mencoba, Cleveland Clinic menyarankan menguji di area kecil seperti garis rahang atau belakang telinga, dan mengoleskan sedikit petroleum jelly di sekitar mata. Menurut kami, masker kemasan yang sudah terdaftar BPOM tetap pilihan yang lebih bisa diprediksi, karena kadar dan kebersihan bahannya terukur.
Masker wajah untuk pria
Aturan memilih masker wajah pria sama persis: tentukan dari jenis kulit, bukan dari label "for men". Kulit pria juga bisa kering, sensitif, atau berminyak, dan kemasan maskulin tidak mengubah isi formula.
Bedanya ada di kebiasaan. Saran kami untuk yang rutin bercukur: jangan memakai masker eksfoliasi tepat setelah bercukur, apalagi bila kulit masih terasa perih. Prinsipnya sama dengan saran AAD untuk segera membilas masker yang membuat kulit perih. Mulai dari dasar dulu: pilih sabun cuci muka pria yang cocok dan susun rutinitas lewat panduan basic skincare, baru tambahkan masker sekali per minggu.
Kapan berhenti memakai masker dan menemui dokter kulit
AAD menyebut masker yang bahannya tidak cocok bisa menyebabkan iritasi, kulit kering, bahkan jerawat, karena merusak skin barrier. Alergi terhadap salah satu bahannya juga bisa memicu dermatitis kontak, salah satu jenis eksim.
Hentikan pemakaian bila kulit tetap merah, bengkak, gatal, atau perih setelah masker dibilas, dan jangan coba menutupinya dengan masker lain. Bila keluhan tidak mereda, atau kulitmu justru terasa makin buruk setelah memakai masker, AAD menyarankan menemui dokter spesialis kulit. Saran yang sama datang dari PERDOSKI, yang mengajak berkonsultasi dengan dokter spesialis dermatologi bila kamu punya keluhan kulit. Kamu bisa mencari dokter terdekat lewat direktori PERDOSKI.
Untuk jerawat yang meradang, berulang, atau meninggalkan bekas, masker bukan jawabannya. Pelajari dulu cara merawat komedo, dan temui dokter bila jerawatnya berat. Topik skincare lainnya ada di pilar skincare.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah masker wajah boleh dipakai setiap hari?
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua masker. American Academy of Dermatology mengingatkan bahwa masker yang dipakai terlalu sering bisa membuat kulit iritasi, terutama masker eksfoliasi, dan Cleveland Clinic menulis sheet mask sebagai langkah yang tidak dipakai setiap hari. Mulailah sekali per minggu, perhatikan reaksi kulitmu, dan ikuti petunjuk di kemasan.
Berapa lama masker wajah sebaiknya didiamkan?
Ikuti waktu yang tertulis di label, karena masker yang didiamkan lebih lama dari petunjuk bisa memicu iritasi. Untuk sheet mask, sebuah uji acak pada 2024 menemukan pemakaian di bawah 25 menit memberi hasil lebih baik, sedangkan pemakaian yang lebih lama justru menambah kulit kering dan kemerahan.
Setelah memakai masker wajah, lanjut pakai apa?
Bilas masker yang memang harus dibilas, lalu oleskan pelembap. American Academy of Dermatology menyarankan pelembap dipakai setelah masker dibersihkan, dan rutinitas harianmu tetap memuat perlindungan dari matahari. Bila maskernya mengandung AHA, sunscreen keesokan paginya makin penting, karena FDA menyebut AHA bisa membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari.
Apakah clay mask cocok untuk kulit sensitif?
Bisa saja, karena clay seperti kaolin dan bentonite juga disebut membantu meredakan iritasi. Masalahnya sering ada di bahan tambahan seperti pewangi atau minyak atsiri. Pilih yang bebas pewangi, uji dulu di area kecil, dan bilas begitu kulit terasa gatal, panas, atau perih.
Apakah masker lemon aman untuk wajah?
Sebaiknya tidak. Cleveland Clinic menyarankan menghindari air lemon, jeruk nipis, dan cuka apel di masker buatan sendiri karena pH-nya rendah dan bisa mengiritasi. Air jeruk nipis yang terkena sinar matahari juga bisa memicu reaksi kulit yang meninggalkan noda gelap lama.
Bagaimana cara tahu masker wajah sudah terdaftar BPOM?
Cari nomor notifikasi di kemasan, yaitu dua huruf (NA, NB, NC, ND, atau NE) diikuti 11 digit angka, lalu cocokkan di situs cekbpom.pom.go.id. Kalau produknya tidak ditemukan di sana, mutu dan keamanannya belum dijamin.
Apakah masker wajah bisa menggantikan perawatan jerawat atau eksim?
Tidak. American Academy of Dermatology menegaskan masker tidak bisa menggantikan perawatan untuk penyakit kulit seperti eksim atau jerawat. Masker hanya memberi dorongan tambahan di samping rutinitas harian, dan jerawat yang meradang atau berulang sebaiknya diperiksakan ke dokter spesialis kulit.
Bagaimana memakai masker untuk kulit kombinasi?
Kamu tidak harus memakai satu masker untuk seluruh wajah. Saran redaksi Cantikmu: oleskan masker clay hanya di dahi, hidung, dan dagu yang cenderung berminyak, lalu pakai masker berbahan pelembap seperti hyaluronic acid atau gliserin di pipi.
Sumber
Rujukan yang dipakai untuk menyusun artikel ini. Semua tautan dibuka di tab baru.
- Do facial masks work, and should I add one to my skin care routine?American Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- Do Face Masks Actually Work or Are They Just a Fad?Cleveland Clinic (health.clevelandclinic.org), diakses
- Korean Skin Care Routines: What You Need To KnowCleveland Clinic (health.clevelandclinic.org), diakses
- How to test skin care productsAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
- Short-term skin reactions and changes in stratum corneum following different ways of facial sheet mask usage (Wang dkk., J Tissue Viability 2024)PubMed (pubmed.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
- Comprehensive assessment of the efficacy and safety of a clay mask in oily and acne skin (Zhang dkk., Skin Res Technol 2023)PubMed Central (pmc.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
- Improvement of adult female acne with a novel weekly oestradiol-loaded peel-off mask (Clin Exp Dermatol 2024), bagian latar belakangPubMed (pubmed.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
- Formulation and evaluation of antioxidant and antibacterial activity of a peel-off facial masks moisturizer containing curcumin and Rosa Damascena extract (Nemati dkk., J Cosmet Dermatol 2024)PubMed (pubmed.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
- Honey in dermatology and skin care: a review (Burlando dan Cornara, J Cosmet Dermatol 2013)PubMed (pubmed.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
- PhytophotodermatitisDermNet (dermnetnz.org), diakses
- Allergic contact dermatitis to essential oilsDermNet (dermnetnz.org), diakses
- Alpha Hydroxy AcidsU.S. Food and Drug Administration (FDA) (fda.gov), diakses
- BPOM Temukan Kembali 14 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya dan Bahan Dilarang pada Triwulan II Tahun 2026Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) (pom.go.id), diakses
- Cara Cerdas Memilih KosmetikBalai Besar POM di Denpasar (denpasar.pom.go.id), diakses
- Menjaga Kesehatan Kulit Melalui Kebiasaan Sehari-hariPERDOSKI (perdoski.id), diakses



