Cek izin edar kosmetikmu sebelum beliLihat panduan

RambutPanduan

Shampo Anti Ketombe: Kandungan yang Perlu Dicari dan Cara Pakainya

Panduan memilih shampo anti ketombe: kandungan aktif yang perlu dicari, batas kadarnya menurut BPOM, cara pakai yang benar, dan kapan perlu ke dokter kulit.

Tim Redaksi CantikmuDiperbarui Baca 10 menit

Belum ditinjau tenaga kesehatan. Untuk keluhan kulit yang berat atau tidak membaik, periksakan ke dokter kulit. Cari dokter spesialis kulit (PERDOSKI) (tab baru)

Sampo bening bergelembung dituang dari botol plastik putih tanpa label ke atas permukaan kertas cokelat
Sampo biasa dan sampo anti ketombe sama-sama membersihkan; bedanya ada pada bahan aktif yang tertulis di label. Foto dipotong ke rasio 16:9.Foto: Kulmalukko / Wikimedia Commons, CC BY 3.0
Jawaban singkat

Shampo anti ketombe yang layak dicari memuat bahan aktif seperti zinc pyrithione, piroctone olamine, climbazole, selenium disulfide, salicylic acid, atau sulfur, dan terdaftar di BPOM. Ratakan ke kulit kepala, diamkan beberapa menit sesuai petunjuk kemasan, lalu bilas, dan pakai sekitar dua kali seminggu atau sesuai jenis rambutmu.

Shampo anti ketombe yang tepat dipilih dari bahan aktifnya, bukan dari aromanya. Cari zinc pyrithione, piroctone olamine, climbazole, selenium disulfide, salicylic acid, atau sulfur di daftar komposisi, pastikan produknya terdaftar di BPOM, lalu pakai dengan benar: ratakan ke kulit kepala, diamkan sesuai petunjuk, baru bilas.

Kamu tidak sendirian. Tinjauan Borda dan Wikramanayake di PubMed Central menyebut ketombe dialami sekitar 50% orang dewasa di dunia, lebih sering pada laki-laki, dan paling banyak di usia sekitar 20 tahun. Karena umum sekali, rak sampo pun penuh klaim. Panduan ini membantu kamu membaca label dengan kepala dingin.

Kenapa ketombe muncul (dan kenapa bukan soal malas keramas)

Kulit kepala terus meluruhkan sel kulit mati. Dalam kondisi normal, serpihannya terlalu kecil untuk terlihat. PERDOSKI menjelaskan bahwa saat kelenjar minyak di kulit kepala bekerja berlebihan, kuman bisa berkembang biak dan memicu peradangan. Hasilnya gatal dan pengelupasan yang berlebihan. Itulah ketombe.

Pelaku utamanya sering disebut ragi Malassezia, jamur yang juga ditemukan di kulit sebagian besar orang dewasa sehat. Tinjauan Borda dan Wikramanayake menyimpulkan yang menentukan bukan sekadar ada atau tidaknya ragi ini. Kepekaan kulit tiap orang, jumlah minyak, dan interaksi keduanya ikut berperan. Itu sebabnya dua orang dengan kebiasaan keramas yang sama bisa punya nasib kulit kepala yang berbeda.

Mitos yang perlu dibuang: ketombe tanda jorok. Cleveland Clinic menegaskan ketombe tidak berarti kulit kepalamu kotor atau terinfeksi. PERDOSKI pun menulis ketombe muncul bukan karena malas keramas, walau jarang keramas memang bisa memperparah.

Menurut kami, mitos ini merugikan karena mendorong orang menggosok kulit kepala terlalu keras dengan sampo biasa. Padahal AAD mencatat kulit dengan dermatitis seboroik mudah iritasi, dan iritasi bisa memicu kambuh. Lebih masuk akal mengganti sampo dengan yang punya bahan aktif, lalu memakainya dengan sabar.

Kalau sisiknya berminyak kekuningan, kulit kepala kemerahan, dan sisik juga muncul di alis, samping hidung, atau belakang telinga, kemungkinan itu sudah dermatitis seboroik. DermNet menyebut ketombe sebagai bentuk dermatitis seboroik di kulit kepala yang tidak meradang. Dengan kata lain, keduanya satu spektrum dengan tingkat keparahan berbeda.

Ketombe atau kulit kepala kering? Cek dulu sebelum beli

Salah kaprah yang umum: kulit kepala kering diperlakukan seperti ketombe. Padahal penyebabnya berlawanan. Cleveland Clinic menjelaskan ketombe dipicu minyak berlebih, sedangkan kulit kepala kering dipicu hilangnya kelembapan.

Serpihan ketombe berwarna terang dan beberapa helai rambut berserakan di atas permukaan gelap
Begini serpihan ketombe terlihat di permukaan gelap, alasan banyak orang baru sadar saat memakai baju hitam.Foto: BestShah / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

CiriKetombeKulit kepala kering
PemicuMinyak berlebih dan reaksi kulit terhadap ragi MalasseziaKulit kepala kehilangan terlalu banyak air
SerpihanLebih besar, bisa terasa berminyakLebih halus dan kering
Kondisi kulit kepalaBisa tampak berminyak; kalau sudah meradang tampak merahKering, kadang kulit tubuh lain ikut kering
Langkah awalSampo dengan bahan aktif anti ketombeGanti ke sampo lembut tanpa bahan obat

Kenapa ini penting? Shampo anti ketombe dirancang untuk kulit kepala berminyak yang bereaksi terhadap ragi. Kalau masalahmu sebenarnya kering, Cleveland Clinic menyarankan beralih ke sampo lembut yang tidak berbahan obat. AAD juga mencatat bahan anti ketombe bisa membuat rambut kering, jadi tidak ada untungnya memakainya bila masalahmu memang kekeringan.

Kulit kepala sama seperti kulit wajah: kelenjar minyak tersebar di hampir seluruh permukaan kulit kecuali telapak tangan dan kaki, menurut tinjauan Borda dan Wikramanayake. Kalau kamu belum tahu karakter kulit wajahmu, kuis jenis kulit bisa jadi titik awal untuk memahami pola minyak di kulitmu.

Kandungan shampo anti ketombe yang perlu dicari

Bagian terpenting dari botol adalah daftar komposisi. AAD menyarankan memilih sampo dengan salah satu bahan berikut: zinc pyrithione, salicylic acid, sulfur, selenium sulfide, ketoconazole, atau coal tar. Di Indonesia daftarnya perlu disaring lagi dengan aturan BPOM, karena ketoconazole dan coal tar tidak boleh ada di kosmetik (penjelasannya di bawah).

Tabel di bawah merangkum bahan yang diizinkan Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025 untuk sampo, lengkap dengan kadar maksimumnya.

Bahan aktifNama di label (INCI)Batas kadar BPOM untuk sampo bilasCatatan
Zinc pyrithioneZinc Pyrithione1,0% (Lampiran I dan III)Ada di daftar anjuran AAD dan tinjauan Gupta dkk.
Piroctone olaminePiroctone Olamine1% sediaan bilas (Lampiran III)Disebut Cleveland Clinic sebagai bahan sampo anti ketombe
ClimbazoleClimbazole2,0% untuk sampo ketombe (Lampiran I)Kegunaannya tercantum langsung sebagai sampo ketombe
Selenium disulfideSelenium Disulfide / Selenium Sulfide1% untuk sampo ketombe (Lampiran I)Label wajib memuat peringatan hindari kontak dengan mata atau kulit yang luka
Salicylic acidSalicylic Acid3,0% sediaan rambut bilas (Lampiran I)Dikenal juga sebagai BHA

Tentang zinc anti ketombe: yang dimaksud hampir selalu zinc pyrithione, bukan sembarang zinc. Tinjauan Gupta dkk. di PubMed Central mencatat zinc pyrithione sudah lama dipakai sebagai bahan aktif sampo antiketombe. Penjelasan bahan aktif lain yang sering muncul di label ada di pilar bahan aktif.

Salicylic acid bekerja dengan cara berbeda dari bahan antijamur. DermNet menjelaskan bahan ini melunakkan keratin sehingga sisik kering lebih mudah lepas. Lalu sulfur atau belerang termasuk bahan lama yang masih ada di daftar anjuran AAD.

Bagaimana dengan bahan alami? Untuk tea tree oil ada data yang lumayan. Uji acak Satchell dkk. pada 126 peserta dengan ketombe ringan sampai sedang mencatat perbaikan skor keparahan 41% pada kelompok sampo tea tree oil 5%, dibanding 11% pada plasebo. DermNet juga menyebut sampo tea tree oil sebagai pilihan alternatif. Catatannya, kadar tea tree oil di sampo yang kamu beli jarang tertulis, jadi hasilnya belum tentu sama.

Bahan yang tidak boleh ada di sampo kosmetik Indonesia

Di sinilah banyak artikel luar negeri tidak bisa diterjemahkan mentah-mentah. AAD menyebut ketoconazole dan coal tar sebagai bahan sampo anti ketombe. Tetapi Peraturan BPOM 25/2025 memasukkan ketoconazole dan crude dan refined coal tars ke Lampiran V, yaitu daftar bahan yang tidak diizinkan dalam kosmetik.

Artinya, sampo kosmetik yang beredar legal di Indonesia tidak boleh mengandung kedua bahan itu. Produk berbahan ketoconazole yang beredar resmi bukan kosmetik, jadi pemakaiannya ikuti arahan dokter atau apoteker. Cleveland Clinic sendiri menempatkan ketoconazole 2% sebagai pilihan yang diresepkan dokter untuk kasus yang membandel. Kalau kamu menemukan sampo "kosmetik" yang mengaku berisi ketoconazole, cek dulu nomor izinnya lewat panduan cek BPOM.

Pendapat kami: daftar larangan ini justru memudahkan. Kalau sampo dari rak biasa tidak membantu, langkah berikutnya bukan mencari sampo impor yang lebih "keras", melainkan memeriksakan kulit kepala ke dokter.

Cara pakai shampo anti ketombe yang benar

Shampo anti ketombe sering gagal bukan karena bahannya, tetapi karena dipakai seperti sampo biasa: dibusakan sebentar di batang rambut lalu langsung dibilas. Bahan aktifnya perlu menyentuh kulit kepala. Berikut urutan yang dirangkum dari saran AAD dan PERDOSKI.

Diagram alur empat langkah memakai shampo anti ketombe: basahi, ratakan ke kulit kepala, diamkan sesuai kemasan, bilas tuntas
Empat langkah inti agar bahan aktif sempat bekerja di kulit kepala, dirangkum dari saran AAD dan PERDOSKI.

  1. Basahi rambut dan kulit kepala dengan air suam-suam kuku. PERDOSKI menyebut air hangat membantu kotoran, minyak, dan ketombe lebih mudah luruh.
  2. Tuang sampo ke telapak tangan, lalu ratakan ke kulit kepala, bukan ke ujung rambut. Pijat lembut dengan ujung jari, jangan dengan kuku.
  3. Diamkan sesuai petunjuk kemasan. AAD menyebut sebagian sampo anti ketombe perlu didiamkan sampai 5-10 menit sebelum dibilas, dan PERDOSKI menyebut umumnya beberapa menit.
  4. Bilas sampai tuntas. AAD mengingatkan sabun atau pembersih yang tertinggal di kulit bisa memicu iritasi dan kambuh.
  5. Pakai kondisioner bila perlu. AAD menyebut kamu boleh keramas dan memakai kondisioner biasa setelah sampo anti ketombe bila rambut butuh perawatan.
  6. Ganti bahan bila satu sampo tidak cocok. AAD menyarankan bergantian memakai sampo anti ketombe dengan bahan aktif yang berbeda.

Dua sikat pijat kulit kepala dari plastik, satu hijau dan satu biru, dengan gigi sikat yang lentur
Sikat pijat kulit kepala bersifat opsional. Ujung jari sudah cukup untuk meratakan sampo, asalkan tidak menggaruk dengan kuku.Foto: Dwight Burdette / Wikimedia Commons, CC BY 3.0

Satu trik kecil yang sering terlewat: biarkan sampo bekerja sambil kamu membersihkan badan. Dengan begitu waktu diam terpenuhi tanpa terasa menunggu. Untuk rambut keriting atau ikal, AAD menyarankan sampo anti ketombe dioleskan ke kulit kepala saja, karena bahan anti ketombe bisa membuat batang rambut kering.

Seberapa sering? Frekuensi menurut jenis rambut

Tidak ada satu jadwal untuk semua orang. Ini rangkuman saran AAD, DermNet, dan PERDOSKI.

Kondisi rambutKeramas biasaSampo anti ketombe
Rambut lurus atau halus, kulit kepala berminyakSering, bisa setiap hariSekitar dua kali seminggu (AAD)
Rambut tebal, keriting, atau ikalSaat dibutuhkanSekitar sekali seminggu bila kulit kepala tahan (AAD)
Saran untuk orang AsiaRutin dengan sampo biasaSelingi dua kali seminggu (PERDOSKI)

DermNet menambahkan, sampo berbahan obat untuk dermatitis seboroik dipakai dua kali seminggu minimal sebulan dan bila perlu seterusnya. Ini pesan yang penting: ketombe cenderung kambuh. Cleveland Clinic menyebut kondisi ini hilang timbul dalam jangka panjang, jadi perawatan rutin adalah pemeliharaan, bukan kegagalan.

Shampo anti ketombe dan rontok: apa yang realistis?

Banyak orang mencari satu sampo anti ketombe dan rontok sekaligus, seolah dua masalah itu pasti satu paket. Jujur saja, tidak ada sampo yang terbukti menghentikan rontok. Dokter kulit di Cleveland Clinic menyebut bahan seperti ketoconazole mungkin tidak mencegah rambut rontok, walau ada bukti bahan anti ketombe membantu kesehatan rambut lewat kulit kepala yang lebih sehat.

Yang juga perlu kamu tahu, rambut gugur setiap hari itu normal. AAD menyebut wajar kehilangan 50 sampai 100 helai rambut per hari. Saat keramas, helai yang memang sudah lepas ikut terbawa air, sehingga terlihat banyak.

Ada pula catatan untuk selenium sulfide. Cleveland Clinic mencantumkan perubahan warna atau tekstur rambut dan rambut rontok sebagai efek samping yang mungkin muncul. Kalau setelah ganti sampo kamu merasa rontok bertambah, hentikan dan perhatikan.

Kapan rontok perlu diwaspadai? Tinjauan Borda dan Wikramanayake membedakan ketombe dari tinea kapitis, infeksi jamur kulit kepala yang sering pada anak dan menimbulkan bercak botak bersisik dengan titik hitam dari rambut yang patah. Kondisi seperti itu butuh pemeriksaan dokter. Penyebab rontok yang lain kami bahas di artikel penyebab rambut rontok.

Kebiasaan pendukung: hijab, keringat, dan matahari

Sampo hanya separuh cerita. Untuk kamu yang berhijab, PERDOSKI mengingatkan bahwa sirkulasi udara di balik kerudung kurang, sehingga kulit kepala lebih rentan rontok, berketombe, lepek, dan berbau karena keringat.

  • Kenakan hijab saat rambut benar-benar kering. PERDOSKI menyebut menutup kepala saat rambut basah bisa memicu kerontokan, rambut berbau, ketombe, dan gatal.
  • Pilih kerudung yang menyerap keringat, seperti katun atau kaos, dan hindari bahan licin yang membuat kepala lebih cepat berkeringat.
  • Jangan mengikat rambut terlalu kencang. Ikatan kencang membuat rambut mudah rontok, dan sesekali ubah belahan rambut.
  • Batasi produk penata rambut. AAD menyarankan hair spray, gel, atau pomade dipakai seperlunya pada kulit kepala yang mudah kambuh.
  • Lindungi kulit kepala dari matahari. AAD menyebut kulit kepala yang terbakar matahari bisa makin bersisik, jadi topi lebar membantu.

Untuk keringat, AAD mencatat keringat termasuk pemicu kambuhnya dermatitis seboroik. Setelah olahraga atau seharian berkerudung di cuaca panas, keramas di hari itu sering lebih nyaman.

Cara memilih di rak toko: daftar periksa singkat

Saat berdiri di depan rak, pakai daftar periksa ini supaya tidak terbawa klaim di depan kemasan.

  1. Balik botolnya dan baca komposisi. Cari salah satu bahan di tabel di atas. Klaim "anti ketombe" tanpa bahan aktif yang jelas patut dicurigai.
  2. Cek nomor notifikasi BPOM di kemasan, lalu cocokkan di cekbpom.pom.go.id. Cara lengkapnya ada di panduan cek BPOM.
  3. Sesuaikan dengan kepekaan kulit kepalamu. AAD menyarankan produk tanpa pewangi dan tanpa alkohol bagi pemilik dermatitis seboroik karena kulitnya mudah iritasi.
  4. Beri waktu yang adil. Pakai rutin sesuai jadwal sebelum menilai cocok atau tidak, lalu ganti bahan aktif bila memang tidak membantu.

Diagram daftar periksa empat langkah memilih sampo di rak toko: baca komposisi, cek nomor notifikasi, sesuaikan kepekaan, beri waktu
Daftar periksa singkat sebelum membeli, supaya pilihanmu berdasar bahan aktif dan izin edar, bukan klaim di depan kemasan.

Kalau kamu juga memakai bahan aktif di wajah, misalnya salicylic acid, cek kecocokan rutinitas wajahmu dengan pengecek kecocokan bahan. Untuk menyusun langkah skincare wajah dari awal, coba pembuat urutan skincare. Panduan merawat kulit kepala lainnya ada di pilar perawatan rambut dan kumpulan artikel seputar ketombe.

Kapan perlu ke dokter kulit

Menurut AAD, kebanyakan orang dengan ketombe tidak memerlukan penanganan medis. Tetapi bila ketombe tidak membaik setelah mengikuti langkah di atas, atau ketombe terasa berat, temui dokter spesialis kulit. Dokter bisa menilai apakah itu tanda dermatitis seboroik, psoriasis, infeksi jamur kulit kepala, atau eksim.

PERDOSKI menambahkan, pengelupasan berlebihan yang disertai gatal sangat mengganggu perlu segera diperiksakan. Bercak botak bersisik, terutama pada anak, juga perlu diperiksa karena bisa jadi tinea kapitis, seperti dijelaskan tinjauan Borda dan Wikramanayake. Daftar dokter spesialis kulit bisa kamu cari lewat direktori PERDOSKI.

Intinya, shampo anti ketombe bekerja paling baik bila bahannya tepat, cara pakainya sabar, dan dipakai rutin sebagai perawatan. Kalau sudah melakukan semuanya dan kulit kepalamu tetap bermasalah, itu sinyal untuk bertanya ke dokter, bukan untuk ganti sampo kelima.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ketombe muncul karena jarang keramas?

Bukan penyebab utamanya. PERDOSKI menjelaskan ketombe berkaitan dengan kulit kepala yang berminyak berlebihan dan peradangan, walau jarang keramas memang bisa memperparah. Cleveland Clinic juga menegaskan ketombe tidak berarti kulit kepalamu kotor.

Berapa lama sampo anti ketombe perlu didiamkan?

Ikuti petunjuk di kemasan karena tiap produk berbeda. American Academy of Dermatology menyebut sebagian sampo anti ketombe perlu didiamkan di kulit kepala sampai 5-10 menit sebelum dibilas, sedangkan PERDOSKI menyebut umumnya beberapa menit.

Apakah sampo anti ketombe bisa mencegah rambut rontok?

Tidak ada sampo yang terbukti menghentikan rambut rontok. Sampo anti ketombe membantu merawat kulit kepala yang bermasalah. Rontok yang terasa jauh lebih banyak dari biasanya, apalagi disertai bercak botak, sebaiknya diperiksa dokter spesialis kulit.

Bolehkah memakai sampo anti ketombe setiap hari?

Bergantung pada produk dan jenis rambut. AAD menyarankan pemilik rambut lurus atau kulit kepala berminyak keramas sering dengan sampo biasa dan memakai sampo anti ketombe sekitar dua kali seminggu, sementara rambut keriting atau ikal cukup sekitar sekali seminggu.

Kenapa sampo ketoconazole tidak ada di rak sampo biasa?

Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025 memasukkan ketoconazole ke Lampiran V, daftar bahan yang tidak diizinkan dalam kosmetik. Jadi sampo kosmetik tidak boleh memakainya. Bila dokter menyarankan produk berbahan ketoconazole, ikuti arahan dokter atau apoteker.

Apakah pria perlu sampo anti ketombe yang berbeda?

Prinsip memilih bahan aktifnya sama. Bedanya, ketombe lebih sering dialami laki-laki menurut tinjauan Borda dan Wikramanayake, dan AAD menyarankan area kumis atau janggut yang ikut bersisik dicuci dengan sampo berbahan yang dianjurkan dokter kulit.

Apa beda ketombe dan kulit kepala kering?

Cleveland Clinic menjelaskan ketombe dipicu minyak berlebih, sedangkan kulit kepala kering dipicu hilangnya kelembapan. Serpihan ketombe cenderung lebih besar dan bisa terasa berminyak, sementara serpihan kulit kepala kering lebih halus. Untuk kulit kepala kering, Cleveland Clinic menyarankan sampo lembut tanpa bahan obat.

Apakah sampo tea tree oil efektif untuk ketombe?

Ada data yang lumayan. Uji acak Satchell dkk. pada 126 peserta dengan ketombe ringan sampai sedang mencatat perbaikan skor keparahan 41% dengan sampo tea tree oil 5%, dibanding 11% pada plasebo. Catatannya, kadar tea tree oil di sampo yang dijual jarang tertulis, jadi hasilnya belum tentu sama.

Sumber

Klaim kesehatan kulit di artikel ini bersandar pada sumber dermatologi dan regulator berikut. Semua tautan dibuka di tab baru.

  1. How to treat dandruffAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  2. Seborrheic dermatitis: Self-careAmerican Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  3. Do you have hair loss or hair shedding?American Academy of Dermatology (AAD) (aad.org), diakses
  4. Salicylic acidDermNet (dermnetnz.org), diakses
  5. Seborrhoeic dermatitisDermNet (dermnetnz.org), diakses
  6. Ketombe Timbul Bukan Karena Malas Keramas. Ini Sebabnya!PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin dan Estetik Indonesia) (perdoski.id), diakses
  7. 8 Tips Merawat Kepala dan Rambut bagi Perempuan BerhijabPERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin dan Estetik Indonesia) (perdoski.id), diakses
  8. Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetik (Lampiran I, III, dan V)Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (salinan peraturan.go.id), diakses
  9. Seborrheic Dermatitis and Dandruff: A Comprehensive Review (Borda dan Wikramanayake, J Clin Investig Dermatol 2015)PubMed Central (pmc.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
  10. Zinc Therapy in Dermatology: A Review (Gupta dkk., Dermatol Res Pract 2014)PubMed Central (pmc.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
  11. Treatment of dandruff with 5% tea tree oil shampoo (Satchell dkk., J Am Acad Dermatol 2002)PubMed (pubmed.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
  12. What's Best for Dandruff That Won't Go Away?Cleveland Clinic (health.clevelandclinic.org), diakses
  13. Dry Scalp: Causes, Treatment and PreventionCleveland Clinic (my.clevelandclinic.org), diakses
  14. Finding the Best Shampoo for Hair LossCleveland Clinic (health.clevelandclinic.org), diakses
  15. Selenium Sulfide Shampoo: Uses and Side EffectsCleveland Clinic (my.clevelandclinic.org), diakses

Ditulis oleh

Tim Redaksi Cantikmu

Tim redaksi

Tim Redaksi Cantikmu adalah nama bersama untuk artikel skincare, makeup, rambut, dan kuku di blog ini. Draf disusun dengan bantuan AI, dan setiap klaim dicocokkan ke sumber yang ditautkan. Penerbit dan penanggung jawab situs: Ahmad Thariq Syauqi.

Lihat pedoman redaksi. Diperbarui .