Cek izin edar kosmetikmu sebelum beliLihat panduan

MakeupTutorial

Cara Contour Wajah untuk Pemula: Letak, Warna, dan Alatnya

Cara contour wajah untuk pemula: letak contour di pipi, rahang, dan hidung, cara memilih warna, beda contour cream dan powder, alat, dan kesalahan umum.

Tim Redaksi CantikmuDiperbarui Baca 12 menit
Kuas makeup berbagai ukuran, dari kuas bulat besar sampai kuas kecil, berdiri di dua wadah putih berukir di depan cermin
Untuk contour, kuas yang paling sering terpakai adalah kuas miring berukuran sedang untuk pipi dan rahang, plus kuas kecil untuk sisi hidung.Foto: freestocks.org / Wikimedia Commons, CC0 1.0
Jawaban singkat

Contour adalah teknik riasan yang memakai warna sedikit lebih gelap dari kulit untuk membuat bayangan, sehingga tulang pipi, rahang, dan hidung terlihat lebih tegas. Untuk pemula, pilih warna bernuansa dingin atau netral yang satu sampai dua tingkat lebih gelap dari kulit, taruh di bawah tulang pipi, di bawah garis rahang, dan di pelipis. Baurkan sampai tidak ada garis yang terlihat.

Contour adalah teknik riasan yang memakai warna sedikit lebih gelap dari kulit untuk membuat bayangan, supaya tulang pipi, rahang, dan hidung terlihat lebih tegas. Untuk pemula, kuncinya ada tiga: warna matte bernuansa dingin satu sampai dua tingkat lebih gelap, letak di cekungan wajah, dan pembauran sampai tidak ada garis.

Panduan ini membahas contour dari nol: kenapa teknik ini bekerja, bedanya dengan bronzer dan highlighter, cara memilih warna (termasuk untuk kulit sawo matang dan gelap), pilihan tekstur, alat, langkah demi langkah, contour hidung, penyesuaian menurut bentuk wajah, sampai kesalahan yang paling sering terjadi. Fokusnya riasan harian yang rapi, bukan riasan panggung yang tebal.

Apa itu contour dan apa kegunaannya

Kegunaan contour sederhana: membuat bayangan di tempat yang secara alami memang cekung, sehingga bagian di sekitarnya tampak lebih menonjol. Contour tidak mengubah tulang wajah sedikit pun. Yang berubah hanya cara mata membaca terang dan gelap.

Mekanismenya sudah lama diteliti di bidang persepsi visual. Ramachandran (Nature, 1988) menunjukkan bahwa sistem penglihatan manusia bisa menyimpulkan bentuk tiga dimensi sebuah permukaan hanya dari variasi terang-gelap, dan proses ini mengasumsikan ada satu sumber cahaya yang menerangi seluruh gambar. Riasan juga terbukti bermain di wilayah kontras. Russell (Perception, 2009) mengukur foto wajah yang dikontrol ketat dan menemukan bahwa kosmetik secara konsisten menaikkan kontras antara mata, bibir, dan kulit di sekitarnya.

Dari dua temuan itu, kami menarik satu pelajaran praktis yang jarang dibahas tutorial: contour harus "masuk akal" sebagai bayangan dari satu arah cahaya. Itu sebabnya kedua sisi wajah perlu digarap dengan intensitas yang mirip, dan bayangan selalu ada di bawah tonjolan (bawah tulang pipi, bawah rahang), bukan di atasnya. Bayangan yang lebih gelap di satu sisi, atau ditaruh di atas tulang pipi, langsung terbaca sebagai noda, bukan bayangan.

Kalau kamu baru belajar makeup secara umum, mulailah dari make up natural untuk sehari-hari. Teknik ini sebaiknya ditambahkan setelah kamu nyaman meratakan base, karena base yang belang akan membuat bayangan apa pun terlihat kotor.

Contour, bronzer, dan highlighter: jangan tertukar

Tiga produk ini sering dijual dalam satu palet, sehingga pemula wajar bingung. Padahal tugasnya berbeda. Menurut L'Oréal Paris, bronzer umumnya bernuansa hangat untuk memberi kesan kulit terkena matahari, sedangkan contour memakai nuansa dingin atau netral untuk menciptakan ilusi bayangan. Halaman yang sama menyebut contour jarang berkilau; kebanyakan bertekstur matte atau menyerupai kulit, sementara bronzer bisa matte atau bercahaya.

ProdukTugasNuansa warnaLetak umum
ContourMeniru bayangan, memberi dimensiDingin atau netral, matteBawah tulang pipi, bawah rahang, sisi hidung, pelipis, tepi dahi
BronzerMemberi kesan hangatHangat, matte atau berkilauBagian yang biasa terkena matahari: atas tulang pipi, dahi, batang hidung
HighlighterMemantulkan cahayaLebih terang dari kulit, sering berkilauAtas tulang pipi, batang hidung, tengah dahi, dagu

Wadah bronzer bubuk keemasan yang berkilau di samping tiga kuas makeup bergagang hitam di atas latar gelap
Bronzer keemasan yang berkilau seperti ini memberi kesan hangat. Untuk contour, yang dicari justru warna matte bernuansa dingin.Foto: geehairimages (geehair.com) / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

Lalu, bolehkah memakai bronzer sebagai contour? Untuk efek tipis, sebagian orang tetap memakainya, dan hasilnya tidak salah. Tapi jujur saja, bronzer yang oranye atau berkilau di cekungan pipi lebih sering terlihat seperti kulit kotor daripada bayangan. Kalau hanya mampu membeli satu produk, kami lebih menyarankan contour matte bernuansa netral, karena warna ini masih bisa disapukan tipis ke seluruh wajah untuk kesan hangat. Sebaliknya, bronzer yang hangat sulit dipaksa menjadi bayangan.

Soal highlighter, L'Oréal Paris mengingatkan bahwa highlighter berfungsi melengkapi contour, bukan mengalahkannya. Terlalu banyak kilau justru menarik perhatian ke tekstur kulit.

Cara memilih warna contour yang pas

Warna yang terlalu gelap termasuk kesalahan contour yang paling umum. L'Oréal Paris menyebutnya salah satu cara tercepat membuat contour gagal, lalu menyarankan produk bernuansa dingin yang hanya satu sampai dua tingkat lebih gelap dari warna kulit, supaya hasilnya terbaca sebagai bayangan alami, bukan coretan.

Panduan warna dari L'Oréal Paris per warna kulit kira-kira begini:

  • Kulit terang: cokelat muda keabuan (ashy beige) atau taupe.
  • Kulit sedang, termasuk banyak warna sawo matang: keluarga cokelat sedang yang dingin, seperti abu kecokelatan (greige) atau cokelat jamur.
  • Kulit gelap: cokelat tua yang dingin, seperti espresso, mocha, atau walnut.

Kartu arah warna contour: ashy beige atau taupe untuk kulit terang, greige atau cokelat jamur untuk kulit sedang, espresso, mocha, atau walnut untuk kulit gelap
Arah warna contour per warna kulit menurut L'Oréal Paris (klaim brand). Uji di rahang dan lihat di cahaya siang sebelum membeli.

Ada nuansa yang sering terlewat untuk kulit sawo matang. Banyak produk contour yang dijual sebagai "light" atau "medium" sebenarnya terlalu abu-abu untuk kulit dengan warna dasar hangat, sehingga hasilnya keabuan seperti abu rokok. Kalau itu terjadi, jangan langsung pindah ke bronzer oranye. Cari warna di tengahnya: cokelat netral yang tidak terlalu abu-abu dan tidak terlalu oranye.

Tips uji warna. Jangan menguji di punggung tangan. Oleskan dua atau tiga pilihan dalam garis kecil di rahang, baurkan, lalu lihat di dekat jendela. Warna yang terbaca seperti bayangan samar adalah yang paling mendekati. Warna yang terbaca seperti garis cokelat terlalu gelap.

Satu hal lagi: lebih gelap tidak berarti lebih tegas. Bagi pemula, perbedaan warna yang tipis justru lebih aman. Itu juga yang disarankan L'Oréal Paris saat menjelaskan teknik contour dengan concealer: pakai concealer yang hanya satu tingkat lebih gelap, karena perbedaan yang halus cenderung lebih baik untuk pemula.

Contour cream, stick, atau powder: mana untuk pemula

Produk contour hadir dalam bentuk cair, krim atau stick, dan bedak. Di pencarian, bentuk krim sering ditulis "contour creme" atau "contour cream", maksudnya sama. Pilihannya sebaiknya ditentukan jenis kulit, bukan tren.

TeksturCocok untukKelebihanPerlu diperhatikan
Krim atau stickKulit kering dan normal, pemulaMudah dibaurkan, menyatu seperti kulitBisa bergeser di kulit sangat berminyak bila tidak dikunci bedak
CairKulit kering, tampilan sangat naturalSangat tipisCepat mengering, harus dibaurkan segera
Bedak (powder) matteKulit berminyak, udara panas dan lembapLebih awet di kulit berminyakMudah terlihat menumpuk di kulit kering atau mengelupas

Ringkasan di tabel itu sejalan dengan L'Oréal Paris: pemilik kulit berminyak mungkin mendapati powder matte paling tahan lama, krim dan cairan cocok untuk kulit kering karena tidak terlihat cakey (bedak menggumpal di garis halus), dan krim disebut paling mudah dikerjakan pemula. Belum yakin jenis kulitmu? Coba kuis jenis kulit sebelum membeli.

Aturan yang lebih penting dari pilihan tekstur: samakan tekstur dalam satu wajah. Contour krim yang ditimpa highlighter bedak sering terlihat belang. L'Oréal Paris menyarankan krim dipasangkan dengan krim, bedak dengan bedak, dan cair dengan cair.

Menurut kami, untuk iklim tropis ada jalan tengah yang praktis: contour krim tipis untuk membentuk, lalu bedak tabur bening ditepuk di atasnya hanya di area yang berminyak. Yang membuat kulit kering terlihat bersisik biasanya bukan produk pembentuk bayangannya, melainkan sel kulit mati di permukaan. Kalau masalahnya itu, perbaiki dulu dari perawatan, misalnya lewat eksfoliasi yang tidak berlebihan.

Alat contour: kuas, spons, atau jari

Kamu tidak butuh satu set kuas lengkap. Dua alat sudah cukup: kuas miring berukuran sedang untuk pipi dan rahang, serta kuas kecil untuk sisi hidung. Spons yang dilembapkan menjadi tambahan yang berguna untuk tekstur krim.

L'Oréal Paris menilai jari jarang memberi hasil yang presisi, dan menyarankan kombinasi kuas miring untuk definisi dan spons lembap untuk pembauran yang halus. Kami sepakat soal presisi, tapi dengan catatan. Untuk contour krim yang dipakai sangat tipis, ujung jari yang hangat kadang justru membantu produk menyatu. Yang penting bukan alatnya, melainkan jumlah produk yang sedikit dan gerakan menepuk, bukan menyeret.

Bagian yang paling sering diabaikan adalah kebersihan alat. American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan kuas makeup dibersihkan setiap minggu dan hanya dipakai sendiri. Alasannya, bakteri, sel kulit mati, dan minyak dari kulit orang lain bisa menempel di riasan, kuas, dan aplikator, lalu berpindah ke kulitmu. AAD juga menyebut berbagi riasan atau aplikator bisa menularkan penyakit seperti mata merah (pink eye) atau herpes di bibir (cold sore).

Peta contour: letak dasar sebelum mulai

Sebelum masuk langkah, kenali dulu petanya. Secara umum, L'Oréal Paris menaruh contour di cekungan dan tepi wajah: tepat di bawah tulang pipi, di sepanjang sisi hidung, di sekitar garis rahang, dan di tepi dahi dekat garis rambut. Highlight sebaliknya, di bagian yang menonjol.

Diagram wajah dengan area contour berwarna cokelat keabuan di bawah tulang pipi, bawah rahang, sisi hidung, dan pelipis, serta area highlight krem di dahi, batang hidung, atas tulang pipi, dan dagu
Peta dasar: bayangan di cekungan (bawah tulang pipi, bawah rahang, sisi hidung, pelipis), cahaya di bagian yang menonjol. Ini titik awal, bukan aturan mati.

Untuk pemula yang masih ragu dengan letaknya, ada jalan pintas yang dijelaskan L'Oréal Paris: gambar bentuk angka 3 di tiap sisi wajah. Mulai dari tengah dahi, lengkungkan garis turun ke tulang pipi, lalu sapukan ke rahang. Satu bentuk ini sudah memberi bayangan di pelipis, tulang pipi, dan rahang tanpa perlu presisi tinggi.

Tutorial contour wajah langkah demi langkah

Delapan langkah di bawah ini disusun untuk riasan harian. Kalau sedang buru-buru, langkah 2 sampai 5 sudah cukup memberi dimensi yang terlihat.

  1. Langkah 1: Siapkan kulit dan base

    Pakai pelembap dan sunscreen seperti biasa, lalu ratakan foundation, cushion, atau sunscreen berwarna tipis-tipis. Tunggu sebentar sampai lapisan dasar tidak basah lagi supaya contour tidak ikut bergeser saat dibaurkan.

  2. Langkah 2: Pilih warna contour yang tepat

    Ambil produk matte bernuansa dingin atau netral yang satu sampai dua tingkat lebih gelap dari warna kulitmu. Uji dulu dengan garis kecil di rahang dan lihat di cahaya siang. Kalau warnanya terlihat oranye atau kemerahan, itu lebih cocok sebagai bronzer.

  3. Langkah 3: Temukan cekungan di bawah tulang pipi

    Raba tulang pipi dengan jari dari depan telinga ke arah hidung. Cekungan tepat di bawahnya adalah tempat bayangan alami jatuh. Kalau sulit ditemukan, kempiskan pipi sebentar sambil bercermin.

  4. Langkah 4: Taruh contour di pipi dan baurkan ke atas

    Mulai dari dekat telinga, sapukan atau totolkan contour mengikuti cekungan itu ke arah tengah pipi, lalu berhenti sebelum mendekati sudut bibir. Baurkan ke arah atas dan luar dengan gerakan memutar kecil supaya wajah terlihat terangkat, bukan turun.

  5. Langkah 5: Beri bayangan di bawah rahang

    Sapukan contour tipis tepat di bawah tulang rahang, bukan di atasnya, dari bawah telinga ke arah dagu. Baurkan sedikit ke leher agar tidak ada batas warna yang terlihat seperti garis topeng.

  6. Langkah 6: Lengkapi pelipis dan tepi dahi

    Sapukan sisa produk di pelipis dan sepanjang tepi garis rambut. Cara mudahnya, bayangkan angka 3 di sisi wajah: dari pelipis turun ke bawah tulang pipi, lalu ke rahang.

  7. Langkah 7: Contour hidung bila perlu

    Langkah ini opsional untuk pemula. Dengan kuas kecil, buat dua garis tipis di kedua sisi batang hidung, lalu baurkan sampai tepinya hilang menyatu dengan kulit. Semakin dekat jarak dua garis itu, semakin tegas kesan hidungnya.

  8. Langkah 8: Cek di cahaya siang lalu kunci

    Lihat wajahmu di dekat jendela. Tepi yang masih tegas dibaurkan lagi dengan spons bersih. Kalau kulitmu mudah berminyak, tepuk bedak tipis di atas contour cream supaya bertahan lebih lama.

Tutorial contour hidung untuk pemula

Diagram empat langkah contour hidung: garis tipis di sisi hidung dari pangkal alis, baurkan tepi, highlight tipis di batang hidung, kunci dengan bedak
Langkah contour hidung dari L'Oréal Paris, ditambah saran redaksi untuk memulai dari pangkal alis dan mengecek dari samping.

Contour hidung adalah bagian yang paling banyak dicari, sekaligus yang paling cepat terlihat berlebihan. Menurut kami, pemula sebaiknya menguasai pipi dan rahang dulu, baru mencoba hidung setelah tangan terbiasa membaurkan.

Langkah dari L'Oréal Paris cukup ringkas. Pakai contour krim satu sampai dua tingkat lebih gelap dari kulit. Dengan kuas tipis, buat garis di kedua sisi hidung, lalu baurkan semua tepi yang tegas. Semakin dekat jarak kedua garis, semakin tegas kesan hidungnya. Setelah itu, beri garis highlight tipis di tengah batang hidung dan kunci dengan bedak.

Beberapa detail yang membuat hasilnya lebih rapi:

  • Mulai dari pangkal alis bagian dalam. Garis yang muncul mendadak di tengah hidung terbaca sebagai coretan. Garis yang menyambung dari alis terbaca sebagai bayangan alami.
  • Pakai produk paling sedikit di seluruh wajah. Kulit di sisi hidung tipis dan dilihat dari jarak dekat. Sisa produk di kuas setelah membentuk pipi sering sudah cukup.
  • Jangan menebalkan highlight. Menurut kami, garis highlight cukup setipis batang korek api. Highlight yang melebar ke sisi hidung ikut menerangi area yang baru saja kamu beri bayangan, sehingga efek contour-nya berkurang.
  • Cek dari samping. Bayangan hidung yang terlihat wajar dari depan bisa terlihat seperti garis cokelat dari sudut tiga perempat.

Kalau kamu sedang belajar riasan mata juga, ingat bahwa bayangan hidung dan bentuk alis saling memengaruhi. Panduan cara memakai eyeliner bisa jadi langkah berikutnya untuk menyeimbangkan bagian tengah wajah.

Contour sesuai bentuk wajah

Peta dasar di atas cocok untuk hampir semua orang. Setelah terbiasa, kamu bisa menyesuaikannya dengan bentuk wajah. L'Oréal Paris membagi enam bentuk wajah umum dengan saran berikut:

Bentuk wajahCiriFokus contour
BulatPanjang dan lebar hampir sama, tepi melengkungPelipis, bawah tulang pipi, garis rahang, untuk kesan lebih panjang
OvalSedikit lebih panjang dari lebarnya, tepi melengkungTepi luar dahi, bawah tulang pipi, garis rahang, tipis saja
KotakPanjang dan lebar hampir sama, sudut tegasSudut dahi, bawah tulang pipi, garis rahang, untuk melembutkan sudut
HatiDahi lebih lebar, rahang dan dagu lebih kecilPelipis, bawah tulang pipi, bawah rahang dengan sangat lembut
Persegi panjangLebih panjang dari lebarnya, rahang tegasDahi, pelipis, bawah tulang pipi
Belah ketupat (diamond)Wajah panjang, dagu runcing, garis rambut sempitPelipis, bawah tulang pipi, garis rahang tipis

Pandangan kami: jangan terlalu terpaku pada label bentuk wajah. Sebagian besar wajah adalah campuran, misalnya dahi seperti bentuk hati tapi rahang agak kotak. Bahkan antar artikel dari brand yang sama, sarannya bisa berbeda; halaman kesalahan contour L'Oréal Paris menyebut contour di dagu dan garis rahang bisa memendekkan kesan wajah oval. Cara yang lebih andal adalah melihat foto wajahmu tanpa riasan, lalu bertanya: bagian mana yang ingin dibuat lebih "masuk", dan bagian mana yang ingin lebih "keluar"?

Contour sebelum atau sesudah foundation?

Ini salah satu pertanyaan yang jawabannya berbeda-beda, bahkan di satu sumber. Halaman tutorial contour L'Oréal Paris menyebut kamu boleh memakai contour sebelum atau sesudah foundation. Memakainya sesudah foundation adalah cara yang lebih umum, sedangkan memakainya sebelum foundation (dikenal sebagai underpainting) memberi hasil yang kurang tajam tetapi lebih natural. Di sisi lain, halaman kesalahan contour dari brand yang sama menyarankan selalu sesudah foundation agar warnanya tetap terlihat.

Jadi mana yang benar? Keduanya, tergantung tujuanmu. Untuk pemula, kami menyarankan sesudah foundation, karena kamu bisa melihat langsung seberapa kuat bayangannya dan mudah mengoreksi. Underpainting lebih cocok untuk kamu yang sudah paham letaknya dan ingin hasil yang sangat lembut, karena lapisan foundation di atasnya akan meredam warnanya.

Satu syarat yang berlaku untuk keduanya: base harus tipis. Bayangan di atas foundation yang tebal cenderung ikut bergeser dan bercampur menjadi abu-abu.

Kesalahan contour yang paling sering

Berikut kesalahan yang paling sering membuat wajah terlihat "kelihatan pakai contour", beserta cara memperbaikinya:

  1. Warna terlalu gelap atau terlalu oranye. Turunkan satu tingkat dan pilih nuansa dingin atau netral.
  2. Bayangan ditaruh di atas tulang pipi. Turunkan sedikit ke cekungannya. Bayangan selalu di bawah tonjolan.
  3. Garis rahang berhenti di dagu. Baurkan ke bawah, ke arah leher, supaya tidak terlihat seperti batas topeng.
  4. Dibaurkan ke bawah. L'Oréal Paris menyarankan membaurkan ke atas, bukan ke bawah, dengan spons atau kuas dalam gerakan memutar, supaya wajah terlihat terangkat.
  5. Hanya satu area yang di-contour. Pipi yang sangat tegas tanpa sentuhan di pelipis dan rahang terlihat tidak selesai. Bagi rata, tipis-tipis.
  6. Highlighter terlalu banyak. Kilau di seluruh wajah menghapus efek bayangan yang sudah dibuat.
  7. Mengecek di bawah lampu kamar mandi. Lampu kuning atau lampu dari atas menyembunyikan garis. Selalu cek di cahaya siang.

Kalau sudah telanjur terlalu gelap, jangan menimpanya dengan bedak lebih banyak. Tepuk area itu dengan spons yang masih menyisakan sedikit foundation, sehingga warnanya teredam tanpa menambah lapisan baru.

Kulit berjerawat, keamanan produk, dan cara menghapus

Contour dipakai di area yang sama dengan tempat jerawat sering muncul, yaitu pipi dan rahang. AAD menyebut jerawat akibat kosmetik (acne cosmetica) bisa muncul dalam hitungan beberapa hari sampai enam bulan, sehingga hubungannya dengan produk sering tidak langsung disadari. AAD menyarankan membaca label dan mencari keterangan "oil-free", "won't clog pores", atau "non-comedogenic". Kalau komedo dan jerawat kecil sering muncul di area itu, panduan cara menghilangkan komedo membahas perawatannya. Jerawat yang meradang, nyeri, atau tidak membaik sebaiknya diperiksakan ke dokter spesialis kulit, bukan ditutup riasan yang lebih tebal.

Sebelum membeli produk contour, cek izin edarnya. Balai POM di Tasikmalaya menjelaskan nomor notifikasi kosmetik diawali dua huruf dan diikuti 11 digit angka. Kamu bisa memastikannya lewat panduan cek BPOM. BPOM juga mengajak konsumen menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, Kedaluwarsa), terutama untuk produk yang dibeli lewat platform digital. Penasaran dengan isi daftar bahannya? Tempel di pengecek kandungan produk.

Terakhir, riasan ini tetap harus dihapus sebelum tidur. AAD menyarankan menghapus semua riasan dengan pembersih riasan bebas minyak, lalu mencuci wajah dengan pembersih yang lembut tanpa menggosok. Untuk riasan yang dipakai di atas sunscreen tahan air, metode double cleansing bisa membantu. Riasan pagi yang rapi juga dimulai dari kulit yang terawat; kalau urutan skincare-mu belum tetap, susun lewat pembuat urutan skincare, dan jangan lewatkan sunscreen yang cocok untuk kulitmu di bawah riasan.

Untuk tutorial makeup wajah lain, dari base sampai blush, jelajahi pilar makeup wajah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa kegunaan contour dalam makeup?

Contour dipakai untuk membuat bayangan buatan di bagian wajah yang secara alami cekung, seperti bawah tulang pipi, bawah rahang, dan sisi hidung. Hasilnya, bagian di sekitarnya tampak lebih menonjol dan wajah terlihat lebih berdimensi. Contour tidak mengubah bentuk tulang, ia hanya mengubah cara cahaya dan bayangan terbaca oleh mata.

Apa bedanya contour dengan bronzer?

Contour biasanya matte dan bernuansa dingin atau netral karena tugasnya meniru bayangan, jadi ditaruh di cekungan wajah. Bronzer bernuansa hangat, boleh matte atau berkilau, dan ditaruh di bagian yang biasa terkena matahari seperti dahi, tulang pipi, dan batang hidung untuk memberi kesan hangat.

Lebih mudah contour cream atau powder untuk pemula?

Untuk kebanyakan pemula, contour cream atau stick lebih mudah karena lebih memaafkan saat dibaurkan dan tidak mudah terlihat menumpuk di kulit kering. Kalau kulitmu berminyak atau kamu sering beraktivitas di udara panas, powder matte biasanya lebih awet. Pilih satu tekstur dulu dan pasangkan dengan highlighter bertekstur sama.

Bolehkah memakai concealer gelap atau foundation gelap sebagai contour?

Boleh. Concealer atau foundation yang satu sampai dua tingkat lebih gelap dari kulit bisa jadi contour cream yang praktis, asalkan warnanya tidak terlalu oranye. Keuntungannya, teksturnya sama dengan base yang kamu pakai sehingga lebih mudah menyatu.

Kenapa contour hidung saya malah terlihat seperti dua garis cokelat?

Biasanya karena produknya terlalu banyak, warnanya terlalu gelap, atau garisnya berhenti mendadak di tengah hidung. Pakai kuas kecil dengan produk sangat sedikit, mulai garis dari pangkal alis bagian dalam, lalu baurkan sampai kamu tidak bisa lagi menunjuk di mana garis itu berakhir.

Apakah contour bisa memicu jerawat?

Sebagian produk riasan, termasuk contour, bisa memicu jerawat akibat kosmetik (acne cosmetica). American Academy of Dermatology menyarankan memilih produk berlabel oil-free, won't clog pores, atau non-comedogenic, membersihkan kuas setiap minggu, tidak berbagi alat riasan, dan menghapus makeup sebelum tidur. Bila jerawat terus muncul atau meradang, konsultasikan ke dokter spesialis kulit.

Contour dipakai sebelum atau sesudah foundation?

Keduanya bisa. L'Oréal Paris menyebut cara yang lebih umum adalah sesudah foundation, sedangkan contour sebelum foundation (underpainting) memberi hasil yang kurang tajam tetapi lebih natural. Untuk pemula kami menyarankan sesudah foundation, karena kekuatan bayangannya langsung terlihat dan mudah dikoreksi.

Warna contour apa yang cocok untuk kulit sawo matang?

Untuk kulit sedang, termasuk banyak warna sawo matang, L'Oréal Paris menyarankan keluarga cokelat sedang yang dingin seperti greige atau cokelat jamur, satu sampai dua tingkat lebih gelap dari kulit. Kalau hasilnya tampak keabuan, cari cokelat netral yang tidak terlalu abu-abu dan tidak terlalu oranye.

Sumber

Rujukan yang dipakai untuk menyusun artikel ini. Semua tautan dibuka di tab baru.

  1. How to Contour Your Face Like a ProL'Oréal Paris USA (klaim brand) (lorealparisusa.com), diakses
  2. Bronzer vs. Contour: What's the Difference and How To Apply EachL'Oréal Paris USA (klaim brand) (lorealparisusa.com), diakses
  3. Contour Do's and Don'ts: 9 Common Mistakes (and How to Fix Them)L'Oréal Paris USA (klaim brand) (lorealparisusa.com), diakses
  4. How to Contour Your Nose in 4 Easy StepsL'Oréal Paris USA (klaim brand) (lorealparisusa.com), diakses
  5. Perception of shape from shading (Ramachandran, Nature 1988)PubMed (NIH) (pubmed.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
  6. A sex difference in facial contrast and its exaggeration by cosmetics (Russell, Perception 2009)PubMed (NIH) (pubmed.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
  7. I have acne! Is it okay to wear makeup?American Academy of Dermatology (aad.org), diakses
  8. Tampil Cantik dengan Kosmetik yang AmanBalai POM di Tasikmalaya (BPOM) (tasikmalaya.pom.go.id), diakses
  9. BPOM Temukan Kembali 14 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya dan Bahan Dilarang pada Triwulan II Tahun 2026Badan Pengawas Obat dan Makanan (pom.go.id), diakses

Ditulis oleh

Tim Redaksi Cantikmu

Tim redaksi

Tim Redaksi Cantikmu adalah nama bersama untuk artikel skincare, makeup, rambut, dan kuku di blog ini. Draf disusun dengan bantuan AI, dan setiap klaim dicocokkan ke sumber yang ditautkan. Penerbit dan penanggung jawab situs: Ahmad Thariq Syauqi.

Lihat pedoman redaksi. Diperbarui .