Cek izin edar kosmetikmu sebelum beliLihat panduan

Tubuh & PriaPanduan

Parfum Tahan Lama: Cara Memilih EDP, EDT, dan Titik Semprot yang Tepat

Parfum tahan lama bergantung pada kadar pewangi, kondisi kulit, dan cara pakai. Beda EDP, EDT, extrait, titik semprot, cara menyimpan, dan cek BPOM.

Tim Redaksi CantikmuDiperbarui Baca 11 menit
Botol parfum kaca bergaris vertikal berisi cairan biru muda dengan tutup hitam, di atas permukaan kayu terang
Bentuk dan ukuran botol tidak memberi tahu seberapa pekat isinya. Petunjuknya ada di label kadar, seperti EDT atau EDP. Foto dipotong ke format lebar.Foto: Santeri Viinamäki / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0
Jawaban singkat

Parfum tahan lama ditentukan tiga hal: kadar bahan pewangi (eau de parfum biasanya lebih pekat daripada eau de toilette), kulit yang terhidrasi, dan cara memakainya. Semprotkan ke satu atau dua titik hangat seperti leher dan pergelangan tangan bagian dalam setelah memakai pelembap tanpa pewangi, jangan digosok, lalu simpan botol di tempat sejuk dan jauh dari sinar matahari.

Parfum tahan lama bergantung pada tiga hal: kadar bahan pewangi di dalam botol, kondisi kulit yang memakainya, dan cara kamu menyemprot serta menyimpannya. Eau de parfum (EDP) umumnya lebih pekat daripada eau de toilette (EDT), tetapi semprotan di kulit yang terhidrasi, tanpa digosok, sering sama pentingnya dengan label di botol.

Panduan ini membahas beda EDP, EDT, eau de cologne, dan extrait de parfum, kenapa angka persentase di internet sering tidak cocok satu sama lain, titik semprot yang disebut panduan merek, cara menyimpan botol, sampai hal yang perlu dicek sebelum membeli parfum murah. Semua angka di sini merujuk ke sumber yang tercantum di bagian Sumber; klaim dari situs merek kami tulis sebagai klaim merek, bukan hasil uji kami.

Apa yang membuat parfum tahan lama atau cepat pudar

Bayangkan parfum sebagai campuran bahan wewangian yang dilarutkan, biasanya dalam alkohol. Begitu disemprot, alkohol menguap dan bahan wewangian mulai menguap sedikit demi sedikit dari kulit. Seberapa lama aromanya bertahan dipengaruhi tiga kelompok faktor.

  1. Kadar bahan pewangi. Semakin pekat, semakin banyak bahan wewangian yang tertinggal di kulit. Inilah yang dibedakan oleh label EDT, EDP, dan seterusnya.
  2. Kondisi kulit. Kulit bukan permukaan mati. Studi kecil di International Journal of Cosmetic Science dengan 10 peserta menjelaskan bahwa kulit berinteraksi dengan molekul wewangian dan memperlambat penguapannya dibanding permukaan kaca, dan bahwa kulit yang terhidrasi baik cenderung punya laju penguapan lebih rendah.
  3. Cara pakai dan cara simpan. Digosok, disemprot terlalu sedikit di titik yang salah, atau botol yang disimpan di tempat panas bisa memperpendek umur aroma.

Ada satu faktor lagi yang jarang dibahas, yaitu hidungmu sendiri. Tinjauan di Physiology and Behavior menyebut habituasi terhadap bau, atau menurunnya intensitas yang kita rasakan, terjadi relatif cepat. Studi di jurnal Foods terhadap 19 peserta bahkan menemukan bahwa memakai parfum, walau dalam jumlah rendah sampai sedang, menurunkan kemampuan penciuman pemakainya (catatan dari penulisnya: semua peserta memakai parfum yang sama, bukan pilihan sendiri).

Artinya, parfum yang terasa "habis" setelah satu jam belum tentu benar-benar habis. Menurut kami, inilah sebab paling umum orang menyemprot berulang kali sampai aromanya terlalu kuat untuk orang di sekitarnya.

Beda EDP, EDT, eau de cologne, dan extrait de parfum

Label di botol memberi petunjuk kadar bahan pewangi. Di Indonesia, rancangan peraturan notifikasi kosmetik BPOM (versi Agustus 2025, dibuka untuk masukan publik sampai 21 September 2025) mengelompokkan parfum sebagai sediaan wangi-wangian dan menulis rentang kadar berikut. Karena masih rancangan, angka ini belum tentu menjadi aturan final.

Diagram batang rentang kadar bahan pewangi: eau de cologne 2-5 persen, eau de toilette 4-10 persen, eau de parfum 7-15 persen, parfum 15-30 persen
Rentang kadar bahan pewangi menurut rancangan peraturan notifikasi kosmetik BPOM versi Agustus 2025. Perhatikan rentangnya saling tumpang tindih.

Label di botolKadar bahan pewangi (rancangan BPOM)Kesan umum
Pewangi badanlebih rendah dari eau de colognePaling ringan, cocok untuk disegarkan ulang
Eau de cologne (EDC)2-5%Ringan dan segar
Eau de toilette (EDT)4-10%Sedang, banyak dipakai harian
Eau de parfum (EDP)7-15%Lebih pekat dan lebih terasa
Parfum15-30%Paling pekat

Extrait de parfum itu apa?

Extrait de parfum (sering disingkat extrait) adalah label yang dipakai merek untuk versi yang lebih pekat dari EDP. Rancangan BPOM tidak memakai istilah extrait; kategori paling pekat di sana disebut Parfum, dengan kadar 15-30%. Jadi, kalau kamu menemukan botol bertuliskan extrait, anggap itu sebagai penanda kadar tinggi, lalu tetap cek kadar atau keterangan yang dicantumkan mereknya.

Satu hal yang membingungkan: kata "parfum" juga dipakai sebagai istilah umum. Penhaligon's menyebut parfum sebagai istilah payung untuk wewangian apa pun kadarnya. Dalam percakapan sehari-hari di Indonesia pun, semua botol wewangian disebut parfum, padahal isinya bisa saja EDT.

Kenapa angka di internet tidak pernah sama

Kalau kamu membandingkan beberapa artikel, angkanya hampir selalu berbeda. Ini bukan salah ketik. Tiap rumah parfum menetapkan sendiri kadarnya, dan bahkan satu merek bisa menulis angka berbeda di negara berbeda. Lihat contoh klaim merek berikut:

Sumber (klaim merek)Eau de toiletteEau de parfumPerkiraan lama di kulit
The Body Shop Uni Emirat Arab7-12%12-15%EDT 4-5 jam, EDP 6-8 jam
The Body Shop Australia5-15%15-20%EDT sekitar 3-5 jam, EDP disebut jauh lebih lama tanpa angka jam
Penhaligon'stidak dicantumkantidak dicantumkanEDT 2-4 jam, EDP sekitar 4-5 jam

Pelajarannya sederhana. Label memberi urutan kasar (EDC lebih ringan dari EDT, EDT lebih ringan dari EDP), tetapi bukan jaminan jam. Sebuah EDT dari satu merek bisa saja lebih awet daripada EDP merek lain, tergantung bahan wewangiannya. Jadi untuk mencari parfum tahan lama, jadikan label sebagai saringan pertama, lalu uji sendiri di kulitmu.

Parfum EDP atau EDT, mana yang kamu pilih?

Pilih EDP kalau kamu ingin aroma yang terasa lebih lama dengan semprotan lebih sedikit, misalnya untuk acara malam atau hari yang panjang di luar rumah. Pilih EDT kalau kamu bekerja di ruangan tertutup bersama banyak orang, suka aroma yang lebih ringan, atau tidak keberatan menyemprot ulang di siang hari.

Di toko daring, label ini sering ditulis lengkap di judul produk, misalnya "parfum eau de parfum" atau "edp parfum" untuk versi yang lebih pekat, dan "parfum eau de toilette" untuk versi yang lebih ringan. Ketiganya merujuk ke label kadar yang sama dengan tabel di atas, jadi tetap baca keterangan kadar dari mereknya.

Jujur saja, di iklim panas dan lembap, EDP yang disemprot berlebihan mudah terasa menyengat. Kalau baru pertama membeli EDP, mulai dari satu semprotan dan tambah belakangan.

Cara memakai parfum agar tahan lama

Tidak ada satu trik ajaib untuk parfum tahan lama; yang bekerja adalah gabungan langkah kecil. Urutan di bawah ini menggabungkan saran dari panduan merek dengan sumber dermatologi, dan berlaku untuk parfum pria maupun wanita.

  1. Pakai setelah mandi, di kulit yang bersih. Keringkan tubuh dengan cara ditepuk.
  2. Lembapkan dulu dengan pelembap tanpa pewangi. American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan memakai pelembap tepat setelah mandi saat kulit masih sedikit lembap, dan memilih produk berlabel "fragrance-free". Pelembap tanpa pewangi juga tidak "bertabrakan" dengan aroma parfummu. Kalau rutinitas pagimu sudah panjang, susun ulang urutannya lewat pembuat urutan skincare.
  3. Semprot ke satu atau dua titik hangat. Pilihannya ada di bagian berikut.
  4. Jangan digosok. Biarkan cairan mengering sendiri.
  5. Beri jeda sebentar sebelum berpakaian, supaya parfum sempat mengering di kulit.

Diagram alur lima langkah memakai parfum: setelah mandi, pelembap tanpa pewangi, semprot satu atau dua titik, jangan digosok, beri jeda
Lima langkah kecil yang digabung dari saran AAD dan panduan merek. Tidak ada satu trik tunggal yang membuat parfum awet.

Titik semprot parfum

The Body Shop menyarankan menyemprot di titik nadi, yaitu pergelangan tangan dan leher, lipatan siku bagian dalam, lutut, atau sedikit di bawah pusar. Area ini cenderung hangat, sehingga aroma menyebar perlahan ke sekitarmu.

Diagram siluet tubuh dengan lima titik semprot parfum: leher, pergelangan tangan dalam, lipatan siku dalam, sedikit di bawah pusar, dan lutut
Lima titik nadi yang disebut panduan The Body Shop (klaim merek). Untuk harian, satu atau dua titik sudah cukup.

Kamu tidak perlu menyemprot kelima titik. Untuk harian, satu semprotan di leher dan satu di pergelangan tangan sudah cukup. The Body Shop juga menyarankan memilih titik yang tidak langsung tertutup pakaian, supaya parfum sempat "bernapas" di kulit, dan menyemprot dari jarak sekitar 12 cm agar cairan mendarat sebagai kabut halus.

Jangan menggosok pergelangan tangan

Kebiasaan menggosokkan dua pergelangan tangan setelah menyemprot sangat umum. The Body Shop di halaman yang sama menjawab tegas: jangan, karena menggosok bisa membuat aroma lebih cepat hilang dari kulit. Tempelkan pelan saja kalau ingin meratakan, lalu biarkan.

Kulit kering perlu persiapan lebih

Kalau kulit tubuhmu cenderung kering, aroma biasanya terasa lebih cepat memudar. Ini sejalan dengan temuan studi penguapan wewangian tadi bahwa hidrasi kulit ikut menahan molekul wewangian. Pelembap tanpa pewangi sebelum menyemprot adalah langkah paling murah untuk membantu parfum tahan lama. Belum yakin jenis kulitmu? Coba kuis jenis kulit. Kalau kulit tubuhmu sering terasa perih dan kasar, panduan menjaga skin barrier bisa membantu.

Tips: semprot ke udara lalu berjalan melewatinya? Cara ini populer, tetapi menurut kami boros: kamu tidak tahu seberapa banyak yang benar-benar mendarat di kulit. Kalau tujuanmu aroma yang awet, semprot langsung ke titiknya.

Kesalahan yang membuat wangi parfum cepat pudar

Banyak keluhan soal parfum tahan lama ternyata berasal dari kebiasaan, bukan dari botolnya. Sebelum membeli botol baru karena merasa parfummu "tidak awet", cek dulu hal berikut:

  • Menyemprot ulang karena hidung sudah terbiasa. Seperti dibahas di awal, penciumanmu sendiri menurun lebih cepat daripada aroma di kulitmu. Tanya orang terdekat dulu.
  • Menggosok setelah menyemprot, terutama di pergelangan tangan.
  • Memakai di kulit yang sangat kering tanpa pelembap.
  • Menyimpan botol di kamar mandi atau mobil. Panas dan lembap mempercepat perubahan isi botol (lihat bagian penyimpanan di bawah).
  • Membandingkan EDT dengan EDP merek lain lalu menyimpulkan satu merek "palsu" atau "lemah". Kadar tiap merek memang berbeda.

Satu catatan keamanan: FDA mengingatkan agar produk aerosol atau semprotan tidak dipakai saat merokok atau di dekat api terbuka, dan dipakai di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik.

Cara menyimpan parfum supaya aromanya awet

Parfum tahan lama juga butuh isi botol yang terjaga. FDA menjelaskan bahwa perubahan suhu serta paparan sinar matahari dan udara bisa mengubah warna dan tekstur kosmetik, dan panas bisa membuat pengawet terurai. FDA juga menyarankan tidak meninggalkan kosmetik di tempat panas seperti mobil yang panas.

The Body Shop menulis hal serupa khusus untuk parfum: panas dan kelembapan kamar mandi bisa membuat parfum lebih cepat kehilangan aromanya, begitu pula tempat yang terkena sinar matahari, sehingga tempat terbaik adalah yang sejuk dan jauh dari sumber panas.

Praktisnya:

  • Simpan di lemari atau laci kamar, jangan di meja dekat jendela.
  • Tutup rapat setelah dipakai.
  • Simpan di kotak aslinya kalau masih ada, supaya terlindung dari cahaya.
  • Jangan tinggalkan botol di dasbor atau bagasi mobil.

Diagram dua kolom tempat menyimpan parfum: lemari sejuk dan kotak asli dianjurkan, kamar mandi, jendela, dan mobil dihindari
Panas, sinar matahari, dan udara bisa mengubah isi botol, jadi simpan parfum di tempat yang sejuk dan tertutup.

Apakah parfum punya tanggal kedaluwarsa?

Sebagian besar ya. FDA mencatat bahwa di Amerika Serikat tidak ada aturan yang mewajibkan tanggal kedaluwarsa pada label kosmetik, tetapi di Indonesia BPOM mengajak konsumen menerapkan Cek KLIK, yaitu cek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau memakai kosmetik. Sebagai gambaran klaim merek, The Body Shop menyebut sebagian besar produknya punya masa simpan tiga tahun. Berhenti memakai parfum yang warna atau teksturnya sudah berubah, atau yang aromanya jelas berbeda dari saat baru dibeli.

Parfum pria tahan lama dan parfum wanita tahan lama: apa bedanya?

Label "for him" dan "for her" lebih banyak bicara soal gaya aroma yang dipasarkan, bukan soal daya tahan. Yang menentukan awet atau tidaknya tetap kadar bahan pewangi, karakter bahan wewangiannya, dan kulit pemakainya, bukan gambar di kemasan.

Jadi, kalau kamu mencari parfum pria tahan lama, jangan terpaku di rak pria. Begitu juga untuk parfum wanita tahan lama: banyak aroma yang dipasarkan untuk satu gender nyaman dipakai siapa saja. Kata pencarian seperti "parfum tahan lama pria" atau "parfum tahan lama wanita" di toko daring lebih banyak menyaring gaya aroma, bukan daya tahannya. Uji di kulitmu sendiri, tunggu beberapa jam, lalu putuskan.

Untuk pembaca pria yang baru mulai merawat diri, parfum sebaiknya menjadi langkah terakhir setelah kulit bersih dan terawat. Panduan memilih sabun cuci muka pria membahas rutinitas dasarnya, dan bahasan parfum serta perawatan tubuh lainnya ada di pilar tubuh, parfum, dan perawatan pria.

Parfum tahan lama murah: cek BPOM dulu

Parfum tahan lama murah memang ada, dan harga murah tidak otomatis buruk. Banyak EDT terjangkau yang wanginya awet di kulit tertentu. Tetapi parfum termasuk kosmetik. FDA menyebut parfum dan cologne sebagai contoh produk kosmetik, dan rancangan peraturan BPOM tadi juga memasukkannya ke kelompok sediaan wangi-wangian dalam aturan notifikasi kosmetik.

Artinya, sebelum membeli, cek nomor notifikasinya. Balai POM di Tasikmalaya menjelaskan nomor notifikasi kosmetik diawali dua huruf lalu diikuti 11 digit angka. Cara mencocokkannya di situs resmi ada di panduan cek BPOM.

Waspadai juga botol isi ulang, decant (parfum yang dipindahkan ke botol kecil), dan produk bekas yang dijual daring. FDA mengingatkan bahwa kosmetik yang dijual ulang bisa saja sudah lewat masa simpannya, pernah dipakai, diencerkan, atau diubah dengan cara lain. Kalau parfum murah yang kamu beli terasa jauh lebih cepat pudar dari biasanya, kemungkinan ini patut dipertimbangkan, selain soal kadar.

Parfum, kulit sensitif, dan sinar matahari

Wewangian adalah salah satu pemicu alergi kulit yang paling umum. AAD menyebut wewangian dan nikel sebagai dua penyebab dermatitis kontak alergi yang sering, karena keduanya ada di ratusan produk sehari-hari. Menurut DermNet, alergi wewangian diperkirakan dialami sekitar 1% orang dewasa. Pada perempuan, area yang paling sering terkena adalah tangan, wajah, dan leher, dan ruamnya bisa gatal, panas, atau perih.

Di daftar bahan, campuran wewangian biasanya cukup ditulis satu kata. FDA menjelaskan bahan wewangian boleh dicantumkan sebagai "Fragrance" saja, dan halaman nama bahan FDA menjelaskan bahwa untuk label di Amerika Serikat, istilah "Parfum" tidak diterima sebagai pengganti "Fragrance", tetapi boleh ditulis dalam kurung sesudahnya. Jadi di label, bahan ini bisa muncul sebagai "Fragrance (Parfum)". Kalau kulitmu sensitif, FDA menyarankan memilih produk bebas pewangi dan membaca daftar bahan dengan teliti. Penasaran sebuah produk perawatan mengandung pewangi atau tidak? Tempel daftar bahannya di pengecek kandungan skincare.

Bagaimana dengan matahari? Ada kondisi bernama berloque dermatitis, yaitu bercak gelap di kulit yang muncul setelah wewangian tertentu terkena sinar matahari. Laporan di jurnal Cutis menjelaskan kondisi ini dipicu wewangian berkadar tinggi yang mengandung psoralen, paling sering minyak bergamot, dan kini jarang terlihat karena bahan itu sudah dikeluarkan dari sebagian besar kosmetik di Amerika Serikat. Namun laporan lama di jurnal Contact Dermatitis mencatat kasus ringan dari kadar kecil bahan tersebut tetap bisa terjadi, dan bercaknya bisa memicu atau memperberat melasma di wajah dan leher.

Langkah aman yang masuk akal: kalau kamu akan lama di bawah matahari, semprot parfum di area yang tertutup pakaian atau di pakaian itu sendiri, bukan di leher yang terbuka, dan tetap pakai sunscreen di kulit yang terpapar. Bercak gelap yang sudah terlanjur muncul dibahas di panduan cara menghilangkan flek hitam.

Kalau setelah memakai parfum muncul ruam, gatal, atau kulit terasa terbakar, FDA menyarankan langkah pertama: berhenti memakai produknya. Ruam yang datang dan pergi atau tidak mereda sebaiknya diperiksakan ke dokter spesialis kulit; AAD menegaskan semakin cepat diperiksa, semakin baik, karena dokter bisa membantu mencari pemicunya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda EDP dan EDT pada parfum?

Bedanya ada di kadar bahan pewangi. Eau de parfum (EDP) umumnya lebih pekat daripada eau de toilette (EDT), jadi aromanya biasanya terasa lebih kuat dan lebih lama. Rancangan peraturan BPOM versi Agustus 2025 menulis EDT 4-10 persen dan EDP 7-15 persen, tetapi angka di tiap merek bisa berbeda.

Apakah extrait de parfum pasti paling tahan lama?

Extrait de parfum biasanya dipakai merek untuk versi yang lebih pekat dari EDP, dan kadar tinggi memang cenderung membuat aroma bertahan lebih lama. Tetapi daya tahan juga bergantung pada bahan wewangiannya, kondisi kulitmu, dan cara memakainya, jadi tetap uji di kulitmu sendiri sebelum membeli botol besar.

Kenapa wangi parfumku terasa cepat hilang padahal orang lain masih menciumnya?

Hidung cepat terbiasa dengan aroma yang terus-menerus tercium, sehingga intensitas yang kamu rasakan menurun. Tinjauan di jurnal Physiology and Behavior menyebut habituasi terhadap bau berlangsung relatif cepat. Jadi jangan langsung menyemprot ulang; tanyakan ke orang terdekat apakah aromamu masih tercium.

Bolehkah parfum disemprot ke baju?

Boleh. The Body Shop menyebut parfum juga bisa disemprot ke pakaian atau rambut supaya aromanya bertahan. Menurut kami, ini pilihan yang masuk akal kalau kulitmu mudah iritasi oleh pewangi atau kamu akan lama di bawah matahari. Kalau ragu dengan bahan bajumu, coba dulu di bagian kain yang tidak terlihat.

Berapa lama parfum bisa disimpan?

Tidak ada satu angka untuk semua merek. The Body Shop menyebut sebagian besar produknya punya masa simpan tiga tahun, sedangkan FDA menjelaskan panas, sinar matahari, dan udara bisa mengubah warna dan tekstur kosmetik. Cek tanggal kedaluwarsa di kemasan dan berhenti memakai parfum yang warna atau baunya berubah.

Apakah parfum harus terdaftar BPOM?

Ya. Parfum termasuk kosmetik, dan kosmetik yang beredar di Indonesia perlu punya izin edar berupa nomor notifikasi BPOM. Nomor ini diawali dua huruf lalu 11 digit angka, dan bisa kamu cocokkan di situs cek produk BPOM sebelum membeli, termasuk untuk parfum murah atau botol isi ulang.

Bolehkah menggosok pergelangan tangan setelah menyemprot parfum?

Sebaiknya tidak. The Body Shop (klaim merek) menyebut menggosok bisa membuat aroma lebih cepat hilang dari kulit. Kalau ingin meratakan, tempelkan pelan saja, lalu biarkan parfum mengering sendiri sebelum kamu berpakaian.

Apakah parfum bisa memicu bercak gelap kalau terkena matahari?

Bisa, walau kini jarang. Kondisi ini disebut berloque dermatitis, dipicu wewangian yang mengandung psoralen seperti minyak bergamot lalu terkena sinar matahari. Kalau akan lama di bawah matahari, semprot parfum di area yang tertutup pakaian atau di pakaian itu sendiri, dan tetap pakai sunscreen di kulit yang terpapar.

Sumber

Rujukan yang dipakai untuk menyusun artikel ini. Semua tautan dibuka di tab baru.

  1. Rancangan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetik (Rancangan Agustus 2025)Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, BPOM (standar-otskk.pom.go.id), diakses
  2. BPOM Temukan Kembali 14 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya dan Bahan Dilarang pada Triwulan II Tahun 2026Badan Pengawas Obat dan Makanan (pom.go.id), diakses
  3. Tampil Cantik dengan Kosmetik yang AmanBalai POM di Tasikmalaya (BPOM) (tasikmalaya.pom.go.id), diakses
  4. Fragrances in CosmeticsU.S. Food and Drug Administration (fda.gov), diakses
  5. Cosmetic Ingredient NamesU.S. Food and Drug Administration (fda.gov), diakses
  6. Shelf Life and Expiration Dating of CosmeticsU.S. Food and Drug Administration (fda.gov), diakses
  7. Using Cosmetics SafelyU.S. Food and Drug Administration (fda.gov), diakses
  8. Fragrance allergyDermNet (dermnetnz.org), diakses
  9. Contact dermatitisAmerican Academy of Dermatology (aad.org), diakses
  10. Dermatologists' top tips for relieving dry skinAmerican Academy of Dermatology (aad.org), diakses
  11. Exploring the impact of fragrance molecular and skin properties on the evaporation profile of fragrances (Hadjiefstathiou dkk., International Journal of Cosmetic Science 2025)PubMed Central (NIH) (pmc.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
  12. Habituation and adaptation to odors in humans (Pellegrino dkk., Physiology and Behavior 2017)PubMed (NIH) (pubmed.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
  13. Should Panelists Refrain from Wearing a Personal Fragrance Prior to Sensory Evaluation? (Beekman dkk., Foods 2022)PubMed Central (NIH) (pmc.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
  14. Berloque dermatitis induced by "Florida water" (Wang dkk., Cutis 2002)PubMed (NIH) (pubmed.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
  15. Berloque dermatitis: a continuing cosmetic problem (Zaynoun dkk., Contact Dermatitis 1981)PubMed (NIH) (pubmed.ncbi.nlm.nih.gov), diakses
  16. FAQ - Fragrance (klaim merek)The Body Shop Uni Emirat Arab (thebodyshop.ae), diakses
  17. Eau de Toilette (klaim merek)The Body Shop Australia (thebodyshop.com.au), diakses
  18. Find your fragrance (klaim merek)The Body Shop (thebodyshop.com), diakses
  19. An Olfactive Introduction To Fragrance Types (klaim merek)Penhaligon's (penhaligons.com), diakses

Ditulis oleh

Tim Redaksi Cantikmu

Tim redaksi

Tim Redaksi Cantikmu adalah nama bersama untuk artikel skincare, makeup, rambut, dan kuku di blog ini. Draf disusun dengan bantuan AI, dan setiap klaim dicocokkan ke sumber yang ditautkan. Penerbit dan penanggung jawab situs: Ahmad Thariq Syauqi.

Lihat pedoman redaksi. Diperbarui .